
Setelah boyband kesukaannya selesai live, Ariena menuju dapur untuk memasak makanan untuk makan malam.
Sekitar satu jam di dapur Ariena selesai dengan masakan ayam goreng sambal mata dan tumis wortel campur udang.
"Akhirnya selesai juga" ucap Ariena menaruh masakanny di meja, setelah selesai menyusun makanan di meja Ariena pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Ariena berbaring di ranjang sambil memainkan handphonenya.
"Sepertinya akan turun hujan" ucapnya sendiri saat melihat keluar jendela cuaca sangat mendung, tak lama Ariena tertidur saat memainkan handphonenya.
"Siapa mereka" ucap Ariena terkejut saat keluar kamar ingin mencari lilin untuk penerangan
"boy kita ketahui" ucap maling 1 kaget melihat Ariena "ayo kita tangkap dia" ucap maling 1 berlari mengejar Ariena.
"Mau kemana kamu anak ingusan" ucap maling 2
Ariena melempar vas bunga yang ada di dekatnya dan itu berhasil mengenai maling 1 membuatnya pingsan.
"beraninya Lo buat teman gue pingsan" ucap maling 2
saat ingin berlari maling 2 langsung memegang tangan Ariena, maling 2 menarik paksa dan menampar Ariena sampai jatuh ke lantai. saat jatuh ternyata ada pecahan vas bunga yang dia lempar ke maling tadi, Ariena dengan cepat mengambil dan melukai tangan maling yang ingin memukulnya, Ariena langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
"dasar wanita sialan beraninya Lo melukai ku" ucap maling memegang tangan nya yang terluka. "hey mau lari kemana kamu cantik, ayo kita bersenang-senang Abang akan memuaskan mu. kamu jangan lari-lari dong sayang" ucap maling sambil berlari mengejar Ariena
__ADS_1
Dengan cepat Ariena masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya.
"bunda Ariena takut, tolong Ariena" ucap Ariena menangis
terdengar suara gedoran pintu yang kuat,
Tak lama hujan turun sederas-derasnya di barengi dengan petir.
"Tolong, tolong ada maling, tolong saya!!!" Teriak Ariena terbangun dari mimpinya
Pukul sembilan malam hujan lebat di sertai suara petir yang begitu kuat, Ariena ketakutan dia menangis sejadi-jadinya dia turun dari ranjang duduk di lantai dengan memeluk kedua lututnya. Tiba-tiba lampu padam Ariena semangkin ketakutan. dia berlari ke arah pintu dan buru-buru menguncinya.
"Tolong...! Bunda ayah tolong" ucap Ariena histeris
"Tolong!!!" ucap Ariena menangis
"Handphone di mana handphone ku" ucap Ariena mencari-cari handphonenya dan akhirnya Ariena menemukan handphonenya di di ranjang dengan cepat Ariena lari duduk di pojok ruangan sambil mencari nomor yang ingin dia hubungi.
"Hallo" ucapnya setelah mengangkat telpon
"Tolong kakak Effin, tolong cepatan pulang tolong kak" ucap Ariena sambil menangis ketakutan
"Apa yang terjadi" tanya Effin mulai khawatir
__ADS_1
"Rumah di rampok hiks'hiks tolong kakak, diluar ada maling kakak takut" ucap Ariena histeris
'perampok apa yang kakak bilang apa terauma dia Kambu lagi, pasti kakak di rumah sendirian, dia pasti berhalusinasi lagi' gumang Effin
"Cepat pulang aku mohon, tolong kakak fin" ucap Ariena terus menangis
"Iya kak. Effin udah di jalan, kakak tolong tentang" ucap Effin bohong "kak tolong angkat vc dari Effin cepat" ucap Effin
Ariana mengangankat video call dari Effin. Terlihat Ariena duduk di pojokan ruangan yang sangat gelap.
"Kakak tenangkan diri mu, tarik nafas keluar kan" ucap Effin coba menenangkan Ariena
"kakak tau gak Effin sudah bisa menghafal lagu favorit kakak yang zero o'clock kakak mau dengar gak" ucap Effin coba menenangkan Ariena dengan lagu kesukaan Ariena
"tapi di luar ada maling tolong cepat pulang" ucap Ariena
"kakak percaya sama Effin kan?" ucap Effin
Ariena hanya mengangguk. "kalau gitu tenang kan diri kakak, ada Effin di sini. percaya sama Effin semua akan baik-baik saja" ucapnya
karena dia tak tau lagi harus bagaimana menenangkan Ariena karena mereka juga terpisah jarak. hanya ini lah cara satu-satunya untuk menenangkan Ariena.
"Kakak liat ke Effin aja fokus liat Effin nyanyi jangan liat yang lain ya" ucap Effin tersenyum agar Ariena tak memikirkan hal yang akan mengingatkan dia pada masa lalunya yang kelam. Lagi-lagi Ariena hanya mengangguk.
__ADS_1