
_________-------
tiga hari kemudian
pagi hari Ariena sudah sibuk berkutat di dapur membuat sarapan pagi untuk adiknya.
"kenapa kakak di sini? udah kakak istirahat aja biar Effin yang masak" ucap Effin berdiri di samping Ariena
"kakak sudah baik baik saja. lebih baik kita ke meja makan aja. kakak sudah selesai masak kok" ucap Ariena memegang dua piring berisi makanan menuju meja makan dan di ikuti Effin
"kak nanti aku pulang sekolah langsung ke cafe, mau liat pembangunannya udah sampai mana. apa kakak mau ikut?" ucap Effin di sela sela makannya
"gak usah Fin, kakak di rumah aja" tolak Ariena
"tapi kak, nanti kakak di sini siapa yang temeni. lebih baik kakak ikut Effin aja sekalian cari angin biar Kakak lebih fresh" ucap Effin
"gak papa kakak baik baik saja, lebih baik kamu berangkat ke sekolah nanti kamu telat" ucap Ariena
"ya udah deh Effin berangkat sekarang, tapi nanti kalau kakak ngerasa gk enak badan langsung hubungi aku ya kak" ucap Effin
"siap ayah laksanakan " ucap Ariena tersenyum
"idiiiiihhhh" Effin menaikan sebelah alisnya "Effin pergi dulu assalamualaikum" ucap Effin melangkah pergi
"waalaikumsalam" ucap Ariena
setelah kepergian Effin, Ariena segera bergegas membersihkan piring dan peralatan dapur yang ia pakai. setelah itu Ariena membersihkan rumah. selesai membersihkan rumah Ariena menuju garasi
"mas kenapa kamu belum pulang juga, liat ini aku sudah mencuci motor kesayangan mu mas. liat la ini mas, tolong pulang mas aku janji akan menjadi istri yang selalu setia dan berbakti kepada mu" air mata mulai menangis. "aku akan jelaskan semuanya, aku mohon pulang la mas sudah cukup kamu menghukum ku seperti ini" ucap Ariena masih setia dengan tangisannya yang sendu
"lebih baik aku ke rumah mamah, mungkin saja mas Ilan sudah menghubungi mamah." ucap Ariena langsung pergi ke kamar untuk mengambil tas dan handphonenya
-√-√-√
Rumah Rendra Mahendra
__ADS_1
sekitar 30 menit dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Ariena sampai di kediaman mertuanya. setelah pintu gerbang di buka oleh satpam. Ariena memarkirkan motornya di garasi.
"assalamualaikum mah" ucapnya mengetuk pintu
tak lama pintu terbuka "waalaikumsalam, eh Ariena ayo nak masuk" ucap mama menggandeng tangannya menuju sofa
"kamu ke sini kok gak bilang bilang, kalau kamu bilang kan mama bisa buatkan kue untuk kamu nak" ucap mama
"gak usah repot repot mah, Ariena ini kan menantu mama. mamah kaya sama siapa aja" ucap Ariena tersenyum
"bagaimana keadaan mu nak. maaf mama kemarin gak bisa lama lama ngerawat kamu. papa kemarin harus segera ke luar negeri untuk menemui dokter yang sangat terkenal. memang payah untuk membuat jadwal cek up dengannya dan mama gak bisa membiarkan papa pergi sendiri" ucap mama
"iya gak papa mah Ariena paham, Difan sudah memberi tau Ariena" ucap Ariena tersenyum
"papa bagaimana keadaannya sekarang mah?" ucapnya
"Alhamdulillah papa baik baik saja" ucap mama
"papa dimana mah, kok Ariena gak liat dari tadi?" ucap Ariena
"Ee.., mah apa Ariena boleh tanya" ucap Ariena
"iya nak mau tanya apa?" ucap mama
"apa udah ada kabar dari mas Ilan mah?, kapan dia akan kembali mah" ucap Ariena
tampak ekspresi mama yang kebingungan
"hm.., e... itu belum ada nak mungkin sebentar lagi dia akan menghubungi mu. kita tunggu saja ya nak" ucap mama
"tapi Ariena rindu mas Ilan mah. Ariena takut mas Ilan gak akan pernah kembali" ucap Ariena yang sudah meneteskan air mata. tampak ekspresi kekecewaan saat mendengarkan ucapan mertuanya itu.
"Ariena jangan menangis, Ilan pasti kembali kita tunggu saja ya nak. beri dia sedikit waktu lagi, mungkin saja dia ingin menghubungi mu tapi egonya masih tinggi dan mungkin dia juga tak tau harus berkata apa saat menghubungi mu. jadi kita biarkan saja dia dulu ya nak" ucap mama mengelus lembut rambut Ariena
"Ariena pulang dulu ya mah, Ariena capek mau istirahat" ucap Ariena menghapus air matanya
__ADS_1
"istirahat di sini saja nak kalau kamu capek, kamu bisa istirahat di kamar Ilan" ucap mama
"tidak usah mah Ariena pulang aja. nanti Effin di rumah sendirian mah" tolok Ariena
"sebentar saja nak, mukak kamu juga agak pucat lebih baik kali istirahat sebentar di sini nak" ucap mama
Ariena tak tau harus berkata apa lagi. akhirnya dia menuruti apa kata mama dan sekarang dia sudah berada di kamar Ilan yang luas bernuansa modern dengan warna dinding di dominasi abu abu. mama menuntun Ariena menuju ranjang, setelah Ariena berbaring mama keluar agar Ariena istirahat.
"kamu istirahat ya Ar, mama mau melihat papa dulu" ucapnya
Ariena hanya mengangguk
"liat lah sayang aku sekarang ada di kamar siapa, semoga setelah aku bangun dari tidur kamu sudah ada di hadapan ku" ucap Ariena lalu iya memejamkan matanya
tapi sayang saat Ariena sudah memejamkan matanya dia tetap tidak bisa tidur. akhirnya dia memutuskan untuk keluar setelah dia ingat bawah tasnya tertinggal di ruang tamu.
saat Ariena turun ke bawa dia tak sengaja mendengar suara keributan dari ruang keluarga.
"mah apa yang baru saja kamu katakan kepadanya, kenapa kamu berbohong memberikan harapan palsu padanya. sudah cukup mah mau sampai kapan kita membohongi dia. kasian anak itu mah" ucap papa
"siapa yang sedang di bahas papa dan mama?" gumang Ariena yang berdiri tak jauh dari mereka
"pah!.. mama juga gak tau mama refleks. mama takut dia gak bisa nerima. mama takut traumanya Kambu mama gak mau dia sakit lagi pah. mama gak tega liatnya" ucap mama
"terus gimana ini. mama liat ini kan" ucap papa menaru kertas yang ia pegang di meja. "ini surat perceraian Ilan dan Ariena, dia bahkan tidak ingin bertemu Ariena lagi, sampai samapi dia mengirim surat ini lewat pos. mama jangan memberi harapan palsu padanya, mau tak mau kita harus memberi taunya" ucap papa menyender kan kepalanya sambil mencubit keningnya yang terasa pusing
"pah jangan gini kamu jangan terlalu memikirkannya, biar mama saja yang memberi tau kebenarannya pada Ariena. papa harus jaga kesehatan papa" ucap mama khawatir
"apa jadi mas Ilan benar benar meninggalkan ku. bahkan dia sangat membenciku. enggak!!! enggak mas Ilan gak boleh ninggalin aku" batin Ariena
"enggak!!! aku gak mau cerai" ucap Ariena langsung pergi berlari ke luar
"astagfirullah Ariena kamu mau ke mana" teriak mama melihat menantunya berlari keluar
"pah bagaimana ini, mama takut terjadi sesuatu padanya" ucap mama khawatir
__ADS_1
"ayo kita cari Ariena, dia pasti masih di dekat sini" ucap papa