SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 71


__ADS_3

________-------


Sekitar pukul tiga pagi keluarga Syahputra sampai di RS ******* yang telah di beri tau papa saat mengabari keadaan Ariena tadi.


Setelah bertanya pada resepsionis bunda,ayah,dan Eriem yang menggendong Deri yang sedang tertidur menujukan kamar VVIP Ariena.


"Assalamualaikum" ucap mereka bersamaan saat membuka pintu yang bertuliskan tulip tersebut.


"Waalaikumsalam" ucap papa terbangun saat ada suara pintu kamar terbuka


"bagaimana keadaan anak saya sekarang" tanya bunda tanpa basa-basi


"belum ada perubahan masih sama, sebenarnya kata dokter Ariena sudah mulai membaik tapi dia seolah olah enggan untuk bangun" ucap papa menjelaskan keadaan Ariena


Bunda langsung berjalan mendekat kearah Ariena yang sedang berbaring di ranjang.


Ayah juga mengikuti bunda yang berjalan melihat keadaan Ariena.


"Nak taruh di sini saja Deri, kasian dia pasti tak nyenyak tidur seperti itu" ucap papa Melihat Deri yang gusar di gendongan Eriem dengan mata yang tertutup yang menandakan dia sedang tertidur


"iya om" ucap Eriem menaruh Deri di sofa yang multifungsi menjadi kasur dekat dengan Effin yang masih lelap tertidur.


"Sayang apa yang terjadi dengan mu. Kenapa kamu seperti ini" ucap bunda menangis


"Tolong bangun sayang, bunda mohon jangan begini"


"Kamu tega membuat kami semua khawatir Na, bunda mohon bangun nak. bunda janji bunda akan selalu ada di sampingmu. kamu anak kuat kamu harus bangun bunda gak tega lihat kamu seperti ini" ucap bunda menangis sejadi jadinya


"mah bangun besan sudah sampai di sini" ucap papa membangunkan istrinya yang tertidur di sampingnya.


mama yang bangun langsung mendapatkan besannya yang menangis, mama mendekati bunda mencoba menenangkan besannya itu.


"Yang sabar bu, Ariena Sebentar lagi pasti bangun, mungkin dia hanya sedikit lelah saja. jika dia sudah bosan tidur pasti dia akan bangun. kita tunggu saja Sebentar lagi pasti Ariena akan bangun" ucap mama mengelus pundak bunda


Bunda hanya mengangguk sambil mengelus lembut tangan Ariena.


Sedangkan ayah hanya terdiam menatap putrinya yang sedang terbaring itu. Entah apa yang sedang ayah pikirkan. Sejak dikabarin papa tentang Ariena yang kecelakaan, dan bunda yang marah besar dan menyalakannya atas apa yang terjadi kepada Ariena. ayah hanya diam tak banyak bicara menerima semua luapan emosi bunda.


"kami pulang dulu ya bu, untuk membersihkan diri. nanti kami kemari lagi sekali membawakan sarapan" ucap mama

__ADS_1


"iya bu, terimakasih sudah mau menjaga Ariena dia saat kami tidak ada di samping dia" ucap bunda mulia menagis


"iya bu Ariena kan juga sudah kami anggap sebagai Putri kami sendiri jadi tidak ada alasan kami untuk mengabaikannya" ucap mama


"terimakasih kasih,dan tolong maaf kan Ariena yang sudah membuat keluarga kalian bersedih" ucap bunda yang sebenarnya dia juga malu atas apa yang sudah di perbuat Ariena terhadap kedua putranya


"sudah bu, jangan di bahas lagi yang lalu biarlah berlalu. kami sudah memaafkannya" ucap mama tersenyum dan memeluk bunda


"oh iya, nak Eriem lebih baik kamu ikut kami pulang, kasihan Deri di sini lama lama. lebih baik kalian istirahat di rumah saja" ucap mama


"tapi.." ucapnya terpotong


"iya kak lebih baik kamu bawak Deri ikut pulang, kamu bersih bersih di sana nanti baru ke mari lagi" ucap bunda


"iya bun" ucap Eriem


"sekalian banguni adik mu, dia kan harus sekolah " ucap bunda


Eriem mengangguk dan langsung membangunkan Effin yang tidur di samping Deri "Effin bangun" ucap Eriem membangunkan adiknya


"hmm iya. loh bunda ayah sama kak Eriem sudah sampai di sini. kok gak banguni Effin kalian sudah sampai" ucap Effin


"kamu kan hari ini sekolah jadi kami gak mau banguni kamu nak nanti pas jam pelajaran kamu Mala ngantuk" ucap bunda


"kamu sudah kelas 3 Sebentar lagi ujian nanti kamu ketinggalan pelajaran nak, disini kan ada bunda dan yang lain jagai Kakak. jadi lebih baik kamu sekolah saja" ucap bunda, Effin hanya bisa pasrah mengikuti kemauan bundanya itu.


"pak kami pergi dulu ya" ucap papa


"iya pak" ucap ayah


"assalamualaikum" ucap papa


"waalaikumsalam" ucap ayah dan bunda


Sekitar jam enam pagi papa,mama, Eriem, Deri dan Effin pulang untuk membersihkan diri. Mereka pulang ke rumah Ilan karena RS lebih dekat dari rumah Ilan dari pada rumah keluarga Mahendra.


tak lama setelah papa,mama,Eriem,Effin dan Deri keluar dari RS. Ilan dan Nandra sampai di rumah sakit. Nandra bergegas menuju kamar rawat inap Ariena dan di ikuti oleh Ilan yang sedikit di belakang Nandra.


setelah sampai di depan pintu kamar VVIP Ariena, Nandra menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"ada apa Nan?" ucap Ilan heran


"Abang masuk deluan, aku masih ada urusan" ucap Nandra bohong, nyatanya dia hanya belum bisa melihat Ariena (cintanya) bersama lelaki lain.


"ya sudah" ucap Ilan langsung membuka pintu dan masuk


"Ilan" ucap ayah kaget saat melihat Ilan


"ayah,bunda assalamualaikum" ucap Ilan mencium tangan ayah dan bunda


"waalaikumsalam"


"tangan kamu kenapa nak?" ucap ayah melihat tangan Ilan yang di balut dengan perban


"ini gak papa yah cuman luka Sedikit, oh iya bagaimana keadaan Ariena?" ucap Ilan berdiri di samping Ariena dengan mengelus lembut kepala Ariena


"ya seperti yang kamu liat nak dia tidak baik-baik saja" ucap bunda, dia tak tau harus bersikap seperti apa pada Ilan. bunda rasanya ingin marah pada Ilan Karena meninggalkan Ariena begitu saja, tapi di sisi lain Ariena juga salah dalam masalah yang terjadi di dalam rumah tangganya


ayah yang sadar bunda sedang menahan amarah pun langsung mengajak bunda keluar dari kamar inap Ariena.


"nak tolong kamu jaga Ariena, kami mau keluar dulu cari angin" ucap ayah dan hanya di jawab anggukkan oleh Ilan


setelah bunda dan ayah keluar Ilan duduk di kursi yang dekat dengan ranjang Ariena.


"Ariena tolong bangun" ucap Ilan mengelus tangan Ariena


"apa kamu tidak kangen sama mas, Ariena? kamu tau gak mas kangen banget sama kamu" ucap Ilan dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"mas tau mas salah, maaf kan mas Ariena.mas memang sangat ke kanak Kanakan kalau saja mas minta penjelasan dari kamu. pasti ini semua tidak akan terjadi mas bener bener bodoh, tolong bangun mas janji gak akan ninggalin kamu lagi" ucap Ilan


"my heart, jangan gini mas tau mas salah tapi jangan menghukum mas dengan cara begini. kamu mau marah maki maki dan pukul mas pun gak papa mas gak akan marah dan mas akan melakukan apa pun yang kamu mau tapi tolong bangun Ariena" ucap Ilan dengan air mata yang tak bisa terbendung lagi.


"my heart, please bangun" ucap Ilan mencium kening Ariena beberapa kali.


di luar kamar VVIP Ariena bunda dan ayah duduk di kursi tunggu di luar bersama Nandra.


"kamu Nandra adiknya Ilan kan?" ucap ayah yang menebak Karen semenjak pernikahan Ariena mereka belum bertemu dengan Nandra yang sedang kuliah di luar negeri


"iya om saya Nandra" ucap Nandra

__ADS_1


"maaf kan anak saya ya nak. itu semua bukan salah putri saya tapi salah saya. karena saya yang maksa Ariena menerima perjodohan ini. saya harap kamu tak membencinya. jika kamu ingin marah benci kamu bisa lampiaskan pada saya, saya akan menerimanya" ucap ayah tanpa bertele tele dengan wajah sedihnya


"paman bilang apa sih. saya tidak sejahat itu saya memang kecewa tapi saya tidak ada niatan untuk marah ataupun membenci Ariena karena saya benar benar mencintainya. saya mencoba ikhlas jika dia memang tidak berjodoh dengan saya. ini sudah takdir dari Allah saya pasrahkan semua padanya kita cuma bisa berencana Allah lah yang menentukan" ucap Nandra tersenyum walau hatinya sangat sakit harus mengikhlaskan cintanya kepada orang lain


__ADS_2