SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 50


__ADS_3

"kan baru bertunangan masih bisa di batalkan" ucap Nandra


"kamu pikir semudah itu, aku sudah mencoba memohon kepada orang tua ku tapi mereka tetap menolak permintaan ku. jadi mau tak mau aku harus mau menikah dengan nya" ucap Ariena


"terus gimana dengan hubungan kita" tanya Nandra


"aku juga gak tau bang, tapi tenang aja setelah beberapa bulan kami akan bercerai, karena kami memang menikah atas dasar keterpaksaan bukan dasar cinta" ucap Ariena


"tapi kalian terlihat baik-baik saja nampak seperti pasangan suami istri pada umumnya" ucap Nandra


"tidak bang ini semua hanya sandiwara agar mama dan papa tak curiga" ucap Ariena


"benar kalian tak saling mencintai? tapi kenapa aku merasa ada sesuatu di antara kalian" ucap Nandra


"tidak ada bang aku hanya menganggap mas Ilan seperti Abang ku gak lebih" ucap Ariena memperjelas


"baiklah kalau begitu Abang harap hati mu tetap menjadi milik ku, aku harap hati mu tidak menghianati ucapan mu sendiri" ucap Nandra menggenggam tangan Ariena


"iya, tapi tolong jangan beri tau siapapun kita berpacaran sampai aku bercerai dengannya" ucap Ariena


"kenapa? nanti mereka pasti akan berpikir jika kita menghianati bang Ilan" ucap Nandra

__ADS_1


"plissss untuk sekarang jangan beritau siapa pun aku gak mau memperkeruh keadaan" ucap Ariena


"ya baiklah aku akan ikuti ucapamu" ucap Nandra


saat Nandra ingin pergi Ariena menarik tangan Nandra. "tunggu sebentarrrr,,, Abang udah gak marah lagikan sama ku" ucap Ariena manja


"iya Abang gak marah" ucap Nandra meninggal Ariena


setelah kepergian Nandra, Ariena melanjutkan mencuci piringnya, selesai mencuci piring Ariena menuju ruang tamu.


"Ariena kami pulang ya nak udah malam soalnya" ucap mama


"loh mama gak nginap di sini, Ariena pikir mama mau menginap" ucap Ariena


"baiklah kalau gitu, tapi lain kali mama dan papa nginap ya di sini" ucap Ariena


"iya nak" ucap papa


"lah cuman papa mama aja ni yang di tawari nginep Nandra mau juga kali di tawari" ucap Nandra


"gak boleh kalau Lo mau nginep di sini bayar" ucap Ilan

__ADS_1


"sejak kapan adik nginep tempat abangnya harus bayar" ucap Nandra


"sejak tadi saat aku mengucapkannya, soalnya Lo kalau di sini sukak ngabisin stok barang di dapur, kalau aja itu panci bisa di makan pasti sudah habis kamu makan" ucap Ilan


"enak aja emang aku apaan makan panci. di kira limbat kali ya makan panci" ucap Nandra


"sudah-sudah Jangan di perpanjang udah gede masih aja kaya anak-anak, udah ayo kita pulang" ucap papa


"iya ayo kita pulang" ucap mama


Ariena langsung mencium tangan mama dan papa di ikuti dengan Ilan.


setelah mengantar mereka di depan rumah, Ariena masuk ke rumah dan di ikuti oleh Ilan.


"ahhhh enaknya" ucap Ilan saat membaringkan tubuhnya di ranjangnya yang sangat empuk


Ariena yang berada di kamar juga hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Ilan. Ariena mendudukkan dirinya di bangku meja rias sambil menyisir rambutnya yang panjang dan sedikit bergelombang.


"Na ambilkan laptop ku di meja rias kamu" ucap Ilan


tanpa menjawab Ariena mengambil dan memberikannya kepada Ilan.

__ADS_1


"nih" ucap Ariena memberikannya, setelah itu Ariena membaringkan tubuhnya di ranjang samping Ilan yang sedang menyender pada dinding ranjang


tak lama Ariena tertidur karena sudah sangat mengantuk, Ilan yang tadinya fokus dengan laptop akhirnya menutup laptopnya dan lebih memilih memandang Ariena yang sangat imut saat tertidur.


__ADS_2