SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 1


__ADS_3

"Bun Ariena mau keluar sebentar bolehkan Bun" tanya Ariena


"mau kemana" Tanya Bunda


"mau ngerayain kelulusan sama temen SMA Bun" ucap Ariena


"perginya sama siapa" tanya Bunda


"sama Eni,Rini,Aldi,Rana. piginya rame-rame kok Bun, boleh ya Bun aku pergi" ucap Ariena


"gimana ya Arien" ucap Bunda menggantung


"boleh ya Bun pliss, Ariena bosan di rumah terus. Ariena juga pengen sekali-kali ngumpul bareng temen" ucap Ariena memelas


"baiklah tapi jangan lama-lama" ucap Bunda


"oke Bun" Ariena dengan senyum bahagianya "Ariena ganti baju dulu ya Bun" ucap Ariana berjalan menuju kamarnya.


"Bun tolong buatkan ayah kopi" ucap ayah yang baru pulang menggaji karyawan yang bekerja di perkebunan kelapa sawit mereka.


"iya yah sebentar Bunda buat dulu" ucap bunda beranjak dari duduknya menuju dapur.


Ariena keluar dari kamar, sudah siap dengan celana panjang zins kaos putih polos dan cardigan peach.


"Bunda, Bundaaaa" panggil Ariena

__ADS_1


"bunda di dapur nak" ucap bunda mendengar Ariena memanggilnya.


"Bun Ariena pergi ya" ucap Ariena


"iya nak, ingat jangan lama-lama nanti ayah marah" ucap Bunda


"siap laksanakan Bun" Ucapnya mencium tangan Bunda, saat ingin membuka pintu rumah Ariena berhenti.


"mau kemana kamu" suara tegas ayah membuat Ariena berhenti berjalan.


"A'ayah" ucap Ariena gugup


"Ayah tanya mau kemana" ucap ayah


"keluar kemana" tanya ayah


"temen SMA ku mengajak makan-makan bareng di cafe ****** yah" ucap Ariena


"terus kamu mau pergi" tanya ayah


"i'iya yah" jawabnya


"sama siapa kamu perginya" ucap ayah


"sama temen-temen yah dari sini rame-rame kok yah, boleh kan yah" ucap Ariena ragu

__ADS_1


"ENGGAK" ucap ayah ketus


"kenapa yah Ariena kan gak pergi berdua sama laki-laki yah, Ariena bareng Eni,Rini,Rana, terus masih banyak lagi kok yah yang bareng kami perginya" ucap Ariana menjelaskan


"sudahlah yah izini Ariena pergi, di sana pasti rame karena teman kelasnya semu ikut yah" ucap Bunda yg baru datang membawa secangkir kopi.


"tapikan kita gak tau Bun bisa aja ini cuman alasannya saja agar dia bisa keluar, tau-tau nanti mereka malah jumpai cowok" ucap ayah


"apa sih Ayah, kami bener ngerayain kelulusan kami, kalau gak percaya tanya saja nanti sama Eni" ucap Ariena


"bisa saja kalian sudah kompakan untuk membohongi ayah" Ucapnya


"yah mau gimana lagi Ariena menjelaskannya, ah sudahlah terserah ayah aja" ucap Ariena pergi ke kamar dengan kesal.


"Ayah jangan terlalu keras sama Ariena kasian dia, sudahlah izinkan saja Ariena pergi berkumpul dengan teman-temannya. lagian dia sudah besar dia tau mana yang baik dan buruk" ucap Bunda


"Bunda lupa ya kenapa ayah bersikap seperti ini pada Ariena, ayah lakukan semua ini demi kebaikan Ariena Bun. ayah gak mau gagal mendidik anak untuk yang kedua kalinya" ucap ayah


"bunda tau itu yah, tapi gak semestinya kita melarang dia gak boleh ini gak boleh itu, dan membatasinya dengan dunia luar. karena kesalahan kita yang lalai menjaga Eriem, Ariena yang harus menerimanya. Bunda mohon sama ayah beri Ariena sedikit ruang kita gak bisa terus mengekang dia yah, ayah lupa ya Ariena punya trauma dan seharusnya kita buat dia bahagia bukan makin mengekangnya." ucap Bunda


"baiklah, tapi dengan satu syarat jika dia ingin pergi kemana-mana harus di antara Effin, jika dia tak mau Ayah gak akan memberikan dia ijin" ucap ayah


"iya baiklah nanti Bunda sampaikan pada Ariena. ini di minum dulu kopinya nanti kalau udah dingin gak enak" ucap Bunda mencoba menjernihkan suasana akibat perdebatan mereka.


etssss,,, jangan terlalu percaya ya kalau Ariena hanya diam di rumah saja, nyatanya Ariena juga keluar sesekali saat ada kesempatan Ariena akan keluar bersamaan Naya, berkumpul dengan teman-temannya tentunya dengan ijin Bunda dan tanpa di ketahui Ayah.

__ADS_1


__ADS_2