
'ting tong' suara bel pencet.
"Ilan" ucap seseorang saat membuka pintu
"Bang Dino kok ada di sini inikan kamar ku" ucap Ilan berdiri sempoyongan
"Kamu mabuk ya Ilan" ucap Dino
"Siapa sayang" ucap Eriem berjalan mendekati Dino
"Ini" ucapnya terpotong
"Ilan kenapa dia" ucap Eriem heran melihat Ilan berdiri bersandar di pintu.
"Sepertinya dia mabuk,biar abang antara dia ke kamarnya" ucap Dino memapah Ilan menuju kamarnya.
Setelah sampai di pintu kamar hotel Ariena, Dino langsung memencet bel, tak lama Ariena keluar.
"Loh bang Dino, mas Ilan kenapa?" tanya Ariena heran melihat Ilan di papah Dion
"Seperti dia mabuk, tadi dia salah ngetuk pintu mungkin dia kira itu kamarnya" ucap Dino
"Apa dia mabuk?. Maaf ya bang jadi ngerepotin, terimakasih sudah mengantar Ilan ke sini" ucap Ariana mengambil alih memapah Ilan.
Saat ingin menutup pintu Ariena langsung membukanya kembali dan berkata "Oh iya tolong rahasiakan kejadian ini sama bunda dan juga ayah ya bang"
"Iya. Abang gak akan kasih tau soal ini ke ayah dan juga bunda" ucap Dino lalu pergi
__ADS_1
Setelah sampai di ranjang Ariena menidurkan Ilan di ranjang, Ariena langsung membuka sepatu melepaskan jas dan dasi yang terlihat berantakan.
"Kenapa dia minum, apa emang udah kebiasaan dia minum-minum, aku kira dia anak baik tak suka minum-minum dan dia juga bau rokok apa dia merokok" batin Ariena terus bertanya-tanya
Ariena menyelimuti Ilan tak lupa pula dia membersihkan wajah Ilan dengan handuk basah.
-√-√-√-
Pagi hari
Ariana sudah rapi dengan kemeja yang di masukkan sebelah bewarna putih celana kulot bewarna pick dipadukan dengan pansus heels senada dengan celana kulot yang Ariena pakaian, sangat cocok di pakai olehnya.
Ilan yang baru bangun terpana melihat Ariena dari pantulan cermin yang terlihat sangat cantik.
Ariena mendekati Ilan di ranjang. "Ini minum dulu" ucap Ariena memberi air lemon
Ilan langsung mengambil air yang di beri Ariena.
"Maksudnya" tanya Ilan bingung
"Ya Lo udah sadar apa belum, pura-pura lupa atau gimana, tadi malam kamu mabuk mana badan kamu bau rokok lagi, kamu tau itu." ucap Ariena meninggi
"Iya aku tau aku mabuk" ucap Ilan santai
"Oh jadi itu kebiasaan Lo ya pantas" ucap Ariana tersenyum menyepelekan
"Bisa jaga bicara kamu tidak, tolong sopan sedikit kamu sama suami, saya tau kamu marah saya akui saya salah tapi bisa tidak bicara yang sopan, ini masih pagi bisa tidak jangan ngajak ribut pagi-pagi aku masih pusing" ucap Ilan bangun dari tidurnya dengan kesal berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Ariena yang sedang marah
__ADS_1
"Terserah Lo, lakui apa yang Lo mau gue gak peduli" teriak Ariena saat Ilan menutup pintu kamar mandi
Ariena langsung keluar dari kamar dengan marah. dia ingin mencari udara segar untuk menjernihkan pikirannya.
Saat Ilan selesai membersihkan tubuhnya Ilan langsung keluar dengan switer putih celana jeans hitam sepatu sneaker, Ilan melihat sekeliling ternyata kamarnya kosong Ariena tak terlihat di mana pun.
"Dia mana dia" batin Ilan
'tok tok tok' suara pintu di ketuk
"Mama, ada apa ma" tanya Ilan membuka pintu
"Kita akan pulang siang nanti, dan itu mertua kamu juga mau pulang sebentar lagi" ucap mama
"Iya ma" ucapnya
"Di mana Ariena" tanya mama
"Lagi keluar ma" ucap Ilan
"Kemana" tanya mama
"Gak tau ma, mungkin lagi jalan-jalan cari angin" ucap Ilan
"Lah kamu ini kan suaminya masak gak tau kemana istri kamu, cepat cari Ariena bilang kalau bunda dan ayahnya akan pulang sebentar lagi" ucap mama
"Iya ma" ucap Ilan
__ADS_1
Setelah mama pergi Ilan mengambil handphone untuk menelpon Ariena, tapi sayang ternyata handphonenya di tinggal di nakas.
"Ah ternyata handphonenya di tinggal, aku harus mencari dia kemana" gumang Ilan bingung