SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 37


__ADS_3

Ilan keluar hotel untuk mencari Ariena, Ilan mencari di seluruh hotel tapi tak juga menemukan Ariena. nafas Ilan terengah-engah setelah mencari kesana kemari saat Ilan mencari Ariena di taman dan benar saja ternyata Ariena sedang duduk di bangku taman sedirian.


"Ternyata kamu di sini, aku sudah mencari kamu kesana kemarin ternyata kamu ada di sini" ucap Ilan duduk di samping Ariena, sedangkan Ariena hanya diam tak menghiraukan orang yang duduk di sampingnya.


"Na aku bicara sama kamu tolong jangan diamin aku kaya gini" ucap Ilan lembut


"aku tau aku salah aku minta maaf, aku tadi marah bukan karena kamu marah karena aku minum, tapi aku marah karena kamu bicara kasar seperti itu aku paling tidak suka melihat perempuan bicara kasar. apa lagi ini istri ku sendiri yang bicara seperti itu," ucap Ilan


Sebenarnya Ariena menyadari kalau dia salah dia sudah bicara tidak sopan dengan orang yang lebih tua apa lagi itu suaminya sendiri tapi ingin minta maaf tapi gengsinya terlalu tinggi. akhirnya Ariena mengesampingkan egonya dan meminta maaf setelah Ilan meminta maaf padanya.


"maaf udah bicara kasar sama mas. karena gak bisa mengontrol amarah ku, maaf kalau ucapanku menyakiti mu. setelah memikirkan mas yang mabuk tadi malam aku tak bisa mengenali diri" ucapnya menunduk


"aku hanya tidak suka melihat mas minum-minum seperti itu sampai tak sadarkan diri. Apa mas tau mas sampai salah masuk kamar, untungnya mas masuk kamar kak Eriem. bang Dino langsung mengantarkan mas ke kamarku. Untung bukan kamar ayah kalau ayah tau mantu yang selalu dia banggakan ini ternyata suka minum-minum aku gak tau reaksi ayah gimana pasti dia sangat kecewa." ucap Ariena dengan pandangan matanya mengarah ke cincin di jari manisnya


"Maaf semalam mas juga gak mau minum tapi mereka memaksa, tadinya mas cuma minum segelas tapi mereka terus menyuruh ku untuk minum, tapi mas janji mas gak akan minum-minum lagi" ucap Ilan


"Aku gak butuh janji yang penting bagi ku adalah pembuktian jika benar maka buktikan lah, oh iya tapi kamu juga merokok ya soalnya kemarin badan mas bau rokok" ucap Ariena


Ilan memegang wajah Ariena agar menatap wajahnya


"Iya mas akan buktikan sama kamu. kalau merokok engga, mungkin mas bau rokok karena Andi merokok" ucap Ilan


"Baguslah kalau gitu karena rokok itu gak bagus buat tubuh dan kesehatan" ucap Ariena


"Iya mas tau, oh iya mas lupa tadi mas cari kamu mau ngasih tau kalau bunda mau pulang" ucap Ilan


"Sekarang" tanya Ariena


"Iya" jawabnya

__ADS_1


"Di hotel ini ada yang jual es krim gak ya" tanya Ariena


"Sepertinya tidak ada tapi di depan hotel ini ada supermarket biar mas belikan" ucap Ilan berjalan menuju supermarket di serang hotel


"Aku ikut" ucap Ariena sedikit berlari mengejar Ilan yang sudah berjalan deluan


Setelah selesai membeli es krim di supermarket mereka kembali ke hotel. Ternyata keluar Syahputra sudah menunggu Ariena di parkiran.


"Kamu kemana saja nak bunda sudah menunggu mu dari tadi" ucap bunda


Seharusnya mereka akan pergi dua jam yang lalu tapi karena Ariena belum kembali akhirnya mereka memutuskan menunggu Ariena.


"Maaf bunda Ariena tadi lagi duduk di taman nyarik angin" ucap Ariana


"Iya, lain kali kalau mau keluar bilang sama suami kamu, kasian dia cari kamu kesan kemari" ucap bunda


"Buc ana es cim Deli" ucap Deri


"Ini, kamu ini ya gak bisa di janjikan sesuatu inget aja" ucap Ariena memberi kantong plastik berisi es krim dan makanan ringan lainnya.


"Maci buc(makasih buk)" ucap Deri


"Sama-sama sayang" ucap Ariena mencium pipi gembul Deri


Akhirnya setelah selesai berpamitan mereka pulang, tak lama setelah bunda dan ayah pulang, Ariena dan keluarga Mahendra juga pulang kerumah masing-masing.


"nak papa akan pergi ke Filipina untuk menemui klien papa di sana dan mungkin agak lama karena mama sama papa sekalian nunggu wisuda Nandra" ucap papa


"apa aku gak salah dengan ya, tadi papa bilang Nandra, apa mungkinnnn? ah gak mungkin lah yang namanya Nandra itu pasti banyak, tapi kenapa bisa pas banget" batin Ariena

__ADS_1


"iya pa, tapi Ilan sepertinya tidak bisa hadir di wisuda Nandra pa soalnya banyak pekerjaan yang harus di selesaikan" ucap Ilan


"iya nak gak papa" ucap papa


"oh iya ma titip salam sama Nandra, maaf Ilan gak bisa datang" ucap Ilan setelah berpamitan dengan mama.


"ini nak" ucap mama


"pa ma Ariena pamit pulang ya, mama dan papa hati-hati di jalan ya tetap jaga kesehatan di sana" ucap Ariena mencium tangan papa dan memeluk mama


"iya sayang" ucap mama


"iya kamu juga ya nak" ucap papa


Ariena mengangguk tersenyum menampilkan lesung pipinya.


Setelah sampai di halaman rumah Ariena turun dari motor sport Ilan.


Sampai di kamar Ariena menaruh tasnya di nakas dan langsung ke kamar mandi untuk mengganti baju dengan daster kekinian setelah selesai Ariena tiduran di ranjang memainkan handphonenya. Sedangkan Ilan setelah mengantar Ariena dia langsung pergi ke kantor karena ada rapat yang sangat penting dan ada berkas yang harus di tanda tanganinya.


Terdengar suara bel Ariena langsung turun keluar dari kamarnya untuk membuka pintu.


"Ini non kopernya, maaf lama nganternya tadi bannya bocor jadi saya harus menggantinya" ucap pak mamang


"Iya pak gak papa" ucapnya tersenyum "terimakasih ya pak" ucap Ariena


"Iya non sama-sama kalau begitu saya pamit ya non" ucap pak mamang


Setelah pak mamang pergi Ariena menutup pintu dan membawa kopernya ke dalam kamar, Ariena membuka koper mengeluarkan baju kotor yang akan di cuci.

__ADS_1


__ADS_2