SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 2


__ADS_3

'di kamar'


Ariana mengambil handphone mengetik nomor yang akan di teleponnya.


"hallo" Ucapnya


"hallo Ariena, ada apa" tanya Eni


"kalian udah pada ngumpul di rumah Rini" tanya Ariena


"iya kami udah ngumpul tinggal nunggu kamu Ar" ucap Eni


"kalian deluan aja nanti aku nyusul" ucap Ariana


"lah kenapa, apa Lo gak ikut" tanya Eni


"enggak tau, intinya nanti kalau jadi aku langsung nyusul kalian" ucap Ariena


"ya udah kami tunggu Lo di cafe yang sudah kita tentukan" ucap Eni


"iya En" Ucapnya lalu memutuskan telponnya.


'tok tok tok' terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Ariena, bunda mambuka pintu dan langsung duduk di ujung ranjang di samping Ariena yg sedang berbaring.


"sudah bangun rapikan pakaian mu, tadi katanya mau pergi" ucap Bunda


"gak jadi" Ucapnya membuang muka


"kenapa" tanya Bunda

__ADS_1


"Bunda kan tau Ayah gak ngasih izin Ariena keluar" ucap Ariana


"siapa bilang, Ayah mengijinkan mu keluar kok nak,tapi dengan satu syarat" ucap Bunda


"syarat apa Bun" ucap Ariena langsung memposisikan tubuhnya untuk duduk tegak.


"syaratnya adalah kamu harus di temani Effin kemana pun kamu pergi" ucap bunda


"Bun kenapa harus ditemenin, Ariena bukan anak kecil lagi Bun" ucap Ariena


"Bunda tau nak tapi sudahlah ikutin saja apa yang Ayah kamu inginkan, cuman ini satu-satunya cara agar Ayah tak terlalu posesif ke kamu " ucap Bunda


"baik Bun Ariena mau di antara kemana-mana sama Effin" ucap Ariena


"ya sudah rapikan pakaian mu, biar Bunda bilang sama adikmu untuk mengantarkan mu" ucap Bunda berjalan keluar kamar


'kamar Effin'


"kamu lagi sibuk gak" tanya Bunda


"enggak Bun" ucap Effin menutup buku yang di bacanya.


"tolong antar kakak kamu ya nak, dia lagi ada acara sama temen-temennya" ucap Bunda


"kenapa gak pigi sendiri saja Bun, kak Ariena kan bisa bawa motor sendiri" ucap Effin


"kamu kaya gak tau aja sifat Ayah kamu, Ayah ngasih izin kakak kamu pergi, asal kamu mau nemenin kakak kamu keluar" ucap Bunda


"oh gitu Bun, oke lah Effin akan mengantar kak Ariena" Ucapnya

__ADS_1


sesampainya di parkiran cafe Ariena turun dari motor sport milik Effin.


"Fin ayo gabung di sana duduk bareng temen-temen kakak, dari pada di sini sendirian" ucap Ariana yang melihat adiknya itu ingin duduk di bangku yang cukup jauh. Effin yang tadinya ingin duduk tak jadi dan mengikuti Ariena ngumpul bareng temen-temennya.


√~√~√~


pagi hari


"hmm, Ayah Ariena kan sudah lulus SMA apa boleh Ariena menyambung kuliah" Tanyanya ragu


"iya yah izinkan Ariena kuliah" ucap Bunda


"tidak" Ucapnya ketus


"tapi yah kenapa, Ariena janji sama Ayah selesai kuliah Ariena langsung pulang" ucap Ariena meyakinkan


"tidak kamu tau bahasa tidak gak, kampus yang dekat dari sini sekitar 2 jam tak mungkin kamu pulang balik, belum lagi di sana pasti banyak laki-laki. gimana kalau nanti mereka dekati kamu nak, gak pokoknya Ayah tak memberi kamu izin untuk kuliah" ucap ayah tegas


"gimana kalau kita masukkan Ariena di kampus yang sama dengan Naya" ucap bunda


"enggak pokoknya Ariena tak boleh kuliah, ini keputusan ayah yang sudah final tidak ada satu orang pun yang boleh membantahnya" ucap Ayah


setelah perdebatan itu mereka melanjutkan makan tanpa ada yg membuka suara. sampai akhirnya Effin membuka suara.


"Bun Effin berangkat ke sekolah" ucap Effin mengambil tas,kunci motor lalu mencium tangan Bunda dan ayah bergantian.


"iya nak hati-hati di jalan ya naik motornya jangan ugal-ugalan" ucap bunda


"iya Bunda, assalamualaikum" Ucapnya berjalan pergi

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab ayah bunda dan Ariena


__ADS_2