
"Aku membuka pintu kamarku dan terlihat seorang laki-laki sedang menelepon seseorang dengan menggunakan aerphone di telinganya, duduk di ranjang dengan memangku laptop, ya siapa lagi kalau bukan Ilan suami ku. Eh apa aku baru mengakui dia suami ku,ah au ah bodoh amat mending aku langsung mandi" batin Ariena
Setelah selesai mandi Ariena duduk di meja rias untuk menyisir rambutnya.
Sambil sesekali ia melirik Ilan yang sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya.
"Hallo Lin, ini dokumen proyek yang ada di Dubai sepertinya ada yang salah cepat kamu berbaiki lagi, saya tunggu sampai besok pagi" Ucapnya
"Baik pak saya akan merevisi secepatnya" ucap Linda
"Oh iya sekalian suruh orang untuk membersihkan rumah saya dan tolong belikan beberapa perabotan untuk rumah saya" Ucapnya sesekali melihat Ariena dari pantulan cermin
"Baik pak"
Ilan langsung menutup teleponnya dan melanjutkan pekerjaannya di laptop, sedang Ariena memilih untuk mempersiapkan barang-barang yang akan di bawanya nanti saat tinggal bersama Ilan.
__ADS_1
Tak terasa hari mulai gelap Ilan menjalankan shalat Maghrib di mesjid. Berjalan bersama dengan Effin dan ayah jarak mesjid ke rumah hanya melewati sekitar 7 rumah. sedangkan Ariena lagi datang tamu jadi ia memilih di dapur menyiapkan makan malam. Bunda pun datang setelah selesai shalat.
"Gimana udah siap masaknya Ariena" tanya bunda
"Udah bun, itu tinggal nyusun di meja aja" uap Ariena
Terlihat masakan sup, gurame goreng dengan sambal yg begitu menggugah selera dan kangkung tumis.
Tak lama tiga lelaki memasuki rumah.
"Assalamualaikum" ucap ayah dan di ikuti dua laki-laki di samping ayah
Bunda melirik Ariena agar anaknya itu juga melakukan yang sama kepada suaminya, Ariena yang mendapat tatapan itu malas melakukannya, tapi ia tak ada pilihan terpaksa ia menuruti perintah bundanya. Dengan kikuk ia mencium tangan Ilan, sebenarnya Ilan juga sama seperti Ariena tapi ia bisa menyembunyikan ekspresinya yang salting itu dengan sikapnya yang dingin.
"Kak aku juga dong cium tangan aku, masa gak ada yang menyambut aku" ucap Effin
__ADS_1
"Ni mau di cium sama ini" ucap Ariena dengan mengepal satu tangan dan di arahkan ke adiknya itu
"Hehehe enggak jadi kak sayang muka Effin yang mulus ini nanti Effin gak ganteng lagi gak ada deh yang ngejer-ngejer adik mu yang tampan ini" Ucap Effin tersenyum terlihat lesung pipi yang menambah ketamvanannya
"Ihdih pd bangettttttttt Lo, kakak kasih tau ya yang tergila gila sama mu itu matanya minus jadi gak bisa bedain mana tampan mana ugly as hel" ucap Ariena
Effin tak terima langsung memegang bahu abang iparnya, "bang, aku kasihan sekali pada mu kenapa kamu mau sama gadis ini dia itu penggila KPop yang bernama BTS, hati-hati bang jangan sampai menyinggung tentang BTS kalau Abang gak mau kena terkam sama macan lapar ini" ucap Effin
Ilan hanya tersenyum mendengar ucapan adil iparnya, pertengkaran adik kakak ini lucu sih bagi Ilan sebenarnya karena di liat Ariena yang seperti kekanak-kanakan tapi dia sangat menikmati keributan yang di buat adik kakak ini.
"Apa kamu bilang " ucap Ariena ingin mengejar tapi ayah menghentikannya
"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi gak malu apa di liatin suami kamu riena, kamu juga Effin jangan ganggu kakak mu terus, ayo kita makan ayah sudah lapar" Ucapnya
"Dari harumnya sepertinya ini sangat enak" ucap ayah setelah duduk di meja makan dan melihat menu malam ini sangat menggugah selera.
__ADS_1
"Awas kamu ya" ucap Ariena melirik tajam ke arah Effin
Tapi Effin tak memperdulikannya dan ia malah menaikan sebelah alisnya seperti menyepelekan apa yang Ariena katakan.