
"Na pegangan nanti kamu jatuh" ucap Ilan yang sedang mengendarai motor sportnya
"Engga ah, mau modus ya" ucap Ariana
"dih siapa juga yang modus jangan gr kamu, saya bicara seperti ini itu karena lihatlah tubuh mu yang kecil kurus aku hanya takut kamu hanyut terbawa angin, jika kamu terbawa angin gimana coba, siapa yang report, aku juga yang report cari istri baru" canda Ilan
"Ih nyebelin" Ariena memukul bahu Ilan "bukan di cari istrinya mala cari yang baru, mana ada yang mau nikah sama es kaya kamu, kalau aku karena di jodohin kalau tidak mana mau aku" ucap Ariena
"Cie yang ngaku istri, jadi udah nerima ni kalau kamu adalah istri dari Ilan Mahendra" ucap Ilan
"Apa sih mana ada aku bilang gitu" ucap Ariana
"Udah ngaku aja istriku" ucap Ilan berhasil membuat detak jantung Ariena berdetak lebih kencang.
"Apa ini kenapa dengan ku, apa jangan-jangan akuuuuu. Tidak itu tidak mungkin aku hanya mencintai Nandra tak ada yang lain" batin Ariena
Sekitar 30 menit mereka sampai di hotel **** ,
"Mama sama papa di mana kok gak keliatan apa mereka sudah sampai" tanya Ariena
"Belum mereka belum sampai, karena kita naik motor jadi sampai lebih cepat, ayo ku antar ke kamar atau mau ku antar ke kamar bunda" ucap Ilan setelah mengambil kunci kamar di meja resepsionis.
"Nanti saja mungkin bunda lagi istirahat aku tak mau mengganggu istirahat mereka" ucap Ariena
Saat sampai di pintu hotel kamar mereka, Ilan langsung membuka pintu. Ariena di kejutkan dengan mawar ungu kesukaannya yang sudah di susun rapi di ranjang dan sudut-sudut ruang kamar.
"Apa-apaan ini, kan cuma mau ngadain resepsi pernikahan bukanya honeymoon" batin Ariena
Setelah menaruh kunci kamar di tembok Ilan terkejut melihat kamarnya penuh dengan bunga.
"Tapi siapa yang menyiapkan ini semua ini bunga kesukaan ku, hanya keluarga ku yang tau, apa mungkin ayah dan bunda, tidak mungkin lalu ini ide siapa" batinnya, pikiran terus bertanya-tanya
Setengah jam berlalu mereka duduk di ranjang hanya diam, mereka sangat canggung di situasi ini mereka bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
'ting tong" begitu lah kira-kira bel yang di bunyikan
Ariena dengan cepat bangkit dari ranjang. "Biar aku saja yang membukanya" ucap Ariena
Ilan hanya mengangguk, setelah membuka pintu kamar Ariena langsu mengambil kopernya yang di bawa pegawai hotel.
"Mas lagi apa" tanya Ariena heran melihat Ilan membersihkan ranjang yang penuh dengan bunga.
"Kamu gak liat aku lagi membersihkan ranjang, ini sangat kotor liat bunga-bunga ini memenuhi tempat tidur, bisa gatel-gatel kita tidur di sini" ucap Ilan
"Oh gitu" ucap Ariena menuju lemari. "bagus lah" batinnya, Ariena langsung membuka koper dan mulai menyusun baju-baju mereka ke lemari yang ada di kamar itu.
"Karena aku tau kamu belum bisa nerima ku sebagai suami mu, aku janji akan terus bersabar sampai kamu menerima ku dan memberikan hak ku atas ke inginan mu sendiri tanpa paksaan siapa pun" batin Ilan
"Mas aku mau nemui bunda, boleh tau gak kamar bunda no berapa" tanya Ariena
"Kamar no 07" ucap Ilan
Ariena berlalu pergi sesampai di depan kamar yang di beri tau Ilan, Ariena langsung memencet tombol yang terpasang di samping pintu. Tak lama ayah membuka pintu kamarnya.
"Ariena" ucap ayah
"Assalamualaikum yah" ucap Ariena memeluk ayah
"Waalaikumsalam, ayo masuk Na" ucap ayah mempersilahkan masuk
"Bunda, Ariena kangen bunda" Ucap Ariena memeluk Bunda
"Bunda juga kangen sama kamu, di rumah sepi gak ada kamu" ucap bunda
"Kalau gitu Ariena balik aja ya Bun biar bunda gak kesepian lagi" ucap Ariena
"Suami kamu bagaimana kamu ini ada-ada saja" ucap Bunda
"Oh iya Bun, tadi kamar Ariena penuh dengan bunga kesukaan Ariena" ucap Ariena
"Kamu suka hadiah kejutan dari kami nak" tanya ayah
"Jadi itu rencana ayah" tanya Ariena
"Bukan. itu rencana mertua kamu, kami hanya membantu sedikit, gimana kamu suka" tanya ayah
__ADS_1
"Iya yah bunga cantik" ucap Ariena bohong
"Kak Eriem,Deri,dan bang Dino jadi ikut ke sini kan Bun" tanya Ariena
"Jadi kok nak mereka lagi keluar beli susu Deri, soalnya susu Deri ketinggalan di rumah" ucap bunda
"Jadi Effin gak ikut Bun" tanya Ariena
"Enggak nak ujiannya belum selesai, dia gak bisa ikut" ucap Bunda
"Ya padahal aku juga kangen sama dia" ucap Ariena sedih
"Jauh aja di kangeni, nanti kalau jumpa kaya kunci sama anjing" sindir ayah
"Ayahhh, Bun liat ayah masa anaknya di samain sama hewan" ucap Ariena manja
Bunda hanya tersenyum.
"Ayah bukan samain kamu sama hewan tapi maksud ayah itu hanya perumpamaan sayang" ucap ayah tersenyum melihat tingkah anaknya itu.
Tak terasa sudah malam, "Bun,yah Ariena mau balik kekamar sudah malam" ucap Ariena
"Iya nak" ucap ayah
-√-√-√
Tak terasa hari resepsi pernikahan Ilan dan Ariena akan berlangsung pagi hari ini di hotel**** .
Dekorasi resepsi menonjolkan warna putih dan gold dan di padukan dengan biru muda.
'Drettt drettt drettt' handphone mama berdering
"Hallo ma assalamualaikum" ucap Nandra
"Waalaikumsalam ndra" ucap mama
"Apa kabar mama papa dan yang lainnya sehatkan" ucap Nandra
"Alhamdulillah kami di sini semuanya sehat, kamu sendiri gimana kabarnya" mama balik bertanya
"Iya Nan hari ini, kamu mau bicara sama Ilan biar bunda panggilin Abang mu itu" ucap mama
"Tidak usah ma Nandra tak bisa lama-lama telponannya Nandra bentar lagi ada sidang doakan Nandra ya ma agar sidang Nandra berjalan dengan lancar dan sampaikan salam ku pada bang Ilan dan kakak ipar semoga mereka menjadi keluarga samawa" ucap Nandra
"Aamiin mama doakan semoga sidang skripsi kamu lancar nak pokoknya semangat buat kamu mama di sini salalu doakan kamu yang terbaik" ucap mama
"aamiin makasih ya ma doanya, assalamualaikum" Ucapnya
"Waalaikumsalam" ucap mama mematikan telponnya
Di kamar hotel
"nanti kalau sudah siap bangunkan saya. Saya ngantuk mau tidur" ucap Ilan duduk menyender di sofa
'Ariena hanya diam menganggukkan kepalanya. Tak terasa akhirnya selesai juga make up by diri sendiri, Ariena sengaja meminta agar dirinya yang memake up wajahnya sendiri, selesai make up Ariena memakai baju resepsi yang sudah di sediakan.'
'tok tok tok' terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar
"eh mama" ucap Ariena membuka pintu
"Wah cantiknya mantu mama emang gak salah deh mama pilih mantu" puji mama
"Mama bisa aja, mama juga cantik" ucap Ariena tersenyum malu
"Ah kamu mamakan memang cantik" mama tertawa "oh iya di mana Ilan" tanya mama
"Itu ma lagi tiduran di sofa" jawab Ariena
"Kenapa, apa dia sakit" Tanya mama
"Enggak kok ma mas Ilan cuma kurang tidur, karena kerjaannya belum selesai jadi mas Ilan tidur sampai larut malam" jawab Ariena
"Ilan ini ya kebiasaan banget, Ariena mama bilang ya ke kamu, kamu harus ngomong sama Ilan, bilang sama dia jangan kerjaan mulu yang di pikirkan, sekarang dia punya tanggung jawab lain selain pekerjaannya itu kamu juga butuh di perhatikan sama dia" ucap mama
__ADS_1
Ariena hanya tersenyum kikuk dan berkata "iya ma"
"tamu sudah mulai berdatangan ayo kalian harus turun" ucap mama
"Iya ma Ariena banguni mas Ilan dulu" ucap Ariena
"Ya sudah mama kebawa deluan mau nemui para tamu" ucap mama
"Iya ma" Ucapnya "Mas, mas, bangun, ayo kita sudah di tunggu" ucap Ariena menepuk-nepuk bahu Ilan
Ilan membuka mata langsung termenung melihat Ariena berdiri di hadapannya, Ariena begitu cantik dengan make up yang sederhana di wajahnya, dengan balutan gaun yang senada dengan baju Ilan.
"Mas" panggilan Ariena membangunkan Ilan dari lamunan
"Iya" jawab Ilan
"Ayo kita turun, para tamu sudah datang" ucap Ariena
Saat sampai di tangga Ilan menggandeng tangan Ariena,Turun bersama. Perlakuan Ilan berhasil membuat Ariena malu,salting,grogi campur aduk
"Hay bro congratulations ya" ucap Andi memeluk sahabatnya itu
"Iya makasih bro, gue kira Lo gak datang" ucap Ilan
"Mana mungkin di hari penting temen gue, gue gak datang" Ucap Andi
"kenalin ini Ariena istri ku, dan Ariena kenalin ini teman ku dia tinggal di Korea mengurus perusahaannya di sana" ucap Ilan
"Andi" Ucap andi
"Ariena" Ucapnya
"Istri dan anak Lo di mana apa mereka tak ikut" tanya Ilan
"Mereka lagi ke toilet mengganti popok Hani, sebentar lagi mereka juga sampai kok" Ucapnya
Tak lama orang yang di bicarakan datang, menggandeng seorang anak yang menggunakan gaun di atas lutut bewarna merah,pipi chubby,putih,alis tebal,bulu mata lentik. Membuat siapa saja yg melihatnya pasti iri memiliki anak menggemaskan seperti itu.
"Sayang papi" ucap Andi menggendong Hani
"Yang kenalin ini istri Ilan namanya Ariena" ucap Andi
"Hana" ucap Hana tersenyum
"Ariena kak" ucap Ariena
"Kalau yang ini siapa namanya" tanya Ariena mengelus pipi chubby Hani
"Hani Tante" bukan Hani yg menjawab melainkan Hana
"Oh Hani ya namanya, kenalin nama Tante Ariena" ucap Ariena tersenyum pada anak yang kira-kira berumur sekitar 2 thn lebih
"Kalian udah pada makan belum, ayo makan dulu nikmati hidangan yang sudah di sediakan" ucap Ilan
"Lo tau aja gue udah laper, kami permisi dulu mau makan" ucap Andi tertawa
"Ilan, Ariena selamat ya atas pernikahannya semoga langgeng sampai kakek nenek ya" ucap Hana
"Aamiin" ucapa Ilan
Sedangkan Ariena hanya mengangguk tersenyum entah apa arti dari senyumannya itu.
Ilan dan Ariena kembali berjalan menuju pelaminan.
"Selamat ya pak" ucap rekan bisnisnya
"Selamat buk"
"Iya" jawab Ariena tersenyum
"Pak Ilan selamat ya" ucap Linda tersenyum manis,
"Selamat" ucap Linda bersalaman pada Ariena tanpa ekspresi
__ADS_1
"dia kenapa? Apa aku pernah buat salah sama dia, kalau di liat sepertinya dia tidak menyukai ku" batin Ariena