SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 45


__ADS_3

-√-√-√


dua minggu kemudian


'tringgggg tringgggg tringgggg' suara handphone Ariena berbunyi


"hallo sayang" ucapnya


"iya yang" ucap Ariena


"kamu lagi ngapain" tanya Nandra


"aku lagi masak di dapur" jawab Ariena


"wahh pantas saja wanginya sampai sini, buat aku jadi laper" ucap Nandra


"ah kamu bisa aja, mana mungkin baunya samapi di sana" ucap Ariena tersenyum


"iya loh sayang beneran aku gak bo'ong" ucap Nandra


"ya iya pasti di sana lagi masak juga" ucap Ariena terkekeh


"hehehe iya kamu tau aja" ucap Nandra juga tertawa


"oh iya kamu masih di Medan kan?" tanya Nandra


"iya" ucap Ariena


"pas banget aku udah pulang, aku ke sana ya" ucap Nandra


"ha mau ngapain!" tanya Ariena


"ya mau jumpa sama kamu la, sekalian kenalan sama orang tua kamu" ucap Nandra


"jangan sekarang" ucap Ariena panik


"kenapa yang?" ucap Nandra


"waktunya belum tepat besok aja kalau aku udah pulang nanti aku kenalkan Abang sama keluarga ku" ucap Ariena

__ADS_1


"baiklah" ucap Nandra


"satu jam lagi kita jumpa di taman dekat perumahan -*-*-* ya" ucap Ariena


"siap bos laksanakan" ucap Nandra


"oke, see you" ucap Ariena


"see you too" ucap Nandra mematikan telponnya


setelah menerima telepon dari kekasihnya Ariena melanjutkan memasaknya, sepuluh menit kemudian Ariena sudah selesai masak saat Ariena ingin memanggil Effin handphonenya berbunyi menampilkan nama *mas Ilan* di layar handphonenya.


"hallo" ucap Ariena setelah mengangkat telponnya


"hallo Ariena" ucap Ilan


"iya mas"


"kamu habis telpon sama siapa kenapa saya hubungi no mu selalu sibuk" ucap Ilan too the point


"e itu tadi aku habis telponan dengan bunda mas" ucapnya bohong


"saya cuma mau ngasih tau kamu kalau saya sudah membeli peralatan dan seragam sekolah untuk Effin" ucap Ilan


"kamu ingat kalau besok Effin sudah masuk sekolah" ucap Ariena


"ya ingat lah, aku kan belum pikun." ucap Ilan


"nanti sekretaris saya akan mengantarkannya ke rumah jadi kamu tak perlu repot-repot belanja membeli peralatan sekolah untuknya" ucap Ilan


"cie cie ada yang perhatian ni kayanya takut istrinya kecapean ya, hmm atau ada udang di balik bakwan" ucap Ariena menggoda


"dih siapa juga yang perhatian, saya cuma gak mau kalau kamu yang belanja. bukanya belik perlengkapan Effin malah belanja untuk diri mu sendiri lagi" ucap Ilan


"dasar pelit bilang saja mas takut aku menghabiskan uang mu kan" ucap Ariena


"nah itu kamu tau" ucap Effin tertawa


"ih nyebelin, oke mulai sekarang aku gak akan pakek uang yang mas kasih" ucap Ariena

__ADS_1


"jangan gitu dong sayang, tadi mas cuman becanda" ucap Ilan keceplosan


"apa tadi dia bilang aku 'sayang' atau aku cuma salah dengar ya" batin Ariena


"tadi mas bilang apa" tanyanya


"yang mana" ucap Ilan pura-pura bodoh


"yang tadi barusan" ucap Ariena


"oh yang, 'tadi mas cuma becanda' " ucap Ilan


"bukan itu yang sebelumnya" ucap Ariena


"yang mana sih Na mas lupa, emang mas bilang apa tadi" ucap Ilan pura-pura tak mengerti


"sudahlah lupakan saja" ucap Ariena kesal


"bener deh, mas tadi cuma becanda maaf kalau kamu tersinggung, mas cuman takut kamu kecapean udah itu aja. mas gak ada maksud tertentu sama kamu kok" ucap Ilan meyakinkan


'wah beneran dia menghawatirkan ku' batin Ariena.


entah mengapa Ariena sangat senang saat Ilan selalu perhatian atau menghawatirkannya, bahkan saat dia lagi sibuk sekali pun Ilan akan menyempatkan untuk menanyakan kabarnya.


"mas jadi pulang hari ini" ucap Ariena


"jadi" ucap Ilan


"jam berapa kira-kira sampai sini" tanya Ariena


"sekitar tengah malam sepertinya, kenapa? kamu sudah kangen ya sama mas" ucap Ilan


"ih gr aku tanya karena biar tau porsi yang harus ku masak, kan sayang kalau masak banyak dan ternyata mas gak pulang. sayang tau buang-buang makanan sedangkan di luar sana masih banyak yang membutuhkan dan kita malah membuang-buang makanan" jelas Ariena


"emang istri ku the best" ucap Ilan


"oh jelas sudah pasti itu" ucap Ariena membanggakan diri


"iye iye terserah lu dah, udah dulu ya masih banyak berkas yang harus di pelajari untuk meeting nanti" Ucap Ilan

__ADS_1


"oke mas" ucap Ariena mematikan telponnya


__ADS_2