
hujan turun lebat seolah-olah alam mengetahui suasana hatinya saat ini, Ariena terus memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di atas 60 km per jam.
"kenapa, kenapa mas, kenapa! . apa kamu tak ingin mendengarkan penjelasan dari ku dulu. kenapa kamu mengambil keputusan ini sendiri, kenapa!!!"
"kenapa kamu tega dengan ku, di saat aku sudah mencintaimu. mengapa kamu meninggalkan ku. kenapa...."
"dulu aku memang ingin kita pisah tapi." Ariena menagis sejadi-jadinya.
"ta'tapi a'aku tidak mau cerai, aku sangat bodoh kenapa aku berkata seperti itu dulu, ya Allah tolong kembalikan mas Ilan. maafkan ucapan hamba yang mengatakan tidak ingin dengannya. hamba mohon persatukan lah kami lagi, hamba janji tidak akan menyia-nyiakan dia"
"seharusnya dari awal aku memberi tau hubungan ku dan Nandra padanya. pasti ini semua tidak akan pernah terjadi"
Dengan air mata yang menyatu dengan hujan, Ariena terus menangis dan terus bertanya pada dirinya sendiri dan kebodohan yang telah dia lakukan.
Dengan keadaan hujan yang lebat dan Ariena yang tidak fokus pada jalannya sampai akhirnya dia melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi membuat motor yang Ariena bawa oleng dan menyeretnya hingga tubuhnya menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. membuat Ariena mengeluarkan banyak darah, dia ingin bangun tapi apa lah daya tubuhnya sangat sakit.
"m'ma's a'ku men'cinta'imu,t'tol'long ma'afkan" setelah mengatakan itu Ariena tak sadarkan diri
__________-------
RS *******
setelah menunggu sejam lebih akhirnya dokter keluar dari UGD.
"dok gimana keadaan menantu saya, dia baik baik saja kan dok" ucap mama
"untuk saat ini kita tunggu saja, karena menantu ibu lama mendapat pertolongannya itu membuatnya banyak kehilangan darah jadi kita tidak tau pasti kapan menantu ibu akan sadar. baik kalau begitu saya permisi" ucap dokter
papa hanya menjawab dengan anggukkan. "mah ayo duduk, kita tunggu saja,mama yang tenang Ariena pasti segera sadar" ucap papa mengajak mama untuk duduk.
"papa sudah mengabari keluarga Syahputra kan?" ucap mama
"sudah mah. mungkin mereka akan sampai di sini malam ini" ucap papa
"Effin sudah papa kabarin juga kan?" ucap mama
"udah mah, Sebentar lagi dia kesini" ucap papa
__ADS_1
'tring tring tring' suara handphone mama sudah berbunyi lebih dari dua kali
"ini Nandra pah, lebih baik mama tidak mengangkat nya mama takut dia menanyakan tentang Ilan dan Ariena pah" ucap mama
"sudah angkat saja mah. pasti Nandra sangat khawatir jika mama tak mengangkatnya" ucap papa
mama langsung mengangkat telponnya saat handphonenya berbunyi kembali.
"hallo nak, assalamualaikum" ucap mama
"waalaikumsalam mah, mama kemana? kenapa tidak mengangkat telpon dari Nandra" ucap Ariena
"e'e itu mama tadi lagi" ucapnya terhenti saat seorang perawan datang menghampiri mereka
"maaf tuan,nyonya saya hanya ingin memberi tau bahwa nona Ariena. sudah di pindahkan ke ruang rawat" ucap perawatan tersebut
"oh iya sus, terimakasih" ucap papa
"hallo mah, Ar eh maksudnya kak Ariena kenapa?" ucap Nandra
"k'kamu salah dengar nak, ini mama lagi di mall kok kamu pasti salah dengar" ucap mama ngeles
"e itu anu e... Ariena kecelakaan nak" ucap mama
"apa!!! ya sudah kalau begitu Nandra akan segera kembali ke tanah air sekarang juga" ucap Nandra panik dan langsung memutuskan telponnya tanpa pemberitahuan
________
malam hari Nandra sudah sampai di indo dan langsung menuju RS******* tempat Ariena di rawat.
"maaf sus, dimana ruang VVIP tulip" ucap Nandra
"di lantai 2, setelah naik lift anda bisa belok kiri, kamar tulip ada di sebelah kanan" ucap resepsionis
"baik terimakasih" ucap Nandra pergi menuju lift
sesampainya di ruang rawat Ariena. Nandra langsung masuk tak lupa pula dia menyalami kedua orang tuanya yang duduk di sofa menunggu Ariena.
__ADS_1
"bagaimana keadaan Ariena sekarang mah?" ucap Nandra
"tadi dokter mengatakan Ariena sudah mulai membaik dan seharusnya Ariena sudah sadar tapi dia belum juga sadar" ucap mama
"bang Ilan dimana mah? kok aku gak ada liat dia dari tadi" ucap Nandra
"itu... e itu dia hm..." ucap mama gugup
"ada apa mah, kenapa mama terlihat gugup katakan yang sebenarnya mah jangan buat Nandra khawatir" ucap Nandra
"Eeeee"
"pah tolong katakan ada apa ini, tolong pah. katakan ada apa ini?" ucap Nandra
"sebenernya. kami sudah mengetahui apa yang membuat mu memutuskan untuk mengelola perusahaan kita yang ada di luar negeri dan pergi terburu buru. setelah kepergian mu Ariena datang menanyakan suaminya ada di mana dan menjelaskan semuanya kepada kami" ucap papa menceritakan semuanya kepada Nandra
setelah selesai menceritakan segalanya, Nandra berjalan mendekati Ariena yang sedang terbaring dengan tangan tertancap jarum infus dengan luka luka di beberapa bagian tubuh yang tertutup perban. itu sangat melukai hati Nandra.
"aku tau kamu tak mau bangun karena kamu ingin di saat kamu membuka mata. kamu melihat orang yang kamu cintai kan. baiklah aku akan membawa bang Ilan ke sini, tapi kamu harus berjanji setelah dia ada di hadapan mu. kamu harus bangun ya" ucap Nandra mengelus kepala Ariena.
Nandra langsung berbalik badan membelakangi orang tuanya untuk menghapus air mata yang tanpa izin keluar begitu saja. ada rasa sedih sakit kesal melihat Ariena yang terbaring dengan beberapa luka yang lumayan parah merasa gagal melindungi wanita yang dicintainya dan melihat Ariena yang sangat mencintai Ilan membuat hatinya sangat sakit, tapi mau tak mau dia harus merelakan orang yang di cintainya bahagia dan cintanya.
"mama sama papa udah makan belum, biar Nandra beli makanan" ucap Nandra setelah berbalik menghadap orang tuanya
"tidak usah Nan, Effin sedang membelinya" ucap papa
"ya sudah kalau gitu Nandra pergi dulu" ucap Nandra
"mau kemana?" ucap mama
"menemui bang Ilan" ucap Nandra
"emang kamu tau Abang kamu ada di mana" ucap papa
"sepertinya Nandra tau dia ada di mana pah. Nandra pergi dulu assalamualaikum" ucap Nandra
"iya waalaikumsalam"
__ADS_1
kedua orang tua itu hanya bisa melihat kepergian anaknya dengan wajah sedih dan ibah. mereka tau apa yang di rasakan Nandra tapi mereka juga sadar cinta tak bisa di paksa, mereka cuma bisa berdoa semoga kebahagiaan datang dalam hidup anak anaknya