SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 57


__ADS_3

tak lama Ilan sampai di rumahnya setelah kejadian itu dia buru-buru pulang untuk melihat keadaan Ariena. dia sangat mencemaskan Ariena bahkan waktu meeting tadi. Ilan hanya ikut meeting Sebentar pikirannya tidak fokus dia terus memikirkan dan akhirnya Ilan menyuruh Difan untuk menggantikannya.


sesampainya di rumah Ilan tak menemukan Ariena di mana pun bahkan satpam rumahnya mengatakan Ariena belum pulang sejak tadi. Ilan sudah mencoba menelpon tapi sayangnya handphone Ariena tidak bisa di hubungi. Ilan bergegas masuk kamar kembali untuk membersihkan tubuhnya. saat Ilan turun dari tangga ingin mencari Ariena. pintu rumah terbuka menampakan Ariena yang baru masuk.


"Ariena" ucap Ilan memeluk Ariena. tentu saja perlakuan Ilan yang dia terima membuatnya terkejut


"kamu udah pulang mas?" ucap Ariena


"iya, kamu kemana tadi kok baru pulang? kok gak izin sama ku. bukanya tadi kamu bilang mau pulang tapi kok mala keluyuran" ucap Ilan


"ee'itu anu aku" ucap Ariena menunduk takut akan kemarahan Ilan.


"sudah gak papa lain kali kalau mau keluar bilang dulu sama aku ya" ucap Ilan lembut.


di luar dugaan ternyata Ilan tidak marah justru dia menggenggam tangan Ariena mengusap-ngusapnya dengan penuh kasih sayang. sampai Ariana heran dengan sikap yang di tunjukkan Ilan.


"kamu udah makan belum" tanya Ilan


Ariena menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"ya udah kamu duduk di sini" ucap Ilan mendudukkan Ariena di kursi meja makan


"mas mau ngapain?" ucap Ariena


"tidur. udah tau ini dapur masih tanya mau ngapain" ucap Ilan dingin


"emang mas bisa masak" ucap Ariena tersenyum

__ADS_1


"bi'bisa cuma masak mah kecil" ucap Ilan


"sebenernya apa yang terjadi padanya. kenapa dia bersikap manis kepada ku. jangan-jangan kepalanya kepentok dinding di kantor" batin Ariena


beberapa menit kemudian Ilan berjalan menuju meja makan dengan membawa mie instannya.


"tadaaaa, liat aku bisa masakkan" ucap Ilan


"yeee anak kecil juga bisa kali buat mie instan" ucap Ariena


"biarin yang penting kan bisa masak" ucap Ilan tertawa.


deg jantung Ariena berdetak kencang seperti habis olahraga saat melihat tawa Ilan yang baru kali ini dia liat. membuat Ariena terpelongo mengagumi keindahan di depan matanya.


"aku tau aku ganteng tapi tutup mulut mu nanti laler masuk ke mulut kamu Na" ucap Ilan menyadarkan Ariena .


Ariena yang malu langsung mengambil mie dan memakannya. bodohnya dia lupa kalau mie itu masih sangat panas. sialnya lagi Ariena tersedak mie yang di makan


Ilan mengikuti Ariena dan membantu Ariena yang tersedak lalu memberikan gelas berisi air. Ariena langsung meminumnya


"makanya kalau makan itu pelan-pelan dan liat itu masih panas atau sudah dingin. buat orang khawatir aja" ucap Ilan


tiba-tiba Ilan memajukan wajahnya ke Ariena sampai hidung mereka bersentuhan. Ariena hanya diam dan terus memundurkan tubuhnya sampai terapit dengan tubuh Ilan dan tembok.


Ariena terkejut saat bibir mereka saling bersentuhan Ariena mencoba menolak tapi tak bisa kepalanya sudah terhimpit dinding dan kepala Ilan. Ilan mulai mencium nya, dia hanya diam pasrah tanpa perlawan.


"gimana udah gak panas kan" ucap Ilan.

__ADS_1


Ilan kembali mencium nya Ilan yang melihat Ariena tidak ada perlawanan seperti tadi. membuat Ilan menganggap bahwa Ariena setuju jika dia menciumnya.


yang tadinya hanya sekedar ciuman biasa semangkin lama semangkin ganas dan liar Ilan memainkan lidahnya di dalam mulut Ariena. sedangkan Ariena memejamkan matanya dia menggenggam erat baju Ilan. ya walaupun di sini Ariena hanya diam,kaku dan hanya merasakan sentuhan lembut yang di berikan Ilan padanya. setelah bibir Ilan memberi beberapa tanda di leher,bahu.


Ilan tanpa sadar membuka dua kancing kemeja Ariena terlihat dua gunung yang tertutup bra. sekarang Ilan mulai memberi tanda kepemilikan di dada Ariena dengan satu tangan memeluk pinggang Ariena. Ariena yang tersadar langsung menutupi dadanya Ilan langsung menoleh ke wajah Ariena. Ariena hanya menggeleng. Ilan yang mengerti maksud Ariena menyudahi permainannya dan langsung mengancingkan kembali baju Ariena tapi pandangannya terus menatap Ariena.


"maaf" ucap Ilan


Ariena hanya mengangguk. Ilan langsung mengajak Ariena untuk melanjutkan makan mereka. agar menghilangkan kecanggungan di antara mereka berdua.


"sial bodoh sekali aku! bisa-bisanya aku lepas kendali. padahal aku cuma mau menakutinya saja" gumangnya


entah mengapa Ariena hanya mengangguk dan menggeleng tanpa mau bersuara. apa kah Ariena marah atau dia hanya syok atas apa yg terjadi tadi? tidak munafik di juga menikmati sentuhan itu tapi dia masih bingung kenapa tubuh sangat menikmati belaian Ilan dan hatinya tidak ada marah atau kesal atas tindakan yang di perbuat Ilan pada dirinya.


selesai makan mereka memilih duduk di ruang keluarga sambil menonton film kesukaan Ariena. 'Detektif Konan'


"kamu suka film anak-anak ini Na" ucap Ilan Hera


"iya" ucap Ariena


"apa gak ada siaran lain yang kamu suka yang lebih enak di liat orang dewasa. seperti film romantis,aksi,horor atau jangan-jangan kamu sukanya film p*r**" ucap Ilan tersenyum mesum


"ihhhhh enak aja! sembarang aku tuh masih polos belum pernah liat yang begituan. lagian film Konan itu seru tau! kerjaan mereka memecahkan kasus yang tak pernah terpikirkan tapi mereka bisa memecahkannya" ucap Ariena


"tapi aku bosan melihatnya lebih baik kita jalan-jalan keluar" ucap Ilan


"ya udah sana pigi. aku malas film ku belum selesai" ucap Ariena yang fokus ke tv

__ADS_1


"masak aku sendiri. aku mengajak mu aku tak mau sendirian" ucap Ilan


"jangan sekarang mas. aku lagi gak mood" ucap Ariena


__ADS_2