
________--------
di pinggir kota terlihat perkebunan buah-buahan yang begitu luas orang yang tak tau akan berpikir bahwa ini hutan bukan kebun bahkan mereka tidak tau di mana ujung dari perkebunan itu, di pagari dengan tembok yang sangat kokoh, ada sekitar 3 satpam berjaga di gerbang. mungkin jika di lihat dari luar orang akan berpikir bahwa itu hanya sekedar kebun buah-buahan atau hutan yang di jaga oleh satpam. jika kita masuk kedalam area perkebunan kita akan sangat terkejut melihat beberapa, bukan beberapa lagi tapi ada sekitar 200 penjaga kekar. jika kita berjalan terus memasuki kebun yang di penuhi dengan pepohonan yang lebat dan tinggi kita tidak akan menyangka ada rumah pohon yang begitu indah dan tampak begitu sangat mewah. demi mengamankan dan membuat daerah sekitar aman dan nyaman 100 lebih penjaga menyamar menjadi tukang kebun dan sisanya menjaga perkebunan dan rumah pohon tersebut dengan berseragam hitamnya.
Ilan berdiri di balkon kamarnya dengan memegang gelas yang berisi minuman memabukkan.
ya. ini adalah rumah pohon milik Ilan saat dia merasa sangat stres dan frustasi dia akan datang ke sini untuk menenangkan pikiran dan hatinya. karena tempatnya yang sunyi dan jauh dari keramaian.
semenjak kejadian seminggu yang lalu dia terus mengkonsumsi minuman memabukkan seperti orang yang sudah sangat kencanduan dengan minuman terlarang tersebut. setiap dia teringat kejadian di mall itu tumbuhnya dengan refleks langsung mencari minuman itu untuk menenangkan hatinya yang kacau.
'flashback'
"hampir saja aku melupakan album dan aksesoris kpop kesukaannya, jika tak ada ini pasti surprise ku kurang menyenangkan. jadi gak sabar gimana melihat reaksi senangnya dia saat aku memberikan boxs ini padanya" batinnya sambil tersenyum memikirkan bagaimana senangnya Ariena mendapat kejutan darinya
saat Ilan berjalan keluar dia seperti melihat Nandra yang duduk dengan seorang wanita. walaupun Nandra memakai masker dan topi, Ilan tetap bisa mengenali adiknya itu.
__ADS_1
"itu bukannya Nandra kenapa dia harus menggunakan masker, dengan seorang wanita dan sepertinya aku tak asing dengan baju yang di kenakan wanita itu"
" ya aku ingat bukanya itu baju yang di kenakan Ariena tadi, tapi bukanya dia ada di hotel. lebih baik aku selidik sejak kapan mereka seakrap itu dan kenapa bertemu seperti sembunyi²" gumangnya. Ilan mendekati mereka dan duduk di samping tembok yang bersampingan dengan Nandra dan Ariena
"sebenernya ini sangat sulit untuk ku tapi aku harus memperjelas hubungan kita. aku akui aku sangat mencintaimu kita sudah melewati banyak kenangan manis bersama. Abang yang selalu membantu ku di saat aku sedang tertekan selalu ada di kala sedih dan bahagia. kalau saja aku tidak di jodohkan dengan mas Ilan pasti aku sudah menjadi istri mu" ucapan dari Ariena terdengar sangat sendu dan itu membuat hatinya seperti tertusuk pisau sangat sakit, mendengar istrinya bicara seolah olah dia menyesal menikah dengannya.
"apa aku tak salah dengar, benarkah ini. jadi selama ini pacar yang di maksud Ariena ada Nandra"gumangnya syok, dia masih tak percaya apa yang di dengarnya
tiba-tiba seorang anak berlari dengan membawa es krim di tangan tersandung dan menabrak ilan.
"kamu gak papa kan" tanya Ilan pada anak yang menabraknya
"hiks hiks hiks" anak itu hanya menangis
"maaf tuan anak saya tak sengaja menabrak anda, baju anda jadi kotor biar saya. kalau begitu biar saya ganti bajunya" ucap ibu dari anak itu
"iya tidak papa buk, tidak usah nanti saya bersihkan saja" ucap Ilan
setelah kepergian ibu dan anak tadi Ilan kembali mendengarkan percakapan Ariena dan Nandra.
"nah gitu kan enak di liatnya. ini baru namanya Ariena Asifa kesayangan dua bersaudara" ucap Nandra
"udah jangan nangis-nangis lagi ya kakak ipar sayang" ucap Nandra
"ih apa an sih geli aku dengarnya" ucap Ariena
"hehehe ya udah ayo kita pulang biar aku antar pulang" ucap Nandra
"ayo tapi jangan antara ke rumah. tapi ke hotel*******" ucap Ariena
__ADS_1
"tumben mau di antara biasanya juga nolak" ucap Nandra
"kan lumayan kapan lagi coba dapat tumpangan gratis dari adik ipar. ikhlas gak sih nawarinya" ucap Ariena
"hehehe ikhlas lah kak, untuk kakak ipar apa pun akan ku lakukan" ucap Nandra tertawa
setelah kepergian mereka berdua Ilan masih diam dia syok atas apa yang dia dengar.
ternyata dia hanya mendengar setengah dari ungkapan perasaan Ariena dan itu membuat kesalah pahaman ini terjadi.
'flashback off'
"kenapa aku sebodoh ini, kenapa aku mencintainya padahal dia sudah bilang dia sudah punya pacar"
"semua ini salah ku. kenapa aku memaksa untuk mendapatkannya!!!"
"pernikahan ini atas dasar perjodoh yang di paksakan. walaupun aku tau dia menikah dengan ku karena terpaksa. tapi aku dengan beraninya ingin mendapatkannya dan merebutnya dari pacar yang di cintainya dan ternyata adalah adik ku sendiri"
"kenapa aku sangat bodoh, mereka pasti sekarang sudah bahagia,mereka sudah bisa bersatu lagi. aku harus ikhlas demi orang² yang ku sayang, kebahagiaan dua orang lebih berharga dari pada satu orang, aku harus kuat demi orang tua ku jangan sampai mereka sedih karena masalah ini"
"jika dari awal aku mencari tau. pasti semua ini tak akan terjad, ahhhhgh!!! kenapa. kenapa? kenapa aku bodoh sekali"
karena geram,marah pada dirinya sendiri dan amarahnya yang memuncak mengakibatkan gelas yang dia genggaman pecah, dan itu membuat beberapa pecahan gelas menggores tanganya sampai tanganya dipenuhi dengan darah segar.
terdengar suara ketukan pintu tapi Ilan mengabaikannya seolah olah dia tak mendengarnya.
"inikan masih jam 6 pagi kenapa bibik ran sudah datang bukanya sudah ku bilang jangan datang sebelum aku yang menyuruhnya" gumangnya kesal
tak ada lagi suara ketukan pintu Ilan langsung membaringkan tubuhnya di tempat duduk yang ada di balkon, karena pusing melihat darah yang ada di tangannya. saat matanya mulai terpejam dia merasakan ada yang menyentuh tanganya yang terluka dan itu tentu membuatnya terbangun.
__ADS_1
"kamu!!!" ucapnya terkejut langsung menarik tangannya yang tengah di perban