
Bunda mengetuk pintu kamar Ariena lalu masuk menghampiri anaknya yang duduk di ujung ranjang bersama Eriem.
"Subhanallah cantiknya anak bunda, ayo kita turun akadnya sudah akan di mulai. kamu harus turun kebawa nak" ucap bunda. Ariena hanya mengangguk
lalu bunda menggandeng tangan Ariena untuk turun bersama.
Ariena dituntun bunda untuk duduk di samping laki-laki berjas putih kemeja bewarna biru muda seperti gaun yang di pakai Ariena.
Ariena nampak sangat gugup begitu pula dengan Ilan tapi hanya saja Ilan pandai menutupinya.
"bagaimana apa sudah bisa kita mulai, tapi sebelum itu saya ingin bertanya kepada kedua pengantin" ucap penghulu
"saudara Ilan Mahendra apa benar ini yang bernama Ariena Asifa" tanya penghulu
"iya" jawab Ilan
"saudari Ariena Asifa apa benar ini calon suami anda yang bernama Ilan Mahendra" tanya penghulu
"iya bener" Ucapnya
"saudari Ariena Asif dengan sadar, benar ingin menikah dengan calon suami yang bernama Ilan Mahendra, tanpa paksa dari siapapun" tanya penghulu
"iya" ucap Ariena
"calon suami tak perlu di tanya sepertinya, sudah bisa di liat dari calon istri yang cantik, baik ini, jika saya belum menikah saya pasti yang akan menikah" Ucapnya terhenti
"menikahkan mereka berdua maksud saya" Ucapnya mengundang gelak tawa dari semua orang yang menyaksikan pernikahan mereka, kecuali Ariena dan Ilan yang tak memperdulikan candaan si penghuni.
"sepertinya pengantin sudah tak sabar, baiklah kita mulai ijab qobul nya" ucap penghulu
akhirnya ijab qobul berjalan dengan lancar, Ilan hanya butuh satu kali ucapan dan semua berkata 'sah' yang berarti pernikahan mereka sudah di akui di mata agama dan negara.
__ADS_1
Ariena mencium tangan Ilan begitu pula dengan Ilan ia mencium kening Ariena, bergantian memasukkan cincin di jari manis mereka
.
Setelah menyelesaikan berkas pernikahan yang mereka tanda tangani mereka melakukan sungkeman kepada orang tua dan mertua mereka.
selesai berpoto bersama keluarga besarnya dan para tetangga yang menghadiri pernikahannya sudah pada pulang dan hanya menyisakan keluarga terdekat saja, Ariena langsung di antara ke kamar oleh kakaknya agar Ariena bisa beristirahat.
Sekitar lima menit Ariena diantara kekamar Ilan datang menghampiri Effin. "Dek kamar kakak kamu di mana" tanya Ilan
"Kakak yang mana ini bang, Effin punya kakak dua loh, hehehe" ucap Effin
"Ariena" Ucapnya datar
"Oh, Abang tinggal naik tangga ini nanti kan ada dua pintu Abang tinggal masuk ke pintu yang kanan itu kamar kak Ariena" ucap erfan
"terimakasih" Ucapnya lalu pergi
"gila bener dingin banget kakak ipar gue itu" gumangnya
'tok tok tok' suara pintu di ketuk
Tak lama Ariena membuka pintunya
"Boleh saya masuk" tanya Ilan
Ariena hanya mengangguk dan langsung berjalan ke meja rias dan di ikutin dengan Ilan berjalan duduk di tepi ranjang lalu dengan santainya membaringkan tubuhnya di ranjang tanpa memperdulikan Ariena yang sedang duduk di meja rias membersihkan make up nya, karena dia sangat lelah.
Dari kaca di meja rias diam-diam dia memperhatikan Ilan yang sedang tidur wajah begitu tampan ketika tidur mampu membuat Ariena tak berkedip sedikit pun.
"Astagfirullah, sadar Ariena sadar kamu sudah memiliki Nandra. ahh lebih baik aku keluar bantu bunda nyiapin makanan dari pada pikiran ku melayang-layang tak menentu" Ucapnya dalam hati
__ADS_1
"Bunda ada yang bisa Ariena bantu" Ucap saat sudah di dapur
"Kamu mau apa ke sini lebih baik kamu dikamar aja temani suami mu manatau dia ingin sesuatu, lagian disini sudah selesai semua nak tinggal menyajikan saja" ucap bunda
"Sini biar Ariena bantu bawa masakkannya ke meja, lagian dia lagi tidur kok Bun dia juga udah gedek bisa ngurus semuanya sendiri" Ucapnya
"Hussss jangan sembarang bicara untung tak ada orang di sini, gini ya nak apa gunanya dia menikah toh semua urusan pribadinya di urus sendiri ya emang kita istri bukan babu, tapi nak sebagai istri itu sudah kewajiban kita sebagai seorang istri untuk melayani suami dan kita akan mendapatkan pahala jika kita melakukannya, bunda tau kamu menikah terpaksa tapi kamu juga tak boleh lupa apa tanggung jawab kamu sebagai seorang istri" ucap bunda
"Iya Bun riena minta maaf tadi riena hanya asal bicara" Ucapnya
"Iya tapi lain kali jangan di ulang lagi" ucap bunda
Tiba-tiba mamer datang menghentikan pembicaraan anak dan ibu itu.
"Loh kok kamu di sini nak" tanya mama
"E'ee iya m'ma mau bantu bunda nyiapin makanan, tapi bunda tak mengijinkan Ariena membantu" Ucapnya
"Bagus itu, masa pengantin ke dapur, kamu di kamar saja istirahat dan Ilan di mana nak" tanya mama
"Di kamar ma lagi tidur" Ucapnya
"Nanti kalau dia sudah bangun suruh dia makan ya Ariena soalnya dia belum makan dari tadi pagi" ucap mama
"Iya ma, Ariena permisi mau ke kamar" Ucapnya
Mama hanya mengangguk yang berarti dia mengijinkannya.
"Besan sini saya bantu membawa makanannya ke meja makan" ucap mama setelah Ariena pergi dari dapur
"Tidak usah biar saya saja" ucap bunda
__ADS_1
"Tak apa biar saya bantu,lagian saya juga bingung mau ngapain duduk aja lebih baik saya bantu kamu supaya cepat siap" Ucapnya
"Ya baik lah" ucap bunda tersenyum