SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 52


__ADS_3

-√-√-√


rumah Mahendra


setelah selesai membersihkan tubuhnya Nandra berbaring di ranjang menatap langit-langit kamar yang bernuansa putih.


"sekarang aku harus apa? ternyata kekasihku sekarang adalah kakak ipar ku, apa aku harus menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka. tapi... diakan kekasih ku, apa aku harus mempertahankan hubungan ku atau aku harus melepaskan dia, karena aku juga tau bang Ilan mulai menyukai Ariena, waktu acara makan malam tadi terlihat jelas bang Ilan menyukainya dari sikap perlakuannya pada Ariena, aku tau itu buka sandiwara seperti yang Ariena kata kan tadi. arghhh entah lah aku pusing harus merelakannya atau mempertahankannya" ucap Ilan terhenti sebantar. "sekian lama akhirnya aku melihat Ilan yang dulu yang selalu bahagia, ceria, respect pada semua orang tidak seperti biasanya yang selalu cuek dengan orang yang berada di sekitarnya, tapi Ariena juga belahan hati ku, aku sangat mencintainya" ucap Nandra frustasi


_____________________________-------


pukul enam pagi Ilan terbangun saat membuka mata ilan tak melihat Ariena di sampingnya, dia langsung bangun mencari Ariena keluar kamar, saat sampai di ruang keluarga Ilan melihat Ariena di dapur.


"kamu sedang apa di sini" tanya Ilan saat sudah berada di dapur


"eh mas ngagetin aja, mas gak liat ini dapur. kalau di dapur ya pastinya masak mas masa tidur. kamu ini ya pertanyaan lucu banget" ucap Ariena tertawa


"iya mas tau ini dapur tapi kaki kamu kan lagi sakit, lebih baik kamu istirahat aja" ucap Ilan


"tadinya mau gitu tapi hari ini kamu kerja dan Effin masuk sekolah jadi aku harus mempersiapkan semuanya karena sekarang dia tanggung jawab ku" ucap Ariena

__ADS_1


"kita kan bisa delivery aja jadi kamu gak perlu masak" ucap Ilan


"tidak usah beli makan luar gak baik" ucap Ariena


"tapi kaki mu apa tak sakit harus jalan-jalan terus? lagian cuman hari ini doang kok gak setiap hari" ucap Ilan


"memang istri dan ibu idaman, liat saja aku gak akan melepaskan mu. kamu hanya akan menjadi milik ku selamanya" batin Ilan


"enggak kok tenang aja. ini juga nasi gorengnya udah siap, lebih baik mas mandi mas kan harus kerja juga" ucap Ariena


"hari ini aku lagi malas ke kantor, aku mau istirahat" ucapnya lalu berjalan duduk di meja makan


selesai memasak Ariena ingin menaruh masakannya di meja makan tapi Ilan langsung mengambil alih masakan yang di bawahnya.


"udah biar aku saja yang menyusunnya" ucap Ilan


"baiklah, kalau gitu aku panggil Effin dulu" ucap Ariena


'tok tok tok' Ariena mengetuk pintu kamar Effin "Fin kamu udah siap belum" ucap Ariena dari luar kamar. tak ada jawaban Ariena membuka pintu kamar Effin dan terlihat Effin yang masih tertidur.

__ADS_1


"Effin...! ya ampun kamu ini ya, kakak kan udah bilang tadi bangun hari ini kamu udah masuk Sekolah. kenapa malah masih tidur" ucap Ariena


seperti yang Ariena bilang tadi, dia sebelumnya sudah membangunkan Effin dan menyiapkan seragam sekolahnya, tapi effin bilang akan bangun Sebentar lagi karena dia tau adiknya tidak akan langsung bangun Ariena memilih untuk membiarkan Effin tidur sebentar.


"iya kak ini Effin bangun, lagian ini masih pagi kak" ucap Effin dengan mata tertutup


"pagi apanya ini udah jam setengah tujuh,apa perlu kakak seperti ayah nyiram kamu biar kamu bangun" ucap Ariena sudah lelah membangunkan


"silahkan" ucap Effin dengan mata tertutup


melihat Effin yang enggan bangun Ariena memutar otak gimana caranya agak adiknya ini bangun tanpa harus berdebat.


"ya udah tidur lah lagi, biar kakak suruh bang Ilan aja yang banguni kamu. kakak capek banguni kamu! biar dia tau bagaimana sikap adik iparnya yang malasan ini biar kakak suruh dia mengambil lagi modal yang dia kasih kekamu" ucap Ariena tersenyum


Effin yang mendengar itu langsung duduk tegak menampakan wajah kesalnya.


"ihhh main ancam gak asik" ucap Effin bangun langsung berjalan menuju kamar mandi


"jangan lama-lama. bang Ilan udah nunggu di bawah" ucap Ariena setelah Effin masuk kekamar mandi

__ADS_1


"tau gitu aku bilang gitu aja jadi kan gak perlu susah-susah membangunkannya" gumang Ariena tersenyum


__ADS_2