
"kenapa aku sangat bahagia saat dia perhatian kepada ku, apa aku mulai suka dengan dia. ah tak mungkin ini pasti hanya rasa suka antara adik dan Abang. iya ini pasti hanya sebatas rasa sayang adik ke Abang gak lebih" batin Ariena meyakinkan dirinya sendiri
"woy bengong aja masih pagi juga" ucap Effin membuyarkan lamunan Ariena
"apa sih ganggu aja, masih mikirin calon masa depan pun" ucap Ariena sewot
"hahaha, calon masa depan maksudnya Jungshok" ucap Effin
"Jungshok Jungshok enak saja yang bener itu Jung hoseok masa depan ku" ucap Ariena
"ha itu lah pokoknya, kakak bilang dia masa depan kakak tapi kalau bagi dia kakak itu masa suram dia. hahaha" ucap Effin
"biarin yang penting pernah ada dalam hidupnya itu udah buat aku bahagia, tapi aku iiiitu membawa kesuksesan yang tak pernah terlupakan bukan masa suram" ucap Ariena menjulurkan lidah
"dasar halu, karep mu lah mbak" ucap Effin sambil memakan sarapannya
"oh iya tadi bang Ilan telpon kakak, katanya dia sudah membelikan perlengkapan untuk sekolah besok jadi kamu gak perlu beli lagi" ucap Ariena
"wah beneran kak, bang Ilan perhatian sekali dengan ku" ucap Effin antusias
"siapa bilang dia perhatian dengan mu, dia itu perhatian dengan ku dia takut aku kecapean jadi dia suruh sekretaris untuk membeli perlengkapan sekolah mu" ucap Ariena menyombong
"cieeee ada yang berbunga bunga ni ye karena dapet perhatian dari suami" ejek Effin
"ih apa sih, biasa aja kali" ucap Ariena
"biasa aja kok pipinya merona" goda Effin
__ADS_1
"udah lah jangan di bahas" ucap Ariena karena malu
"kak aku pergi dulu ya mau ke bengkel" ucap Effin saat selesai makan
"iya, jangan lama-lama ya, soalnya Abang kamu katanya pulangnya malam" ucap Ariena
"iya bawel, assalamualaikum" ucap Effin berlari menghindari amukan Ariena
"uhhhh awas kamu ya!" teriak Ariena "waalaikumsalam" jawab Ariena
-√-√-√
taman
saat sudah sampai di taman Ariena duduk bangku taman sambil memainkan handphonenya.
"sayang" ucap Nandra memeluk Ariena dari belakang.
Ariena yang kaget langsung berdiri melepas pelukannya.
"eh kamu bang aku kira siapa, buat aku kaget aja" ucap Ariena
"apa kabar mu" ucap Nandra ingin memeluk Ariena
"Alhamdulillah baik bang, ayo duduk bang" ucap Ariena mengelak saat ini di peluk Nandra
"lama ya nunggunya, maaf ya " ucap Nandra ikut duduk
__ADS_1
"enggak kok aku juga baru sampai bang" ucap Ariena
"kapan kamu balik ke kampung" tanya Nandra
"belum tau bang, emangnya ada apa" ucap Ariena
"gak papa cuma tanya aja, soalnya Abang mau silahturahmi sama orang tua kamu Na" ucap Nandra
saat ingin menjawab handphone Ariena berbunyi.
"bang sebentar ya mau angkat telpon dari mama dulu" ucap Ariena
"mama siapa" tanya Nandra heran
"eh bunda maksud ku, tunggu bentar ya bang" ucap Ariena mengangankat telpon agak jauh dari Nandra.
"assalamualaikum nak" ucap mama
"waalaikumsalam ma" ucap Ariena
"kamu di mana Ariena? mama ada di rumah kamu ini" ucap mama
"dirumah?? bukanya mama lagi di luar negeri" ucap Ariena
"mama Udah balik kemarin" ucap mama
"oh ya sudah Ariena pulang sebentar lagi ma, assalamualaikum ma" ucap Ariena
__ADS_1
"iya, waalaikumsalam" ucap mama mematikan telponnya