
"maaf ya aku gak tau kalau kamu punya trauma" ucap Ilan di telinga Ariena
"Maaf karena aku meninggalkan mu sendiri di rumah" ucap Ilan tidur di samping Ariena sambil mengelus pipi chubby Ariena. Tak lama Ilan tertidur dengan posisi miring menghadap ke Ariena.
"hiks.hiks.hiks" Ariena menangis
Ilan terbangun mendengar suara tangisan.
"Ariena kamu kenapa" ucap Ilan bingung saat melihat Ariena menangis tapi dia tertidur
"Ariena bangun" ucap Ilan menggoyang tubuhnya
Ariena terbangun "hiks hiks aku takut" ucap Ariena sambil menangis
"Tidak usah takut aku ada disini" ucap Ilan memeluk Ariena
"Ya ampun badan kamu panas sekali Na" ucap Ilan saat menghapus air mata Ariena
Saat ingin mengambil air untuk mengompres Ariena menarik tangan Ilan "jangan tinggalkan aku" ucap Ariena
"Sebentar aku mau ambil air untuk mengompres kamu Na" ucap Ilan
"Tidak, tolong jangan pergi" ucap Ariena
"Baiklah" ucap Ilan kembali memeluk Ariena dan mengelus kepala Ariena,
setelah Ariena tertidur Ilan pergi mengambil baskom dan air untuk mengompres Ariena.
-√-√-√
Pagi hari
"aku buatkan dia makanan apa ya? aku kan gak bisa masak" ucap Ilan saat berada di dapur
__ADS_1
"oh lebih baik aku suruh aja Linda membeli sarapan untuk kami" ucap Ilan bicara sendiri
"hallo" ucap Ilan setelah Linda mengangkat telponnya
"hallo pak ada apa" tanya Linda
"tolong cepat kamu belikan bubur ayam yang biasa saya makan" ucap Ilan
"baik pak" ucap Linda
"saya tunggu 10 menit dari sekarang" Ilan langsung mematikan telponnya
tak lama suara pintu di ketuk Ilan langsung berjalan menuju pintu untuk membukanya.
"selamat pagi pak" ucap Linda dengan tersenyum centilnya
"hm" ucap Ilan dingin
"oh iya ini pesanan bapak" ucap Linda
"terimakasih" ucap Ilan
"iya pak, saya pamitan ingin kekantor" ucap Linda
"baiklah. nanti tolong semua meeting di cancel, hari ini saya tidak akan ke kantor" ucap Ilan
"baik pak" ucap Linda
Sinar matahari yang masuk dari cela gorden membuat Ariana terbangun.
Ariena melihat kanan kiri mencari keberadaan Ilan yang tak terlihat. Ariena bangun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
"Kepala ku pusing sekali" ucap Ariena saat ingin berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Kamu mau kemana" tanya Ilan saat Ilan masuk kekamar membawa nampan berisi sarapan.
"Mau kekamar mandi mas" ucap Ariena dengan nada lemas
"Ya udah sini mas bantu" ucap Ilan
Ariana hanya mengangguk, setelah Ariena selesai membersihkan tubuhnya, Ilan menuntun Ariena duduk di ranjang untuk sarapan.
"gimana buburnya enak kan" tanya Ilan
"iya" ucap Ariena
"mas udah makan" tanya Arien
"udah kok tadi" ucap Ilan
"beneran" ucap Ariena
"iyaaaa" ucap Ilan
"Oh iya gimana kalau kita pekerjaan art" ucap Ilan meski dia tak nyaman ada orang asing di rumahnya tapi demi kebaikan Ariena mau tak mau dia harus.
"Buat apa" tanya Ariena
"Buat benerin genteng" ucap Ilan asal bicara "ya buat bersih-bersih rumah lah" ucap Ilan
"Lebih baik jangan deh, aku masih bisa kok beres-beres rumah sendiri" tolak Ariena "lagian pernikahan ini cuma sementara" ucap Ariena keceplosan
Deg Ilan langsung terdiam mendengar ucapan Ariena.
"Eh maksud ku bukan gitu" ucapnya tidak enak
"Iya gak papa saya tau kok bagi mu pernikahan ini cuma sementara" ucap Ilan entah mengapa rasanya sangat sakit ketika Ariena bicara seperti itu
__ADS_1
"kenapa aku lupa kalau wanita ini hanya menganggap pernikahan ini hanya sementara, stop Ilan jangan jalankan hubungan ini menggunakan hati" batinnya
setelah percakapan itu mereka sama-sama diam sampai Ariena selesai makan.