
Setelah selesai Ariena turun ke bawah untuk memasak makan malam, empat puluh menit memasak di dapur akhirnya Ariena siap dengan masakan sup ayam dan di temani dengan sambal kecap. lalu Ariana menyusun makanan di meja.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam Ariena duduk dengan rasa mulai takut tapi dia coba memberanikan diri di meja makan menunggu Ilan pulang. Tak lama terdengar suara motor berhenti di depan rumah, bukan senang Ariena mala ketakutan dia berlari ke dapur mengambil sesuatu di dapur.
Ilan membuka pintu dan terkejut hampir saja dia tertusuk pisau yang di todongkan Ariena.
"Apa yang kamu lakukan, kamu hampir saja membunuh ku" ucap Ilan terkejut
"Maaf mas aku tak bermaksud melukai mu" ucap Ariena merasa bersalah melihat luka di lengannya
"Kamu kenapa? apa terjadi sesuatu" tanya Ilan khawatir
"A'aku kira tadi maling" ucap Ariena terbata-bata
"Apa yang kamu katakan mana mungkin ada maling di sini, ini perumahan elit di sana sebelum masuk perumahan ada pos pengamanan belum lagi di gerbang rumah kita juga ada satpam dan cctv" ucap Ilan
"maaf ya mas aku benar-benar gak sengaja" ucap Ariena menyesal
"Iya gak papa lain kali jangan di ulang lagi ya, untung aku bisa ngindar kalau enggak mungkin kamu udah jadi janda" ucap Ilan becanda
"Ih apaan sih gak lucu tau" ucap Ariena
"Ayo biar aku obatin luka kamu" ucap Ariena berjalan mengambil kotak obat di laci dapur lalu Ariena duduk di meja makan untuk mengobati luka Ilan, setelah selesai mengobati luka Ilan. mereka makan malam bersama.
"Sekali lagi aku minta maaf ya aku benar-benar gak ada maksud untuk melukai mas" ucap Ariena membuka pembicaraan di sela-sela makan mereka.
"Iya gak papa, udah jangan di bahas lagi ya, aku beneran gak papa kok" ucap Ilan
Ariana tersenyum dan berucap "makasih"
"Makasih buat apa" ucap Ilan
"Ya karena gak marah aku udah melukai mu" ucap Ariena
__ADS_1
"Biasa aja kali bahkan jika tadi aku mati karena mu aku juga gak akan marah justru aku sangat bahagia" ucap Ilan tersenyum
"Ih apaan sih mas gombal, gak jelas banget" ucap Ariena. Ilan hanya membalas dengan senyuman.
Tak terasa mereka selesai makan setelah selesai Ariena mencuci piring sedangkan Ilan masuk kekamar untuk membersihkan tubuhnya.
√-√-√-
Pagi hari
Ariena seperti biasa dia menyiapkan sarapan untuk Ilan dan mempersiapkan pakaian kerja Ilan.
"Ariena" panggil Ilan dari kamar
"Ada apa" ucap Ariena setelah masuk ke kamar
"Jam tangan aku dimana" tanya Ilan
"Yang talinya bewarna coklat" ucap Ilan
"Oh yang itu" ucap Ariena berjalan menuju nakas mengambil jam di dalam laci.
"Ini jamnya" ucap Ariena memberikan jamnya
"Makasih" ucap Ilan mengambil jam yang di pegang Ariena
Selesai sarapan Ilan berpamitan pada Ariena, setelah Ilan pergi Ariena mencuci piring yang mereka gunakan untuk sarapan.
Setelah selesai Ariena duduk di sofa keluarga menonton TV, bosan menonton Ariena memainkan handphonenya menonton video-video boyband Korea kesukaannya, tiba-tiba telpon Ariena bunyi.
"Hallo" ucap Ariena setelah mengangkat telponnya
"Hallo sayang" ucap Nandra
__ADS_1
"Iya bang" ucap Ariena
"Kamu kok akhir-akhir ini susah untuk di hubungi" tanya Nandra
"Masa iya, perasaan kamu aja kali yang" ucap Ariena
"Enggak mungkin perasaan ku doang, aku sering nelpon kirim pesan ke kamu tapi kamu lama banget jawab pesan dari aku, terus aku telpon kamu gak pernah angkat" ucap Nandra
"Soalnya aku jarang balas pesan kamu dan angkat telpon dari kamu itu karena aku lagi" ucap Ariena terhenti untuk mencari alasan apa yang pas agar Nandra tak banyak bertanya.
"Aku lagi ada di rumah saudara ku di Medan dan kami sering menghabiskan waktu bersama kami sudah ada perjanjian jika lagi kumpul tidak ada yang boleh bermain handphone" ucap Ariena berbohong
"Perjanjian yang aneh, ada saja perjanjian seperti itu" ucap Nandra
"Iya emang sedikit aneh, tapi karena di era sekarang peraturan seperti itu bagus sayang" ucap Ariena
"Iya juga ya yang, oh iya dua Minggu lagi aku wisuda" ucap Nandra
"Wah congratulations ya sayang, aku seneng banget kamu udah mau wisuda" ucap Ariena
"Iya sayang, aku juga senang karena bentar lagi aku balik ke indo" ucap Nandra
"Yang udah dulu ya Bangtan lagi siaran langsung ini" ucap Ariena karena dari handphonenya ada pemberitahuan kalau boyband kesukaannya sedang live.
"Ternyata kamu gak berubah juga ya masih suka kpop" ucap Nandra
"Hehehe ya gimana susah soalnya untuk ninggalin mereka udah terlalu nyaman jadi fans mereka" ucap Ariena
"Hm.. ya udah sana liat mereka live nanti ketinggalan, Abang pula yang kenak rep an sayang" ucap Nandra
"Ha itu tau, ya udah bang Ariena tutup telponnya, bayy" ucap Ariena
"Bay sayang ku" ucap Nandra mematikan telponnya
__ADS_1