SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 59


__ADS_3

√-√-√-


malam hari


Ariena sedang berkutat di dapur memasak makan malam. tak lama Effin duduk di meja makan menunggu Ariena yang sedang sibuk memasak.


"kak" panggil Effin


"iya" jawab Ariena tanpa menoleh


Effin melihat kanan dan kiri "bang Ilan di mana?" ucapnya


"di kamar lagi kerja" ucap Ariena


"kak jangan bermain-main api" ucap Effin to the point agak berbisik


"maksudnya?" ucap Ariena


"ya kakak jangan berhubungan lagi dengan bang Nandra. tadi aku tak sengaja melihat mu di mall bersamanya. walaupun kalian pakek masker aku masih bisa mengenali kalian. anggap bang Nandra sebagai ipar bukan pacar. kakak udah menikah dengan bang Ilan ya walaupun kita tau kakak berpacaran dengan bang Nandra sebelum menikah dengan bang Ilan tapi bagaimana pun sekarang kakak udah sah di mata agama dan negara menjadi istri Ilan Mahendra. jangan menyakiti mereka. mereka berdua itu orang baik kak" ucap Effin


"kakak gak tau Fin harus apa! kakak bingung harus berbuat apa" ucap Ariena membawa masakannya di meja makan dengan raut wajah di tekuk


"dengan sikap kakak yang seperti ini, kakak akan menyakiti semua orang. lebih baik kak Na segera mengambil keputusan jangan terus mengulur-ulur waktu. sebelum semua semangkin rumit" ucap Effin tegas


"iya ini kakak juga lagi memikirkannya" ucap Ariena


"ada bisnis apa antara kakak dan adik ini? serius banget bahasanya" ucap Ilan berjalan mendekati mereka berdua


"eh mas Ilan bukan apa-apa kok. ini Effin ngajak aku untuk liat cafe barunya" ucap Ariena bohong menyiku tangan Effin yang duduk di sampingnya


Effin hanya menjawab dengan mengangguk dan tersenyum.


√-√-√-

__ADS_1


beberapa hari kemudian Ariena sudah berada di perusahaan Ilan. seperti biasa dia membawa makan siang untuk sang suami. tapi beberapa hari ini dia merasa aneh dengan seluruh karyawan yang berpapasan dengannya pasti menunduk atau menghindarinya. tidak ada lagi yang berbisik membicarakan dirinya atau menyapanya.


"Difan tunggu!" panggil Ariena saat melihat Difan berjalan menuju ruangannya


"eh kakak ipar ada apa" tanya Difan saat Ariena sudah berada di hadapannya


"aku mau tanya sesuatu sama mu fan" ucap Ariena


"ayo silahkan masuk ke ruang an ku kak. biar enak ngobrolnya" ucap Difan. dan Ariena hanya mengikuti Difan di belakangnya


"apa yang ingin kakak tanyakan" ucap Difan


"hm.. ada apa sama karyawan di sini? aku merasa ada yang aneh dengan mereka. kenapa beberapa hari ini aku perhatikan mereka seperti menghindari ku dan biasanya mereka menyapa atau melihat ku sinis. tapi sekarang aku merasa mereka seperti takut pada ku" ucap Ariena mengeluarkan unek-uneknya


"oh itu ya. itu karena mereka habis dapat pelajaran dari bos" ucap Difan


"pelajaran apa? dan ya itu juga Linda kemana kok aku gak pernah bertemu dengannya lagi di kantor" tanya Ariena penasaran


"lah tanya langsung aja sama suaminya mbak" ucap Difan tersenyum


"ayolah fan kasih tau aku apa yang terjadi sebenarnya" ucap Ariena


akhirnya Difan menceritakan dari awal dia mendengar pertengkaran dari karyawan yang sedang bergosip sampai laptop barunya yang di hancurkan, Linda dan temannya yang di pecat sampai seluruh karyawan di suruh lembur sebagai hukum karena membiarkan Ariena bertengkar dan tidak ada yang melerai mereka keduanya.


"tapi ya kakak ipar harus tau. belum ada yang pernah buat bos semarah ini sebelum nya bahkan saat ada korupsi sampai milyaran dia tidak semarah ini. dia sangat marah karena kau terus-terusan di hina di tambah lagi dengan karyawan yang hanya menjadi penonton" ucap Difan


"benarkah? ah gak mungkin mas Ilan semarah itu. kamu pasti melebih-lebihkannya" ucap Ariena


"iya loh kakak ipar aku bicara jujur. dari awal aku berteman sampai sekarang aku belum pernah melihat bos semarah itu. jika kakak gak percaya tanya saja sama orangnya langsung" ucap Difan


"ini aku bawa makan siang untuk mu" ucap Ariena memberikan bekalnya mengalihkan pembicaraan


"makasih loh kakak ipar. jadi gak enak terus di bawakan bekal" ucap Difan cengengesan

__ADS_1


"biasa aja kali fan kayak sama siapa aja. udah di panggil kakak masak masih gak enak" ucap Ariena tersenyum. "ya udah saya mau ke ruang mas Ilan dulu" ucap Ariena


sesampainya di depan ruangan Ilan. karena takut mengganggu Ilan yang sedang bekerja. Ariena langsung membuka pintu tanpa mengetuk Ariena terkejut, keningnya mengkerut saat membuka pintu memperlihatkan seorang wanita memberikan dokumen dengan nada dan gerakan tubuh yang menggoda. dengan hails sekitar 7cm dan rok ketat sejengkal di atas lutut, blazer putih dengan tank top crop bewarna hitam mengekspos belahan d*d* yang putih dan mulus.


Ariana berjalan menaruh kotak bekal yang dia bawa dengan kasar di meja kerja Ilan.


Ilan yang sedang fokus ke laptopnya pun terkejut langsung menoleh kearah suara.


"kamu gak sopan ya!" bentaknya perempuan itu


"aduh dek masih kecil gak punya sopan santun asal masuk aja gak ketuk pintu dulu kamu kira ini rumah kamu" ucap perempuan itu


Ariena tersenyum "denger ya Tante centil. lebih gak sopan mana Tante yang memakai pakaian kurang bahan seperti ini di kantor atau aku yang masuk ke ruang ini tanpa mengetuk pintu dulu" ucap Ariena menaikkan sebelah alisnya


"apa kamu bilang Tante!" ucap sekretaris baru


"iya Tante" ucap Ariena santai


"enak saja saya ini masih muda" ucapnya


"lah kan Tante sendiri yang bilang saya anak kecil. oh iya tadi Tante bilang saya menganggap kantor ini rumah saya karena tak mengetuk pintu. Tante salah lebih tepatnya saya menganggap kantor ini milik ku karena saya adalah istri dari pemilik perusahaan ini" ucap Ariena


Ilan hanya bisa menikmati sisi lain dari istrinya yang dia anggap kalem ternyata hmm.....😁


"gemes banget liat dia ngomel-ngomel kaya gini" batin Ilan


sedangkan sekretaris itu hanya melongo seperti tak percaya. saat ingin menjawab ucapan Ariena dia sedikit melirik ke Ilan yang memasang wajah datarnya. membuat dia takut untuk membuka suara


"gak percaya ya sudah saya juga tak butuh pengakuan dari mu. jika saya tau kamu memakan pakaian seperti ini lagi ke kantor dan menggoda lelaki yang sudah bersuami! siap-siap silahkan kamu pilih keluar di tarik paksa dengan petugas keamanan atau saya sendiri yang akan menyeret kamu keluar dari kantor ini" ancam Ariena


Ilan langsung memberikan kode dengan matanya kepada sekretarisnya itu agar keluar dari ruangannya.


tanpa berkata apapun dia berjalan tergesa-gesa keluar dari ruangan Ilan.

__ADS_1


jangan lupa vote like and coment ya untuk 60 episode yang author buat, semoga sukak dan betah berlama lama menunggu update cerita yang author buat.


__ADS_2