
"enak aja Lo. dia sakit karena terlalu lama naik mobil dia tak tahan naik mobil. udah sana loh pulanga, gue gak apa-apain dia kok. Lo ya kalau ngomong sembarangan dia mabuk perjalanang" ucap Ilan sewot
"Wah parah Lo gue baru datang minum aja belum udah main usir aja, gue juga mau liat gimana keadaan kakak ipar" ucap Difan
"Dia lagi istirahat besok saja" ucap Ilan
"Tapi kan"
"Tak ada tapi tapian cepat sana pulang" ucap Ilan
"Oke baiklah pak bos saya pamit pulang, dasar bos kejam" ucap Difan langsung berlari keluar rumah takut dengan amukan sohibnya itu.
"Apa kamu bilang" ucap Ilan melotot mendengar perkataan Difan
Di kamar Ariena hanya bisa tertidur di ranjang kepalanya masih pusing. Ilan datang membawa segelas air putih dan makanan.
"Ariena" panggil Ilan membangunkan
"Hmm" jawab Ariena
"Ini makan dulu habis itu di minum obatnya" ucap Ilan menaruh nampan di nakas
"Iya"
"Pokoknya nanti saya kemari lagi harus udah selesai makan" Ucapnya
"Iya nanti ku makan" ucap Ariena dengan mata yang masih terpejam
'tringgggg tringgggg tringgggg' suara handphone Ilan berbunyi dengan cepat dia keluar dan mengangkat telpon.
"Assalamualaikum ma" ucap Ilan
"Waalaikumsalam, kamu kenapa tak kabari mama kalau kamu mau pulang kerumah mu langsung, mama pikir kamu mau tinggal di rumah mama dulu padahal mama Udah nyiapin makanan banyak buat kalian, tapi ternyata anak mama tak menganggap mama ada. mama kecewa sama kamu Ilan. tak bisakah hubungi mama kalau gak jadi tinggal di rumah mama" ucap mama
__ADS_1
"Bukan gitu ma, Ariena tadi mabuk perjalanan kalau ke rumah mama masih 30 menitan lagi kasian dia jadi Ilan langsung ke rumah aja kan lebih dekat" ucap Alan
"Jadi bagaimana keadaan mantu mama" tanya mama khawatir
"Belum tau ma riena masih istirahat" ucapnya
"Udah kamu beri obat"
"Sudah ma" jawab Ilan
"Ya udah nanti malam mama ke rumah mu" ucap mama
"Iya ma" Ilan
"Assalamualaikum" ucap mama
"Waalaikumsalam ma" jawabnya lalu memutus telpon
"anak ini belum makan juga apa begitu pusing sampai dia tidur saja" batinnya
"Kok belum di makan makanannya" tanya Ilan
"Sebentar lagi, belum lapar" ucap Ariena yang masih setia berbaring di ranjang
"Makan sedikit setelah itu minum obatnya" ucap Ilan duduk di tepi ranjang
Ilan mengambil piring yang berisi makanan di nakas memberikannya kepada Ariena yang sudah bersandar di kepala ranjang.
"Apa perlu ku panggil dokter" tanya Ilan
"Tidak perlu, aku baik-baik saja" jawabnya
"Tapi kamu tidak terlihat baik-baik saja" ucap Ilan melihat Ariena pucat
__ADS_1
"Jangan lebay deh aku cuman butuh istirahat" Ucapnya ketus
"buset pedes banget Ucapan ni cewek orang tanya bagus-bagus malah di jawab ketus" batinnya "ya terserahlah, oh iya nanti malam mama datang ke sini" ucap Ilan
"Mama mau kemari" tanya Ariena
"Iya" jawab alan
Ariena melanjutkan makannya sekitar 10 menit Ariena selesai makan Ilan langsung memberikan obat padanya.
"Ini" Ilan menyodorkan pil
"Iya taruh saja di situ nanti aku minum" ucap Ariena
"Kenapa? Kamu kan sudah selesai makan harus minum obat biar cepat sembuh" ucap Ilan
"Iya nanti aku minum" ucap Ariena
"Enggak, sekarang!" ucap Ilan tegas
"Sebentar lagi aku masih kenyang" ucap Ariena memohon
"Jangan banyak alasan" ucap Ilan
"Oke, sebenarnya aku tak suka minum obat aku gak mau minum obat" Ucap Ariena jujur
"Tak ada orang yang suka minum obat tapi kalau tak minum obat lama sembuhnya" ucap Ilan
"Enggak,Enggak,Enggak pokoknya aku gak mau minum" ucap Ariena kekeh
"Tapi" ucapnya terpotong
"Plissss aku gak mau, aku udah mulai baikan kok istirahat sebentar juga nanti sembuh" ucap Ariena memohon agar Ilan tak memaksanya
__ADS_1