
Pagi hari yg cerah seperti biasa Ayah, bunda, dan Ariena berkumpul di meja makan untuk sarapan.
"Gimana apa dia sudah bisa di hubungi?, Ini sudah lebih dari dua hari" Tanya ayah
"Belum yah" ucap riena tertunduk
"Sesuai kesepakatan kita tiga hari yg lalu jika kamu tidak bisa menghubunginya, dengan berat hati kamu harus menerima perjodohan ini" ucap ayah
Ariena hanya diam pasrah tak tau apa yg harus ia katakan .
~√~√~√
"Nak hari ini kita ke rumah paman" ucap papa
"Ilan sibuk pa ada meeting" Ucapnya
"Urusan kantor kan bisa di kirim lewat email, papa tadi telpon sekretaris kamu katanya hari ini kamu gk ada jadwal meeting" ucap papa
"Tapi pa, lebih baik kalian saja yg pergi Ilan banyak kerjaan yg harus di selesaikan" Ucapnya
"Papa tak menerima alasan mu. papa ingin mengenakan mu pada seorang gadis yg ada di sana, papa akan melamar dia untuk mu" Ucap papa
'huk huk huk' Landra tersedak roti yg dia makan, mendengar perkataan papanya
"Hati² dong nak makannya" ucap mama mengelus punggung alan
"Apa pa, Ilan gk salah dengar ini" Ucapnya
"Tidak nak, kamu tak salah dengar" ucap papa
"Papakan tau Ilan gak mau menikah, Ilan mau fokus dulu dalam karier" Ucapnya
__ADS_1
"Nak mau sampai kapan kamu terus begini terjebak dalam masa lalu, mama tau kamu belum bisa melupakan kejadian itu, tapi nak, mama mohon sama kamu tolong terima perjodohan ini, mama mau kamu yg dulu yg selalu ceria tersenyum hangat kepada semua orang, kami menyayangi mu kami ingin melihat kamu bahagia" ucap mama
"Tidak ma, Ilan gak mau" Ucapnya
"Jika kamu masih menganggap mama sebagai ibu kamu,tolong lah nak sekali ini saja turutin permintaan mama" ucap mama
"jangan bicar begitu la ma, Ilan gak mau menikah ma" ucap Ilan kekeh dengan keputusannya
"jadi kamu gak mau ya sudah, mama gak akan mau ketemu lagi biar mama pergi jauh dari kamu" ucap mama
"Baiklah Ilan ikutin kata mama" ucap Ilan pasrah
~√~√~√
Mereka sudah sampai di rumah Rendro siang tadi dan mereka pun sudah membawa seserahan untuk nanti.
"Kamu udah bilang kan sama mereka kita akan datang ke sana?" Tanya Rendra
'krik krik krik' suara telpon Rendra berdering
"Siapa mas yg vc" tanya Ima
"Gk tau nomor baru" ucap Rendra menggeser layar yang bewarna hijau ke atas
"Assalamualaikum pa" ucapnya di seberang sana
"Waalaikumsalam nak, papa pikir siapa" Ucapnya
"Hayo papa pikir selingkuhan papa ya" ucapnya tertawa puas melihat ekspresi wajah terkejut papanya
"Hussss kamu ini ya ada saja, kamu jangan asal bicara bisa² papa tidur di luar karena ucapan mu" ucap Rendra
__ADS_1
"Hehehe, sorry pa Nandra cuman becanda" Ucapnya
"Kemana saja kamu baru ngasih kabar" ucap Ima mengambil handphone dari genggaman suaminya
"Eh ada mama cantik ternyata" Ucapnya
"Hm Napa masih ingat kamu punya keluarga, atau masih butuh keluarga" ucap Ima ketus
"Jangan marah² dong ma Nandra minta maaf hp Nandra jatuh terus rusak, Nandra gk sempat beli lagi soalnya Nandra harus ngerjain skripsi biar Nandra cepat pulang, Udah kangen banget soalnya sama mama tercinta" Ucapnya "udah dong ma ngambeknya nanti cantik ilang loh emang mama mau papa cari yg lain karena mama gk cantik lagi"😁
"emang ya kamu ini,ih ngidam apa aku pas hamil kamu Nan bisa punya anak gelok macam kamu" ucap mama
"Hehehe, mama lagi di mana ini kok rapi bener mau kemana?" Tanya Nandra
"Mama lagi ada di kampung paman Rendro ni mau ketemu calon mantu" Ucap mama tersenyum
"Ah mama anak mama ini belum selesai kuliah kok udah main jodoh²in sih" candanya
"Gr kamu siapa yg bilang mama mau jodohkan kamu" ucap mama
"Bukan untuk ku ya ma, berarti bang Ilan yg mau mama jodohkan? Apa dia mau ma kitakan tau dia gimana sekali engga ya tetap enggan, mama becanda ya" Tanyanya tak percaya
"Iye dia mau,mama serius kalau tidak mana mungkin mama mau temui calon mantu mama" jawab mama tersenyum
"Alhamdulillah, akhirnya dia mau bangkit dari masa lalunya" ucap Nandra
"iya nan" ucap mama
"Ma udah dulu ya Nandra harus ke kampus nanti telat bahaya dosennya killer, dah dada Mama assalamualaikum" ucapnya
"Waalaikumsalam" mama mematikan video call nya
__ADS_1