SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 51


__ADS_3

Ilan menyingkirkan rambut yang menutupi setengah wajahnya, "entah kenapa setiap kali aku melihat mu aku seperti tidak bisa berpaling dari mu bahkan saat aku jauh dari mu aku sangat merindukanmu, aku ingin selalu ada di sisi mu mendampingi mu menjagamu, aku ingin memiliki mu seutuhnya, ya walaupun aku tau kamu memiliki pacar. tapi aku kan suami mu yang sah aku lah yang paling berhak atas diri mu" batin Ilan


"aku pasti bisa mendapatkan diri mu, liat saja aku akan jadi lelaki satu-satunya dalam hati mu secara akukan tampan" batin Ilan sambil tersenyum dan mencium pucuk kepala Ariena, karena Ilan juga merasa mengantuk akhirnya dia ikut tertidur disamping Ariena dengan memeluk pinggang Ariena.


"aduh aku haus banget" ucap Ariena masih dengan mata yang tertutup


akhirnya Ariena membuka mata, Ariena merasa tiupan angin dari atas kepala dan merasa ada yang memeluk tubuhnya. saat Ariena mendengakan kepalanya matanya langsung menatap wajah tampan Ilan yang begitu rupawan. "kenapa kalau di lihat sedekat ini dia terlihat sangat tampan, nikmat mana yang kamu dustakan Ariena, kalau begini aku jadi ingin memilikinya selamanya" batin Ariena


"enggak-enggak apa yang ku pikirkan, ya ampunnnn aku pasti sudah tidak waras berpikir yang tidak-tidak" ucap Ariena bangun dari ranjang menuju dapur untuk mengambil minum


saat sampai di dapur. 'ceklek' suara pintu di buka Ariena yang mendengar mulai ketakutan, entah kenapa bayang-bayang akan masalalunya seperti enggan melepas diri. dengan cepat Ariena berlari membawa gelas yang berisi air menuju kamarnya di lantai atas. saat berlari menaiki tangga ke tiga Ariena terpeleset membuat gelas yang di pegangnya jatuh dan pecah, parahnya lagi Ariena juga ikut terpeleset membuat kaki ibu jarinya terinjak pecah gelas tadi.


"auuu.." teriak Ariena


"kakak gak papa" tanya Effin khawatir berlari menghampiri Ariena


"iya gak papa kok," ucap Ariena meringis duduk di tangga

__ADS_1


"kenapa kakak berlari" tanya Effin yang melihat Ariena berlari


"kakak takut kakak kira maling" ucap Ariena tanpa sadar air matanya keluar


"kak di sini penjagaan sangat ketat maling gak bakal bisa masuk, udah ya jangan menangis lagi" ucap Effin menghapus air matanya "sepertinya belingnya masih tertancap di kaki mu" ucap Effin


Ilan yang mendengar kebisingan langsung bangun dengan cepat berlari keluar kamar dan menghidupkan lampu rumah.


"astaga Ariena ada apa kenapa ada pecahan beling di sini" ucap Ilan berjalan menuruni tangga


"ya ampun kaki kamu berdarah Na ayo kita ke rumah sakit" ucap Ilan panik


"kak tahan sedikit ya biar aku ambil beling yang tertancap di kaki kakak" ucap Effin


Ariana hanya mengangguk dan menahan rasa sakit saat Effin mencabut pecahan beling di kakinya.


"Fin tolong kamu ambilkan kotak p3k di laci ruang keluarga yang dekat tv" ucap Ilan

__ADS_1


Ilan langsung mengangkat Ariena membawanya ke kamar untuk di obati, Effin juga mengikuti Ilan berjalan di belakangnya setelah mengambil kotak p3k.


sesampainya di kamar Ilan langsung mendudukkannya di pinggir ranjang.


"ini bang kotaknya" ucap Effin, Ilan langsung mengambilnya


saat membersihkan luka, darah terus keluar dari kaki Ariena yang terluka. membuat Ilan bergetar dan lemas wajahnya tampak pucat.


"mas gak papa kan" tanya Ariena


"engga papa kok, aku baik-baik saja" ucap Ilan


"kalau gak tahan melihat darah jangan di paksai mas, nanti mas pingsan lagi" ucap Ariena


"siapa juga yang takut darah" ucap Ilan


"mas aku tau kamu takut darah karena dulu ada teman sekolah aku juga kayak mas, ketika liat darah tangannya bergetar kakinya lemas sampai-sampai dia pingsan karena gak kuat liatnya. jadi biar aku aja nanti kalau mas pingsan gimana" ucap Ariena menjelaskan

__ADS_1


"iya ya benar juga nanti kalau aku pingsan gimana, pasti malu banget masa laki-laki sekeren dan setampan ini pingsan gara-gara takut darah, bisa ilang karisma ku sebagai lelaki tertampan" batin Ilan


"sini biar Effin aja" ucap Effin mengambil alih perban yang di pegang Ilan


__ADS_2