SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 66


__ADS_3

____________-------


pagi hari


terlihat kedua orang yang sedang duduk di sofa dengan mata seperti panda mereka berdua menjaga Ariena yang tak mau tidur sepanjang malam, sekitar pukul enam pagi Ariena akhirnya terlelap. Effin dan Difan terus saja membujuk Ariena untuk makan tapi Ariena tidak menjawab seakan mulutnya sudah membisu sejak kemarin.


"bang ini sarapan dulu" ucap Effin memberi nasgor buatannya


"iya, makasih" ucap Difan


sekitar lima menit akhirnya mereka selesai makan tanpa ada pembicaraan apa pun di sela sela makan mereka.


"bang tolong jagakan kak Na sebentar. aku mau menemui paman dan bibi. untuk sekarang aku rasa mereka yang bisa membuat kakak bangkit dari keterpurukannya" ucap Effin


"aamiin semoga saja itu benar" ucap Difan

__ADS_1


setelah kepergian Effi, Difan pergi ke dapur untuk membuat sarapan Ariena. sekitar beberapa menit di dapur akhirnya Difan selesai membuat bubur kacang hijau kesuksesan Ariena


"kakak ipar sudah bangun. liat Difan bawa apa untuk kakak. saya dengar ada yang sangat suka makan bubur kacang hijau" ucap Difan berjalan menuju ranjang


"kakak makan dulu ya... sedikit saja Difan buatin khusus buat kakak ipar" ucap Difan tapi lagi lagi Ariena hanya diam bersandar pada dinding ranjang dengan mata yang hanya menatap Poto pernikahannya.


beberapa jam kemudian Effin datang dengan mama dan papa Ilan. saat sampai di pintu kamar terlihat Ariena yang bersandar di ranjang wajah yang begitu pucat dengan tangan yang tertancap jarum infus. membuat kedua orang tua itu sedih tanpa sadar air mata turun membasahi pipi mama karena bagaimanapun mama sangat menyayangi Ariena seperti Putrinya sendiri. kemarahannya mama bukanlah karena kebencian hanya kekecewaan terhadap menantunya


"Ariena" ucap mama langsung memeluk Ariena


"itu om kakak ipar kemarin malam demam tinggi dan tak mau makan apapun. kami sudah membujuk nya tapi dia tak mau. akhirnya dokter menginfus kakak ipar dengan vitamin sebagai pengganti makan" ucap Difan


"jadi gimana keadaannya sekarang" ucap papa


"tadi dokter kemari untuk memeriksa kakak ipar Alhamdulillah demamnya sudah turun. tapi karena kakak masih belum mau makan terpaksa dokter harus menginfus kakak lagi. dokter juga bilang kalau keadaannya terus begini ini akan sangat buruk akibatnya" ucap Difan

__ADS_1


"ya ampun, kenapa jadi seperti ini" ucap papa sedih memandang menantunya dengan kasihan


"nak maafkan mama. mama udah menampar dan memarahi mu" ucap mama mengelus lembut pipi Ariena


"tidak papa mah. jangan minta maaf sama Ariena seharusnya Ariena yang minta maaf sama mama karena telah me'menyakiti ke dua put'tra mama" ucap Ariena senggugukan karena menangis


"sudah jangan di bahas lagi. yang lalu biarlah berlalu jadi kan ini pelajaran bahwa kita tak boleh mempermainkan hubungan dan harus bersikap dewasa dan tegas terhadap diri sendiri. sekarang mending kamu makan dulu" ucap mama


Ariena menggeleng "mas Ilan" ucap Ariena menagis


"biar dia menenangkan dirinya dulu, dia bilang dia akan kembali setelah dirinya tenang. jadi kita tunggu saja dia di sini beri dia sedikit ruang untuk menenangkan hati dan pikirannya" ucap mama


"bener mah mas Ilan akan kembali lagi" ucap Ariena


mama menganggu "iya. jadi sekarang kamu makan. kamu gak mau kan liat Ilan sedih karena kamu di sini tak menjaga diri kamu sendiri" ucap mama

__ADS_1


akhirnya Ariena tersenyum dan langsung menyantap makanan yang sudah di sediakan untuknya dengan lahap.


__ADS_2