SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 15


__ADS_3

'Balkon kamar'


"Entah mengapa aku sangat malas, canggung di kamar ku sendiri. padahal kamar ku adalah tempat paling nyaman yang aku punya tapi sekarang aku rasa tidak, aku ingin keluar tapi bunda menyuruh ku untuk tetap di kamar, aku berdiri di balkon menikmati udara sejuk yang menerpa diriku, ini lah cara ku untuk sedikit menenangkan hati ku yang sedang sedih dan pikiran ku yang kacau" batinnya


Tak lama Ilan pun terbangun dan melihat seorang wanita berdiri di balkon sambil melamun.


"Sedang apa dia berdiri di sana" tanya Ilan dalam hati


"ehem" deheman Ilan membuyarkan lamunannya


"Eh Sejak kapan anda bangun" ucapnya


"Baru saja" ucap Ilan


'tok tok tok' suara pintu diketuk


Ariena membuka pintu kamar "kak kalian di suruh kebawah sama bunda, sanak saudara kita sudah mau pulang"


"Iya" ucap Ariena


Mereka berjalan keluar mengikuti effin, menemui para sanak-saudara yang ingin pergi dan menyalami mereka secara bergantian.


Sekitar setengah jam lamanya mereka berpamitan akhirnya selesai juga, tinggal tersisa keluar dari Mahendra orang tua Ilan.


Ilan duduk di meja makan sedangkan yang lain berada di ruang tamu berbincang bincang.


Ariena di dapur memanaskan makanan yang sengaja bunda simpan di lemari pendingin agar tidak basi.

__ADS_1


Ariena membawa nampan berisi dua piring berisi makanan yang telah ia panaskan.


"Ini untuk anda" ucapnya canggung


"Iya" jawabnya dan langsung menyantapnya dengan lahap.


"Wah gila ni orang, macam orang belum pernah makan itu laper atau rakus" Ucapnya dalam hati


"Jangan liat saya terus lebih baik makan, makanan mu" Ucapnya tanpa melihat Ariena


Ariena yang ketahui memandangi Ilan langsung gelagapan seperti orang ketauan mencuri Ariena langsung memakan makanannya.


Selesai makan Ilan menuju ruang tengah di mana keluarga berkumpul sedangkan Ariena masih di dapur mencuri piring yang ia gunakan tadi.


Sore pun datang keluar Mahendra berpamitan untuk pulang.


"Iya pah" Ucapnya


"Gk sebaiknya kalian nginep di sini saja pulang bareng nak Ilan dan Ariena lusa" ucap ayah


"Tidak bisa pak. Banya yang harus di persiapkan untuk resepsi mereka Minggu depan" ucap papa


"Jika memang begitu baiklah, kami juga tak bisa memaksa" ucap ayah


Mereka pun mengantar keluarga Ilan sampai di depan rumah.


Ilan mencium tangan kedua orang tua secara bergantian dan diikuti Ariena yang baru saja bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan ya pah ma, pak Maman tolong hati-hati bawa mobilnya ya" ucap Ilan


"Iya den" ucap sang supir


Mama memeluk Ariena dan berkata "semoga kalian cepat di beri kepercayaan sama Allah untuk memiliki momongan ya nak" mama langsung melepaskan pelukannya sedikit memberi senyum menggoda


Ariena terkejut mendengarnya tapi dengan cepat dia menetralkan wajah terkejutnya dan mengangguk sedikit tersenyum ya walaupun terlihat terpaksa.


"Kami pergi dulu, assalamualaikum" ucap papa


"Waalaikumsalam" ucap ayah


Mereka pun masuk kedalam rumah setelah keluarga Mahendra pergi. terkecuali Ariena dia lebih memilih duduk di teras rasanya iya enggan sekali masuk kerumah apa lagi ke kamarnya.


"Sayang maafin aku sudah membohongi mu, tapi ku pastikan aku akan bicara jujur dengan mu di waktu yang tepat" gumangnya


"Ariena sedang apa kamu di sini" tanya ayah


"Ariena!!." panggil ayah sekali lagi


"Eh ayah, kenapa yah" tanya nya


"Kamu yang kenapa ayah tanya kok gak jawab" ucap ayah


"Hehehe Ariena gak denger tadi yah" elaknya


"Bukan gak denger tapi kamu melamun, emang apa yang sedang kamu pikirkan sih nak" tanya ayah

__ADS_1


"Tak ada yah, udah ah Ariena mau mandi yah udah sore" Ucapnya tersenyum lalu pergi dari hadapan ayahnya,


__ADS_2