SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 47


__ADS_3

Ariena kembali duduk bersama Nandra


"aku pulang duluan ya" ucap Ariena


"loh kenapa? baru juga sebentar Abang duduk kok udah mau pulang aja" ucap Nandra


"ya gimana bang. tadi aku alasan mau beli pecel ayam di simpang kompleks" ucap Ariena


"ya udah biar abang antar kamu pulang ya" ucapnya


"ngapain gak usah bang, Ariena naik motor sendiri kok" ucap Ariena


"ya gak papa biar Abang ikuti kamu dari belakang" ucap Nandra


"udah gak usah bang, Ariena bisa pulang sendiri beneran deh gak usah di antara" ucap Ariena kekeh tak ingin di antara Ilan pulang


"ya baik lah" ucap Nandra akhirnya mengalah.


saat Nandra ingin memeluknya, Ariena dengan cepat bangkit dari duduknya untuk menghindari pelukan Nandra.


"ada apa Ariena" ucap Nandra ikut berdiri


"tidak papa bang cuma gak enak di liat orang ini kan tempat umum, ya udah Ariena pulang dulu ya bang" ucap Ariena


"biar Abang antar kamu ya sayang, kebetulan rumah Abang ku di sekitar sini juga" ucap Nandra menawarkan lagi


"eh tidak usah bang Ariena bawak motor sendiri kok lagi aku gak mau mereka melihat kamu mengantar ku" ucap Ariena


"biar saja mereka liat, aku juga ingin mengenal keluarga mu sayang" ucap Nandra


"kan udah ku bilang jangan sekarang" tolak Ariena


"kenapa sih kamu beruba. seperti ada yang kamu sembunyikan dari ku" ucap Nandra


"bukan gitu sayang aku cuma mau memberi tau hubungan kita langsung dengan mulut ku sendiri. plisss ya sayang jangan sekarang aku mohon ya ya ya plissss" ucap Ariena memohon


"baiklah kalau itu mau mu, tapi benerkan tidak ada yang kamu tutup-tutupi dari ku" ucap Nandra

__ADS_1


"iya loh sayang, udah ah Ariena pulang duluan ya" ucap Ariena pergi meninggalkan Nandra


sedangkan Nandra hanya membalas ucapan Ariena dengan anggukan dan terus menatap Ariena yang mulai menjauh.


saat Nandra masuk mobil dan ingin menjalankan mobilnya untuk menuju rumah Ilan, telponnya berdering.


'tringgggg tringgggg tringgggg'


"hallo" ucap Nandra


"..."


"baru aja balik ke indo kemarin"


"..."


"nongkrong di tempat biasa kan" ucap Nandra


"..."


-√-√-√


di rumah


"assalamualaikum pah" ucap Ariena berjalan menuju sofa lalu mencium tangan papa.


"eh waalaikumsalam nak" ucap papa


"mama di mana pa" tanya Ariena


"itu lagi di dapur" jawab papa


"Ariena kedapur dulu ya pa mau nemui mama" ucap Ariena


"iya nak" ucap papa


"ma.., assalamualaikum ma" ucap Ariena mencium tangan mama

__ADS_1


"waalaikumsalam sayang" ucap mama


"mama lagi buat apa? sini biar Ariena bantu" ucap Ariena


"tidak usah nak, mama cuma buatkan kopi untuk papa ini juga udah siap, ayo kita ke depan" ucap mama


"mama deluan aja, Ariena mau minum dulu" ucap Ariena


"ya udah mama deluan" ucap mama meninggal Ariena di dapur sendiri


saat meninggalkan dapur mama berpapasan dengan Ilan dan ingin memberikan tau Ariena ada di dapur, tapi Ilan dengan cepat langsung mengkode mama agar tidak berbicara. mama yang mengerti langsung mengangguk tersenyum melanjutkan jalannya menuju sofa yang di duduki suaminya.


Ilan berjalan pelan mendekat dan tiba-tiba Ilan langsung memeluk Ariena dari belakang.


saat Ariena menutup lemari pendingin dia terkejut ketika seseorang memeluknya dari belakang karena refleks Ariena teriak sekuat tenaga dia melepaskan pelukannya, tapi sayang ternyata Ilan sudah lebih dulu mempererat pelukannya.


"diamlah ini aku suami mu" ucap Ilan di telinga Ariena


"ada apa Ariena" ucap mama sedikit berteriak dari ruangan keluarga yang langsung bersebelahan dengan meja makan yang mendengar teriakan Ariena


"ada kecowa ma, tapi udah aku buang kok ma" bukanya Ariena yang menjawab melainkan Ilan


"kamu mengagetkan ku saja, sekarang lepasin aku gak enak kalau nanti di liat sama mama papa mas" ucap Ariena mencoba melepaskan pelukannya


tapi Ilan seakan tuli pura-pura tak mendengar perkataan Ariena. karena tak ada respon dari Ilan, Ariena mencoba lagi melepas diri dari pelukan Ilan dengan sekuat tenaga.


"sebentar saja aku ingin menghilangkan rasa capek ku"ucap Ilan membalikkan tubuh Ariena agar berhadapan dengannya


"lah kalau capek ya istirahat dong mas kok mala minta di peluk, mod" ucap Ariena terpotong dan Ilan langsung memeluknya kembali


"tolong sebentar saja" ucap Ilan lembut


Ariena langsung diam di tak tau harus berkata atau menjawab apa.


tiba-tiba jantung Ariena berdetak lebih cepat "kenapa ini? kenapa jantungku berdetak tak karuan" batin Ariena


beberapa menit kemudian Ilan melepas pelukannya dan berkata "aku sangat merindukanmu Ariena" ucap Ilan mencium pucuk kepalanya

__ADS_1


__ADS_2