
sesampainya di halaman rumah keluarga Mahendra Ariena memarkirkan motor matic nya di garasi.
'tok tok tok' Ariena mengetuk pintu rumah. tak lama art membukanya.
"assalamualaikum bik" ucapnya
"eh non Ariena waalaikumsalam, ayo masuk non" ucap bik boyen mempersilahkan Ariena masuk
"iya bik" ucap Ariena
"menantu kesayangan mama datang" ucap mama saat Ariena sudah berada di ruang tamu
"assalamualaikum ma" ucap Ariena mencium tangannya
"waalaikumsalam sayang. ayo kita sarapan dulu" ajak mama "mata kamu kenapa apa kamu habis menangis atau kamu sering bergadang" ucap mama tersenyum jahil
"tidak usah mah terima kasih, Ariena kesini" ucapnya menggantung
"nak kamu kesini, di mana Ilan?. apa dia tak mengantar mu?" ucap papa berjalan mendekati mereka
"papa. assalamualaikum pa" ucapnya mencium tangan papa
"waalaikumsalam Na. kamu kok tumben masih pagi seperti ini kemarin ada apa nak?" ucap papa
"sebenernya itu emmm. Ariena ingin meminta bantuan papa untuk mencari mas Ilan" ucap Ariena menunduk meremas kedua tangannya karena gugup
"memang nya Ilan kemana. jangan bilang Ilan di culik. pah bagaimana ini cepat cari Ilan mama gak mau terjadi sesuatu yang buruk padanya" ucap mama heboh sendiri
"mas Ilan tidak di culik mah, tapi dia pergi meninggalkan ku" ucap Ariena menunduk air matanya mengalir tak bisa di tahan lagi
"apa!" ucap orang tua Ilan bersama
"kenapa Ilan pergi? berani sekali dia meninggalkan mu. liat saja biar ayah seret dia pulang. dia itu buta atau apa! istri sempurna seperti kamu mala di sia siakan. liat saja ayah akan memberikan dia pelajaran" ucap papa menggebu-gebu
"sabar pah anak kita mungkin ada alasan sendiri" ucap mama mengelus bahu papa agar tenang
"mas Ilan gak salah pah" ucapnya berhenti sejenak. "Ariena yang salah" ucap Ariena menunduk takut
"sebenernya apa yang terjadi nak. tolong ceritakan semuanya pada kami apa yang terjadi antara kamu dan Ilan" ucap papa
__ADS_1
"sebenernya....." Ariena menceritakan hubungannya dengan Nandra sebelum menikah, sampai menikah pun dia masih berpacaran dengan Nandra bahkan saat dia tau Nandra adalah adik dari Ilan. bingung memilih antara Nandra dan Ilan. sampai Ilan yang meninggalkan nya karena tau ternyata pacar istrinya adalah adik iparnya/adiknya sendiri
"apa! bagaimana kamu bisa melakukan itu pada kedua putra ku" ucap mama berdiri dengan emosi
"ma'af kan Ariena mah" ucap Ariena ikut berdiri menunduk dengan air mata membasahi pipinya
'plak' Ariena mendapat sarapan pagi . pipinya yang putih kini menjadi merah karena tamparan itu
Ariena hanya diam memegang pipinya yang terasa sakit. papa yang terkejut langsung memegang istrinya agar tak hilang kendali lagi.
"sabar mah tenangkan diri mu kekerasan bukanlah jalan keluar dari semua masalah" ucap papa
"diam! kamu gak tau rasanya jadi aku pah. melihat kedua anakku tersakiti hanya karena satu wanita ini dan kamu bilang tenang"ucapnya dengan nada tinggi. "entah kesalahan apa yang ku perbuat dulu sampai kesengsaraan menimpa kedua anak ku" ucap mama kesal dengan air mata yang mengalir deras
"mah maafin Na. Na tak bermaksud ingin menyakiti mereka berdua Na" ucapnya terhenti tak tau apa yang harus dia ucapkan karena apa yang dia ucapkan tetap saja salah
"gampang kamu minta maaf lalu bagaimana dengan kedua putra ku yang kamu sakitin. kamu seharusnya sadar kamu itu sudah menikah! dan menerima pernikahan mu dengan Ilan dengan ikhlas pasti semua ini gak akan terjadi. pantas saja Nandra yang sangat menolak keras untuk menjalankan bisnis papa di Filipina, mendadak mau pergi menjalankan perusahaan papa dan ngotot ingin pergi tadi malam juga. ternyata ini alasannya" ucap mama menangis
"maaf mah" ucap Ariena berlutut di hadapannya dengan air mata mengalir deras membasahi pipinya
"mama sangat kecewa dengan kamu. mama sudah menganggap kamu sebagai Putri bukan menantu di keluarga kami tapi apa yang mama dapat kamu malah menyakiti putra ku. mama pikir kamu anak yang baik tampang mu sangat polos tapi...ternyata mama salah menilai mu. kamu gak lebih buruk dari seorang p*****uh b*ranta*!. lebih baik kamu pergi dari sini sebelum saya kehilangan kendali" ucap mama
"tidak akan bahkan jika aku mengetahuinya aku tak akan memberitau mu. lebih baik kamu pergi. pergi mama bilang!" tegas mama
"aku mohon mah" ucap Ariena masih berlutut
"nak sudah kamu pulang dulu biarkan mama menenangkan pikirannya " ucap papa memegang bahu Ariena agar berdiri
"tapi pah" ucapnya
"tolong Na. papa mohon pulanglah" ucap papa
Ariena terdiam sejenak. "mah Ariena pulang, assalamualaikum" ucap Ariena ingin mencium tangannya tapi mama langsung menepis tangan Ariena dan pergi meninggalkannya
"ayo pah mama mau istirahat kepala mama pusing" ucap mama menarik papa saat Ariena ingin mencium tangan papa
sedangkan Ariena masih diam mematung menatap punggung kedua mertuanya yang mulai menghilang.
Ariena menjalankan motornya dengan mata sembab dan air mata yang masih terus mengalir. bahkan dia tak peduli saat keluar dari rumah Mahendra para satpam, tukang kebun dan para art yang melihatnya.
__ADS_1
setelah sampai di rumah Ariena menelpon bunda untuk meminta bantuan agar orang tuanya itu membantunya mencari Ilan karena hanya mereka lah harapan satu satunya untuk Ariena. dia tak tau harus meminta bantuan dari siapa lagi rasanya otaknya sudah buntu.
"halo, assalamualaikum bunda" ucap Ariena dengan suara serak akibat menangis
"waalaikumsalam nak. kamu kenapa kok sepertinya kamu menangis" ucap bunda
"bunda tolong bantu Ariena mencari mas Ilan Bun. mas Ilan pergi ninggalin aku" ucap Ariena
"ha! dia ninggalin kamu. kenapa?" ucap bunda terkejut
"hm, anu itu sebenarnya karena Ariena menghianatinya" ucap Ariena
"apa! jangan bilang kamu masih berhubungan dengan pacar kamu itu" ucap bunda menebak sedikit berbisik
"iya Bun" ucapnya menangis di sebrang sana
"tapi Bun Ariena udah memutuskan hubungan dengannya. dan dulu waktu nikah mas Ilan tak pernah mempermasalahkannya tapi kenapa sekarang dia meninggal kan ku" ucap Ariena bingung harus menceritakan semuanya atau tidak dia masih takut jika bundanya akan marah seperti mama.
bunda yang sedang berada di teras samping bersama ayah. buru buru berjalan menjauh dari ayah ke ruang keluarga.
"coba jujur ceritakan semuanya. bunda merasa kamu belum menceritakan semuanya" selidik bunda yang merasa anaknya sedang menyembunyikan sesuatu darinya
ayah yang curiga mengikuti bunda sampai ke ruang keluarga.ayah yang melihat wajah khawatir istrinya itu langsung menyuruh bunda untuk loud speaker agar ayah bisa mendengar. bunda terkejut melihat ayah sudah duduk di sampingnya dia ragu untuk meloudspeaker tapi melihat mata ayah yang tajam membuat bunda mau tak mau menuruti ucapanya.
"hm, bunda maafin Ariena. Ariena gak tau kalau pacar Ariena adalah adiknya mas Ilan dan saat udah tau bodohnya Ariena masih terus melanjutkan hubungan(pacaran) dengan bang Nandra" ucap Ariena terus menceritakan dari awal sebelum menikah Ilan mengetahui Ariena memiliki pacar dan tak mempermasalahkan Ariena memiliki pacar sampai Ilan yang meninggalkannya dengan surat di kotak box
"astagfirullah Ariena. mau di taruh mana muka ayah dengan sahabat dan keluarga mertua mu bisa bisanya kamu melakukan semua itu. apa kamu tak bisa berpikir kedepannya akan gimana jika ketahuan. kenapa kamu tidak memakai otak mu Ariena! kamu menghianati laki laki sebaik Ilan! kamu sudah mempermalukan ayah. ayah pikir kamu anak yang baik nurut tapi ternyata kamu mala membuat ayah malu bahkan lebih malu dari kakak kamu yang hamil di luar nikah" ucap ayah terhenti tak habis pikir dengan kelakuan Putrinya itu
"ayah jangan bicara seperti itu" ucap bunda di seberang sana
"ayah." gumang Ariena terkejut tak mengetahui ternyata ayahnya juga sedang mendengar curhatannya
"maafin Ariena yah Ariena salah" ucapnya menangis ketakutan
"kenapa baru sekarang sadarnya kalau kamu salah kenapa tak dari awal mengakuinya. percuma kamu mengaku salah semua sudah terlambat nak Ilan sudah pergi meninggalkan mu" ucap ayah meninggi. langsung merebut handphone dari tangan bunda
"ayah Ariena mohon. tolong bantu Ariena mencari mas Ilan" ucap Ariena menagis
"tidak jarang harap kami akan membantu mu. saya tak sudi membantu mu!. dan jangan pernah lagi hubungi kami. kami tak punyai putri memalukan seperti mu" ucap ayah langsung mematikan handphonenya
__ADS_1