
"Ha, eh iya ma" ucap Ariena gugup
"Kakak adik serius sekali ngobrolnya, sampai gak sadar Deri tidur, emang lagi bahas apa" tanya mama
"Oh itu kami lagi bahas" ucap Eriem berhenti
"bahas boyband kesukaan Ariena" ucapa Ariena memotong pembicaraan Eriem
"Pantas saja kamu lupa segalanya, ternyata lagi bahas husband halu" ucap bunda
"Aku malu, aku sangat malu karena perkataan bunda, yang bilang suami halu. Padahal kalau tidak pakai kata 'halu' rasanya ingin terbang, andai aku punya sayap mungkin aku sudah terbang menembus langit ke tujuh" gumang Ariena
"gak papa, mama juga pernah dengar lebih baik suka anak kpop karena jika dia bosen atau ada masalah dengan pasangannya dia akan lari ke grupband yang dia suka dari pada mencari pelampiasan di luar sana" ucap mama
Ariena tersenyum kagum melihat mama mertuanya itu, karena baru kali ini dia nemu langsung orang berpikiran positif tentang dunia perkpopan.
"Sini Deri biar kakak tidurkan dia di kamar" ucap Eriem
Ariena hanya mengangguk. Saat Eriem mengangkat Deri kedalam dekapan Eriem.
"Semua kami pamit balik ke kamar duluan ya" ucap Eriem, Dino langsung mengambil Deri dari gendongan Eriem.
"Sini biar abang aja yang gendong" ucap Dino membawa Deri ke kamar di ikuti Eriem
Tak terasa sudah hampir tengah malam mereka satu persatu berpamitan untuk kembali ke kamar hotel dan ada juga yang pulang karena rumah mereka masih di sekitar kota Medan.
"Bunda ayah istirahat saja ini udah malam gak bagus buat kesehatan" ucap Ariena
"Iya nak, kamu juga istirahat pasti kamu juga capek" ucap ayah
__ADS_1
"Iya yah. Ariena nunggu mama papa sama Ilan mereka lagi berbincang-bincang gak enak kalau Ariena masuk kekamar deluan" ucapnya
"Ya sudah kami kekamar deluan ya" ucap bunda
"Iya Bun" ucap Ariena
Setelah bunda dan ayah pergi, Ilan mendatangi Ariena.
"Kamu kalau mau istirahat deluan aja aku lagi ada urusan sama Andi dan Difan" ucap Ilan
"Tapi mama sama papa kan belum kembali ke kamar mereka, aku gak enak harus berpamitan deluan" ucap Ariena
"Kamu gak liat mama sama papa udah balik kekamar mereka, atauuu apa jangan-jangan kamu gak bisa jauh-jauh dari aku" ucap Ilan menggoda
"Apa'an Lu pd bener, siapa juga yang mau dekat-dekat" ucap Ariena langsung pergi meninggalkan Ilan
Ilan terus tersenyum melihat Ariena yang sudah semangkin tak terlihat.
"Iya jadi negeri gue liatnya, atau jangan-jangan di sini ada hantu" ucap Difan
"Et'dah jangan ngadi-ngadi deh lu ya, sembarang aja kalau ngomong, jaman modern sekarang masih aja percaya yang begitu" ucap Andi
"Tau tu" ucap Ilan
"Udah jangan bahas ini, jadi gak ni mumpung cuma kita bertiga yang ada di sini" ucap Andi
"Jadi dong kapan lagi coba kita seneng-seneng" ucap Difan
"Ini aku udah bawak langsung dari Korea, ini itu bir paling enak disana" ucap Andi duduk di bangku.
__ADS_1
Difan mulai menuang ke gelas mereka.
"Ini buat Lo" ucap Difan memberikannya ke Ilan
"Kalian aja yang minum gue minum jus aja" ucap Ilan menolak
"Ayolah bro kali ini aja, anggap aja melepas masa lajang Lo, ya walaupun udah lewat tapi gak papa anggap aja begitu" ucap Difan
"Udah ini Lo minum, sekali ini saja" ucap Andi menyodorkan gelas yang berisi minuman yang memabukkan.
setelah Ilan menghabiskan minumannya Difan menuang lagi kedalam gelas Ilan.
"ayo kita chirsss" ucap Difan mengangkat gelasnya
"ayo Lan" ucap Andi
"tidak, sudah cukup" ucap Ilan menolak
"ayo lah sekali lagi" ucap Difan
Ilan kalah dengan bujuk rayuan Andi dan Difan akhirnya Ilan minum sekali dua kali seterusnya sampai mereka bertiga mabuk.
"Udah malam ayo kita balik ke kamar" ucap Ilan berdiri bergerak kekanan kekiri
"Hahaha liat Lo joget-joget lucu banget" ucap Difan
"Siapa yang joget, liat aku ini berdiri" ucap Ilan mencoba berdiri tegak tapi tetap saja tak bisa
"Ha kan liat Lo goyang-goyang" ucap Andi tertawa
__ADS_1
"Au ah gue mau balik kekamar, bay" ucap Ilan pergi meninggalkan mereka berdua, dengan berjalan sempoyongan.