SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 58


__ADS_3

tanpa di duga Ilan membaringkan tubuhnya di sofa dengan kepala di pangkuan Ariena. Ariena yang kaget hanya menatapnya dengan penuh tanya.


"mas ngapain tidur di sini" ucap Ariena


"kenapa! emang suaminya mau tidur di pangkuan istrinya tidak boleh apa?" ucap Ilan


"ya b'boleh" ucap Ariena canggung


"tadi kamu bilang lagi gak mood, kenapa?" ucap Ilan menatap wajah Ariena


"gak papa cuma emang lagi gak mood aja hari ini" ucap Ariena


"bukan karena ada orang yang menggangu mu" ucap Ilan dingin


"maksudnya" ucap Ariena bingung


"ya maksud ku apa ada yang menggangu mu di luar atau di kantor tadi?" ucap Ilan


"tidak ada kok. mana ada yang berani sama istri direktur utama" jawab Ariena cepat tersenyum getir


"hmmm, pokoknya nanti kalau ada yang mencari masalah dengan mu. langsung bilang sama ku jangan di tutup-tutupi. biar mas beri dia pelajari karena berani menyakiti istri ku" ucap Ilan


"apa di tau kejadian tadi di kantor ya? ah tapi masa iya" batinya


"iya-iya. udah lah aku mau nonton jangan di ajak bicara mulu" ucap Ariena kesal tidak bisa fokus menonton film


Ilan tidak menjawab hanya menampilkan senyumnya tapi mata Ilan terus memandang wajah Ariena. Ariena yang sadar jika terus di pandangi membuatnya salting.


Ariena menutup mata Ilan dengan satu tangannya. "jangan liatin aku seperti itu. aku risih! lebih baik mas istirahat di kamar sana" ucap Ariena sebal

__ADS_1


"gak mau aku mau istirahat di sini aja" ucap Ilan memegang tangan Ariena yang menutupi matanya


"makanya jangan liatin aku seperti itu aku tak suka" ucap Ariena


"iya-iya bawel" ucap Ilan menggerakkan badannya miring menghadap tv


Ilan memegang tangan Ariena. menaruh tangan Ariena di pipinya tanpa sadar dia mulai tertidur.


Ariena tersenyum melihat tingkah Ilan yang seperti anak kecil sedang meminta di sayang. entah sejak kapan Ariena mengelus-elus rambut Ilan.


tiba-tiba Ariena teringat pertemuannya dengan Nandra tadi siang.


'flashback'


setelah mengantar makan siang Ilan. Ariena tidak langsung pulang dia sudah mengabari Nandra untuk bertemu di mall seperti biasa.


Nandra sudah duduk di cafe dengan menggunakan jaket,topi,dan masker. Ariena yang baru sampai langsung duduk bersama Nandra dengan menggunakan masker dan kacamata hitam. penampilan mereka seperti detektif.


"enggak kok. baru setengah jam duduk di sini" ucap Nandra tersenyum Pepsodent


"maaf ya udah buat Abang lama nunggu" ucap Ariena


"iya gak papa. nunggu sampai ayam melahirkan ayam pun aku siap" ucap Nandra


"eleh gombal! dasar" ucap Ariena sambil melihat jam yang dia kenakan


"Na kita kayanya udah cocok deh kalau jadi detektif" ucap Nandra melihat stel yang mereka gunakan


"hahaha iya ya. nanti kita buka jasa detektif ya bang seru juga tuh kayanya" ucap Ariena tertawa

__ADS_1


"iya Na nanti kita mengusut kasus yang rumit berbahaya sangat menantang pasti seru banget" ucap Nandra


"terus kita jadi terkenal karena hanya kita yang bisa menguat kasus yang rumit di luar akal manusia" ucap Ariena dengan wajah serius


"lalu tiba-tiba ada banjir bandang yang menerjang kita, terus terbangun dan eh ternyata hanya mimpi" ucap Nandra tertawa garing


maaf gaes! di maklumi aja ya :) mereka memang suka gini membahas hal-hal tidak berpaedah dan tidak penting seperti ini.


Ariena kembali melihat jam di tangannya. "bang aku kayanya harus pulang. tadi aku gak bilang mau keluar. nanti Ilan marah lagi" ucap Ariena


"tunggu sebentar Na. ada yang ingin aku tanya kan padamu" ucap Nandra


"iya ada apa bang" ucap Ariena menatap Nandra yang sedang minum


"kapan kamu akan bercerai dengannya Ariena?" 'Deg' jantung Ariena berdetak kencang dia terkejut dengan ucapan Nandra.


"aku gak mau kita seperti ini. jika kita terus menutupi hubungan kita. bermain kucing-kucingan dengan keluarga kita. hubungan kita ini akan menyakiti seluruh keluarga kita dan terutama bang Ilan dia pasti sangat kecewa sama kita. dan Abang gak mau di cap sebagai pebinor" ucap Nandra


"hmm,,, beri aku waktu sedikit lagi" ucap Ariena ragu


"berapa lama lagi Na? aku sangat tidak nyaman dengan hubungan kita yang seperti ini. aku butuh kepastian jika kamu masih terus begini. biar aku saja yang memberi tau hubungan spesial kita yang sudah berjalan sebelum kamu menikah dengan bang Ilan" ucap Nandra


"jangan bang aku mohon!.." ucapnya "baik aku akan memberi tau hubungan kita dengan mereka. tapi tolong beri aku waktu seminggu untuk mempersiapkan diri ku aku janji akan jujur pada Ilan"


"aku ingin mencari tau apa aku beneran sudah mulai mencintai Ilan atau aku hanya menganggapnya sebagai abang. maaf bang aku harus membohongi mu" batin Ariena


"oke, baiklah kuharap kamu tak mengingkarinya" ucap Nandra


Ariena tersenyum miris di balik masker yang dia gunakan.

__ADS_1


"aku akan menerima semua keputusan yang akan kamu ambil asal itu membuat mu bahagia aku akan menerimanya" batin Nandra


'flashback off'


__ADS_2