
"tapi kak" Ucapnya terpotong
"Na kakak ngomong kaya gini itu demi kebaikan mu" Ucapnya berhenti "ya udah mending kamu pikir-pikir lagi Na ucapan kakak sebelum semuanya semangkin rumit dan tak terkendalikan"
"Ibuc beik janjan" ucap Deri
Ucap Deri menghentikan obrolan kakak dan adik itu.
"Iya tapi mandi dulu ya nanti kita ke rumah nenek" ucap Ariena memangku Deri
"Deli au keluma nenek. yeh.." ucap Deri antusias
"Ayo ibu mandikan dulu" ucap Eriem mengambil Deri dari pangkuan Ariena dan menggendongnya.
5 menit kemudian Deri sudah selesai mandi, Ariena langsung mengambil Deri dari gendongan kakaknya dan mulai memakaikan baju Deri, setelah selesai Ariena mengajak Deri ke motor, menaikanya di depan.
"Assalamualaikum kak, sayang dada dulu sama ibu" pamit Ariena Deri melambaikan tangannya ke arah Eriem
Eriem membalas lambaian tangan anaknya "dah sayang, waalaikumsalam" Ucapnya
Tak lama sekitar 10 menit Ariena dan Deri sampai di Warung, setelah memarkirkan motornya Ariena memegang tangan deri memasuki warung.
"Deri mau apa biar ibuk ambilkan"
"Mau es cim" ucap Deri
"Gak boleh nanti ibuk kena marah sama ibu, derikan gak boleh makan es krim yang lain aja ya" bujuk Ariena
"Emook Deli au itu" ucap Deri dengan mata yang sudah siap hujani pipinya
"Oke kita beli tapi satu aja ya" ucap Ariena. Deri mengangguk tersenyum gembira
Ariena mengambil beberapa bungkus makanan ringan ditaruhnya di meja kasir.
__ADS_1
"Berapa semuanya bang" ucap Ariena
"30 RB" ucap penjual
"Ini bang" Ucapnya memberikan lembar kertas bewarna biru"
"Ini kembaliannya, terima kasih" Ucap penjual
"Iya sama-sama" Ucapnya tersenyum pergi bersama Deri
Sesampainya di parkiran saat hendak pergi ada yang menyenggol bahunya. Ariena langsung melihat siapa yang menyentuhnya
"Hay teman kecil" Ucapnya heboh
"Naya, ha ini beneran Naya kan" ucap Ariena tak kalah heboh
"Iya ini aku Lo ya pura-pura lupa" Ucapnya
"Haha,Kapan kamu pulang, kok gak ngabarin sih " tanya Ariena
"Pulang" Ucapnya
"Maaf ya gak bisa datang ke pernikahan mu" ucap Naya
"Iya gak papa nay" ucap Ariena
"Oh iya ngomong-ngomong gimana hubungan mu dengan Nandra apa kamu sudah jujur sama dia" tanya Naya
"Belum nay aku bingung gimana cara jelasinya" Ucapnya
'Flashback'
"Hallo.. assalamualaikum" ucap Ariena
__ADS_1
"Waalaikumsalam" Ucapnya
"Apa kabar mu may" ucap Ariena
"Alhamdulillah kabar ku baik, LO sendiri gimana" Tanyanya
"Aku juga baik" ucap Ariena dengan suara khas menangis
"Kamu bilang baik tapi kenapa kamu menangis Na" ucap Naya
"Aku mau menikah" Ucapnya
"Alhamdulillah akhirnya kamu menikah juga sama Nandra, tapi Na maaf ya aku gak bisa datang" ucap Naya
"Aku bukan mau menikah dengan Nandra" Ucapnya
"Lalu dengan siapa" tanya Naya
"Dengan keponakan sahabat ayah ku, aku, aku di jodohkan" Ucapnya memecahkan tangisan yang sudah berhenti
"Apa di jodohkan?!!" ucap Naya terkejut "udah jangan nangis Na aku jadi ikut sedih dengarnya, kenapa kamu tak menoleh bilang sama ayah yang sejujurnya bahwa kamu sudah memiliki pacar"
"Udah nay tapi kamu juga tau bagaimana ayah ku jika sudah mengambil keputusan, memang ayah juga sudah memberiku dua hari untuk membuktikannya, ayah hanya ingin melihat keseriusan Nandra, tapi sayang takdir belum berpihak pada ku Nandra tidak bisa di hubungi, pada saat Nandra menghubungi ku kembali tapi sayang semua sudah terlambat" ucap Ariena menceritakan
"Sabar ya Na. kamu sudah bicarakan pernikahan mu dengannya?" ucap Naya
"Belum, aku tak tau harus memulai dari mana aku takut hubungan kami akan berakhir" Ucapnya
"Tapi Na kamu tetap harus memberitahunya jangan sampai hubungan mu dengan Nandra akan jadi bumerang dalam hidup mu" ucap Naya
"Entahlah aku bingung. udah dulu ya nay bunda memanggil ku" Ucapnya
"assalamualaikum" ucapnya mengakhiri telpon.
__ADS_1
"Waalaikumsalam" ucap Naya
'Flashback off'