
"oh ternyata dia lagi ngambek karena aku manggil dia dengan sebutan anda dasar baperan, gak pernah dengar kata V sih yang bilang 'jangan baper'. udahlah aku ngalah saja mama sama papa pasti udah nunggu kami di meja makan. kalau aku ladeni juga bisa-bisa mood ku juga ikut hancur gara-gara ni anak, ngelihat baju yang berantakan ini saja sudah membuat ku emosi, apa lagi aku berdebat dengannya bisa-bisa aku tak bisa mengontrol diri ku sendiri" batinnya
"maaf aku lupa, emm 'an' eh mas lagi cari dasi ya" tanyanya
"Udah tau nanya lagi" ucap Ilan
"Ih ni orang ya. Sabar Ariena sabar di luar ada mama dan papa gak enak kalau mertuamu dengar kalian ribut Ariena" gumangnya bicara sendiri
"biar saya bantu, dasinya bewarna apa" ucap Ariana lembut
"Liris-liris ungu" ucap Ilan
Ariena langsung mencari di lemari tak lama Ariena menemukan dasi yang di cari Ilan di bawa baju yg sudah di berantakinya tadi.
"Ini apa" tanya Ariena "makanya lain kali nyarinya pakek mata jangan pakek otot senaknya aja berantaki kamar" Ucapnya kesal
Ilan hanya diam tak menjawab ucapan Ariena karena dia juga sadar yang dia lakukan ini salah, saat ingin mengambil dasi dari genggaman Ariena, Ariena dengan cepat menarik kembali.
"Biar aku pasangkan tangannya pasti belum sembuh, kalau mas yang pasang sendiri pasti lama mama sudah menunggu kita di meja makan" ucap Ariena
"Emang kamu bisa" Tanyanya
"Bisalah dulu waktu masih sekolahkan pakek dasi juga" ucap Ariena
Ariena berjinjit agar ia bisa memakaikan dasi di kerah baju Ilan.
"tolong menuduk aku tak sampai" ucap Ariena
"dasar pendek" ledek Ilan tersenyum
"dih" ucap Ariena mengerutkan keningnya
tatapan mereka saling bertemu membuat hati keduanya berdegup kencang.
"ya ampun kenapa jika sedekat ini dia sangat tampan" batin Ariena
"imut Banget sih jika di lihat sedekat ini jadi pengen cubit pipi chubbynya' batin Ilan
"sudah selesai melihatnya" ucap Ilan mengalihkan tatapannya kearah jendel
"siapa juga yang liatin gr Lo, ini udah selesai ayo kita turun" Ucap Ariena cepat-cepat berjalan keluar kamar
Papa mama sudah menunggu di meja makan, tak lama Ilan dan Ariena yang baru keluar dari kamar ikut berkumpul di meja makan.
Di sela-sela Ariena yang mengambil makanan untuk Ilan mama membuka pembicaraan.
"Nak apa kamu ada tamu sekarang" tanya mama
__ADS_1
"Tidak ma" jawabnya
"Lalu mengapa kamu membuat minum banyak sekali" tanya mama
"Oh itu ma Ariena sengaja buat teh,susu, sama kopi satu-satu buat papa sama mama karena Ariena tak tau mama sama papa suka minum apa" ucap Ariena
"Owalah nak kamu lucu deh papa sama mama suka apa saja yang kamu buat mau itu teh,kopi, atau apapun itu kami suka" ucap papa
Ariena hanya tersenyum malu mendengar perkataan papa bagaimana dia bisa sekonyol ini, membuat minum sampai beberapa jenis. Membuat Ilan tersenyum melihat tingkah Ariena yang menggemaskan itu.
-√-√-√-
Dua hari kemudian.
'tringgggg tringgggg tringgggg' suara handphone Ilan berbunyi
"Hallo, assalamualaikum" ucap Bunda
"Waalaikumsalam bunda, ada apa bun" ucap Ilan
"Tidak ada nak bunda hanya mau memberi kabar kalau kami sudah sampai di hotel, tadi bunda menelpon Ariena tapi tak di angkat" ucap Bunda
"Oh bunda sudah sampai, sebentar biar Ilan panggil Ariena ya Bun" ucap Ilan
"Iya nak" ucap Bunda
"Ini bunda mau bicara sama kamu" ucap Ilan memberi telponnya
"Bunda" tanya Ariena mengambil handphone dari tangan Ilan
"Iya" jawab Ilan lalu keluar kamar
"Hallo nak" ucap bunda
"Iya Bunda" ucap Ariena
"Tadi bunda telpon kamu kok tak di angkat" ucap Ariena
"Masa iya Bun tapi Ariena tak mendengar suara telpon Ariena bunyi, sebentar Ariena cari handphone Ariena dulu" ucap Ariena mencari-cari handphonenya, dan akhirnya ketemu.
"Oh ini ternyata handphonenya tertimpa bantal bun, pantas saja aku gak mendengarnya" ucap Ariena mengambil handphonenya.
"Oh iya bunda menelpon ada apa, bunda dan ayah baik-baik sajakan?" tanya Ariena
"Alhamdulillah bunda dan ayah baik-baik saja, kamu ini ya apa bunda harus sakit atau membutuhkan kamu baru boleh menghubungi mu" ucap bunda
"Hehehe bukan itu maksudku bunda, Ariena hanya khawatir" ucap Ariena tak enak
__ADS_1
"Bunda cuma mau ngasih tau kamu kalau kami sudah sampai di hotel yang untuk resepsi besok" ucap bunda
"Bunda udah sampai, Alhamdulillah, Ariena juga udah siap untuk pergi ini, jadi gak sabar mau peluk bunda" ucap Ariena
"Cuma bunda, ayah engga" ucap ayah, ternyata bunda melespekerkan telponnya agar ayah mendengarnya.
"Ya ayah juga dong biar adil" ucap Ariena tertawa
"Udah dulu ya nak bunda mau istirahat" ucap bunda
"Iya Bun kalian pasti capek, ya sudah bunda sama ayah istirahat sebentar lagi Ariena akan berangkat ke sana" ucap Ariena
"Iya na, assalamualaikum" ucap bunda
"Waalaikumsalam" ucap Ariena mematikan telponnya
"Ayo kita keluar udah di tunggu mama sama papa di bawa, kita harus pergi ke hotel sekarang" ucap Ilan masuk kedalam kamar.
Ilan mengambil jaket di dalam lemari, sedangkan Ariena langsu mengambil tasnya yang ada di meja rias, saat Ariena ingin membawa koper mereka, Ilan menghentikannya.
"Tidak usah biar saya yang bawa, kamu turun saja deluan, dan tolong bawakan handphone saya" ucap Ilan
"Iya mas" ucap Ariena mengambil handphone Ilan yang dia taruh di nakas, lalu memasukkannya kedalam tas Selempangnya.
Sesampainya di parkiran rumah mama dan papa sudah menunggu, Ilan langsung memasukkan kopernya ke bagasi.
"Ayo ma kita masuk" ucap Ariena mengajak mamanya masuk ke dalam mobil
Saat ingin masuk Ilan langsung menariknya.
"Kamu mau kemana" tanya Ilan
"Ya mau masuk mobil bareng mama mas" ucapnya
"Tidak biar mama pergi bareng papa saja" ucap Ilan
"Terus kita ke sananya naik apa" tanya Ariena
"Naik motor, saya gak mau kamu mabuk perjalanan seperti kemarin" ucap Ilan
"Tidak usah, aku bareng mama aja. mas pasti capek kan baru pulang kerja" ucap Ariena
"Gak papa saya gak capek kok" ucap Ilan meyakinkan
"Iya nak, kamu naik motor saja, nanti kalau di paksa naik mobil terus sampai sana kamu sakit gimana" ucap mama
"iya baiklah ma" ucap Ariena
__ADS_1