SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 41


__ADS_3

Saat Effin hampir selesai bernyanyi Ariena pun tertidur pulas dilantai dengan kedua tangan memegang handphone, mendengar suara lembut Effin sangat membuatnya mengantuk.


Tak lama lampu menyala kembali karena pak satpam menghidupkannya menggunakan genset, terlihat rambut Ariena yang berantakan dan mata yang sembab akibat menangis.


"Kenapa mereka teledor sekali meninggalkan kakak di rumah sendirian, padahal waktu lamaran kemarin ayah sudah menjelaskan dengan keluarga bang Ilan, kalau kak Na punya trauma di masa lalu yang bisa kapan saja datang, tapi kenapa mereka meninggalkan kak Na sendiri sih" ucap Effin geram


"Mending aku menyanyi lagi agar kak Ariena tak merasa sendiri" ucap Effin


Sekitar jam sepuluh malam Ilan sampai di rumah, Ilan ingin membuka pintu kamarnya tapi ternyata pintunya terkunci. Ilan sudah beberapa kali mengetuk tapi tak ada respon. untungnya dia memiliki kunci cadangan yang selalu di taruh nya di tas kerja miliknya.


setelah membuka pintu kamar Ilan tak melihat Ariena di ranjang. saat ingin mencari di kamar mandi Ilan dikejutkan dengan melihat Ariena tidur di lantai pojok kamar.


"Kenapa dia tidur di sini dan matanya kenapa sembab seperti habis nangis" batin Ilan


dengan cepat Ilan mendekat ingin memindahkan Ariena ke ranjang, Ilan mengambil handphone yang di pegang Ariena, Ilan melihat handphone Ariena yang masih tersambung dengan Effin yang sedang menyanyi.

__ADS_1


"Loh Fin, ada apa ini" ucap Ilan saat mengambil handphonenya dari tangan Ariena


"..." Effin hanya diam dengan wajah yang sulit di artikan saat Ilan bicara


tapi basa-basi Ilan mengangankat Ariena menaruhnya di ranjang dan menyelimutinya.


Ilan mengambil handphone Ariena yang dia taruh di nakas yang masih terhubung dengan Effin.


"Ada apa ini Fin, kenapa Ariena tertidur dilantai dan kenapa dia menangis" tanya Ilan


"Apa yang kamu maksud" ucap Ilan tak mengerti


"Kak Ariena takut di rumah sendirian dia punya trauma dan Abang mala ninggalin kak Ariena di rumah sendirian" ucap Effin dengan wajah marahnya


"Apa punya trauma? Maaf abang gak tau, Abang pulang telat karena ada meeting mendadak sama klien" ucap Ilan

__ADS_1


"bagaimana Abang gak tau, padahal ayah dan bunda sudah menceritakan apa yang di alami kakak dulu sama keluarga Abang sebelum kalian bertunangan" ucap Effin


'mama dan papa udah tau? Tapi kenapa mereka tak memberi tau ku' batin Ilan


"Maaf ya abang  bener-bener gak tau" ucap Ilan merasa bersalah karena meninggalkan Ariena sendiri


"ya sudah lah, tolong jangan pernah tinggalkan kak Ariena di rumah sendirian pas malam hari karena kak Ariena takut sendirian di rumah. waktu malam hari apa lagi hujan dan petir kak Ariena sangat takut" ucap Effin


"Emangnya ada masal apa di masa lalunya sampai membuat dia trauma" tanya Ilan


"Lima tahun yang lalu rumah kami di masuki maling, waktu kejadian itu kak Ariena berada di rumah sendirian karena kami lagi ada acara di rumah saudara, sebenarnya kak Ariena juga ikut dengan kami tapi dia pamit pulang deluan karena kata dia kurang enak badan, tadinya kami mau ikut pulang juga karena khawatir sama kak Ariena tapi dia bilang tidak usah biar dia pulang sendiri karena acaranya belum selesai. setelah selesai kami langsung pulang saat itu hujan lebat untung kami naik mobil, saat sampai di rumah kami terkejut mendengar suara teriakan dengan cepat ayah membuka pintu rumah. kami tambah terkejut saat melihat seseorang pingsan, dan rumah yang berantakan. ayah dengan cepat berlari kearah suara tepatnya di kamar kak Ariena, setelah sampai di depan kamar kakak, ayah sempat berantem sama maling yang ingin membuka kamar kakak. tak lama polisi yang di hubungi kak Erni datang, kami membuka pintu kamar kak Ariena dengan kunci cadangan karena kami panggil suruh dia untuk membuka pintu tapi dia tak mau dia benar-benar ketakutan sampai pingsan. sejak saat itu lah jika di tinggal sendirian dia akan jadi histeris," ucap Effin menjelaskan


"Tapi untungnya tiga tahun ini kakak sudah kembali normal hanya saja jika malam hari sendirian traumanya akan muncul kembali itu sebabnya kami tak pernah meninggalkan kak Ariena di rumah sendirian jika malam hari, sampai ayah membuatkan jendela di dinding yang terhubung langsung dengan kamar ku bang" ucap Effin


"Oh itu sebabnya, pantas saja Abang liat ada jendela di tembok kamar" ucap Ilan

__ADS_1


"Iya, jika malam hari jendela itu akan di buka dan aku akan duduk di meja belajar ku yang langsung berhadapan dengan ranjang kak Ariena, aku selalu menunggunya tertidur baru aku juga tidur, tapi semenjak kak Ariena menikah jendelanya sengaja tidak ku buka karenakan udah ada Abang yang menemaninya" ucap Effin


__ADS_2