SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 28


__ADS_3

Badan Ariena menegang saat Ilan menyentuh kulit perut nya dan mulai memberi minyak padanya, dengan cepat Ariena menetralkannya lama-lama ketegangan ini menjadi rasa yang sangat nyaman, Ariena mulai memejamkan matanya, Ariena membiarkan dia mengelus memberikan minyak pada perutku.


"Nak Ariena memang begitu pak, dia tidak tahan jika naik mobil terlalu lama dia akan mabuk perjalanan" ucap pak mano


"Jangan panggil saya bapak pak panggil saja nama saya seperti anda memanggil Ariena agar tak terlihat terlalu formal" ucap Ilan


"Baik pak eh nak Ilan maksud saya. Biasanya jika buk Rima di sini ia akan memijit kepala nak Ariena di pangkuannya nak" ucap Mano


"Apa aku harus melakukan itu sama seperti bunda,jika dia marah gimana tapi di lihat kondisinya kasian juga jika aku diam saja, anggap saja ini tanggung jawab ku" batinnya


Ilan memberanikan diri menarik pelan tubuh Ariena agar kepalanya tidur di pangkuannya.


"Kenapa" tanya Ariena yang heran tiba-tiba di tarik untuk tidur di pangkuan Ilan


"udah tidur lagi, biar saya memijat kepala mu" ucap Ilan


Pak mano yang mendengar perkataan Ilan hanya tersenyum.


Ariena tak menolak dalam hatinya Ariena sangat senang karena baru kali ini ada laki-laki yang sangat perhatian dengannya bahkan pacarnya sekalipun, memang pacarnya perhatian tapi hanya dengan kata-kata namun dengan tindakan dia kurang peka, "lah kok aku jadi banding-bandingkan pacar ku sama dia" batinnya


Tak terasa detik berganti menit, menit berganti jam mereka sudah Samapi di halaman rumah Ilan, rumah yang begitu besar bernuansa modern.


kira-kira seperti ini rumahnya.

__ADS_1



"pak tolong bawakan koper saya dan Ariena taruh saja di ruang tamu" ucap Ilan membuka pintu mobil.


"Baik nak" Ucapnya


Ilan membuka pintu satunya dan membopong Ariena yang terlihat lemas. Sampai di kamar Ilan menuntunnya untuk berbaring agar Ariena bisa beristirahat. Setelah selesai Ilan pergi meninggalkan kamar untuk menemui supir ayahnya itu.


"Nak ini sudah semua kopernya" ucap pak mano


"Terima kasih pak" ucap Ilan berjalan ke arah pak mono


"Kalau begitu saya pamit ya nak Ilan" ucap Mano


"Tak usah nak bapak mau langsung pulang saja. sayang tiket bus yang sudah bapak pesan bakal hangus kalau tak di gunakan, bapak istirahat di perjalanan pulang juga bisa kok, bapak juga besok harus menghadiri acara kelulusan sekolah SMA anak bapak"


"Selamat ya pak, dan maaf sudah merepotkan bapak" ucap Ilan


"Tidak repot kok nak inikan memang kerjaan bapak jadi tidak papa" ucap pak mano tersenyum


"Ini buat bapak" ucap Ilan mengeluarkan beberapa lembar kertas bewarna merah dari dompetnya


"Tidak usah nak bapak sudah di gaji kok sama pak putra" tolaknya

__ADS_1


"Tak papa pak anggap saja ini hadiah untuk anak bapak karena sudah lulus sekolah" ucap Ilan


"Terimakasih ya nak" Ucapnya


"Iya sama-sama pak" ucap Ilan


"Assalamualaikum" Ucap Mano


"Waalaikumsalam" jawab Ilan


Setelah pak mano pergi Ilan langsung mengeluarkan handphone untuk menelpon asistennya. 15 menit kemudian asisten yang di tunggu pun datang membawa makanan yang di pesannya tadi dan tak lupa pula dengan obat yg di minta Ilan untuk membelinya di apotek.


"Mana obatnya" tanya Ilan yang sedang duduk di sofa dengan menggunakan pakaian santai kaos putih polos dan celana pendek krim


"Ini pak" ucap Difan


"Udah berapa kali ku bilang jika tak di kantor panggil namaku"Ucapnya berhenti "ya sudahlah Lo boleh pergi" ucap Ilan


"Hehehe sorry biasa hilap gue, eh tunggu bentar dong kasih tau gue siapa yang sakit tapi Lo kelihatan sehat-sehat aja" ucap Difan


"Bukan gue tapi Ariena" ucap Ilan


"Siapa Ariena? Oh iya gue inget kakak ipar ya. Kok bisa sakit Lo apain kakak ipar gue" tanya Difan

__ADS_1


__ADS_2