
Dua tahun kemudian
"hallo mas, assalamualaikum" ucap Rendro
"Waalaikumsalam," ucap papa
"Gimana kabar keluarga mas Rendra?" tanya Rendro
"Alhamdulillah kami semua baik² saja, kalau kalian gimana kabarnya baik jugakan?" ucap Rendra
"Alhamdulillah kami juga baik, oh iya ngomong-ngomong gimana kabar Ilan apa dia sudah punya pendamping?" Ucap
"Belom dro, Mas pun gak tau sampai kapan dia terus menutup diri dan hatinya pada wanita, aghhh ini semua gara-gara mantan pacarnya itu, yang ninggalin dia di saat ijab qobul akan di mulai, sejak itu dia tak percaya lagi dengan nama ikatan pernikahan ataupun cinta" ucap Rendra sedih
"Yang sabar ya mas mungkin seiring berjalannya waktu Ilan Pasti bisa melupakan semua kenangan buruk itu" ucapnya
"Iya mas tau tapi sampai kapan, mas ingin dia seperti pemuda pada usianya yang sudah mempunyai keluarga kecil yang bahagia" ucap Rendra
"Hmm, gini mas, di kampung sebelah ada seorang gadis dan aku kenal baik dengan ayahnya, ayahnya adalah sahabat ku, Putrinya itu baik,cantik,penurut,sabar ya walaupun sedikit pendiam, tapi menurutku dia cocok deh sama Ilan Mas. ini sih menurut ku, jika mas Rendra Pengen tau lebih banyak mas bisa kok langsung datang ke sini, nanti aku kenalkan deh mas sama keluarganya kalok cocok ya kita lanjutkan kalo enggak ya anggap aja kita silahturahmi sesama umat muslim" ucapnya
"Boleh tuh, besok aku ke sana sekalian temu kangen sama adik ku ini" ucap Rendra
"Beneran mas" ucap Rendro
"Iya" ucap Rendra
__ADS_1
"udah dulu ya mas aku ada perkumpulan di kelurahan aku tutup telponnya ya mas, Assalamualaikum" ucapnya
"Iya ,Waalaikumsalam" ucap Rendra
'keesokan harinya'
"Pa kita jadi hari ini ke kampung kan" ucap mama di sela-sela sarapan.
"Iya ma" ucap papa
"Emang mau ngapain papa sama mama ke sana?" Tanya Ilan
"Mau ke temu paman kamu nak, udah lama papa gak ke sana" ucap papa
"Oh..." Ucapnya lalu melanjutkan makan
Ilan Hanya menganggukan kepalanya tanpa ingin menjawab
'di kampung'
Papa dan mama Ilan turun dari mobil setelah sampai di halaman rumah Rendro, Jarak rumah mereka ke kampung sekitar hampir 5 jam lebih
"Assalamualaikum" ucap papa
"Waalaikumsalam, ayo masuk mas mbak" ucap Rendro berdiri di teras menyambut kedatangan abangnya itu.
__ADS_1
Mereka masuk dan duduk di sofa ruang tamu
"Nak" panggil Rendro Kepada anaknya "bilang sama mama paman sudah datang" Ucapnya
Di sela-sela perbincangan mereka, Rendra Membahas tentang perempuan yg mereka bicarakan di telpon kemarin.
"Gimana, kapan kita bisa bersilahturahmi ke rumah teman kamu itu" tanya Rendra Yg sudah tidak sabar ingin melihat calon mantunya
"Kemarin pas pulang dari rapat kelurahan aku udah beri tau dia kalo kita besok mau silahturahmi ke rumahnya, dan di menyetujuinya" ucap Rendro
"Alhamdulillah, ya sudah ayo kita langsung berkunjung ke rumah mereka" ucap Rendra Semangat
"Semangat bener pa, entar gak sesuai harapan kecewa" sindir Rimay
"Bener banget tuh mbak" timpal siren Istri Rendro
"Itu urusan belakangan yg penting sekarang kita kenalan dulu sama mereka" ucap Rendra
"ayok jangan buang-buang waktu" sambungannya lalu berdiri
"Iye² mas gak sabaran amat" ucap Rimay
"Ayo siren " Ajak Rimay
"Enggak mbak kalian saja, iren mau belanja dulu kalau nanti takut toko kelontongnya sudah tutup, mbak sama mas Rendra,dan mas Rendro. Aja yg ke sana" ucapnya
__ADS_1
"Ya sudah kami pergi dulu ya, assalamualaikum" Ucap mereka
"Waalaikumsalam" ucap siren