SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 7


__ADS_3

Pagi hari yang cerah seperti biasa Ayah, bunda, Effin dan Ariena berkumpul di meja makan untuk sarapan.


"yah,bun Effin pergi dulu, hari di sekolah kedatangan tamu" ucap Effin


"tapi ini masih pagi banget Fin" ucap bunda


"bunda lupa ya, Effin kan ketua OSIS jadi emang udah tugas Effin bun" Ucapnya


"ya sudah nanti kamu sarapan di kantin" ucap ayah


"iya yah" Effin berjalan mencium tangan bunda dan ayah "assalamualaikum" ucap Effin


"waalaikumsalam"


"Gimana apa dia sudah bisa di hubungi?, Ini sudah lebih dari dua hari" Tanya ayah setelah Effin pergi


"Belum yah" ucap riena tertunduk


"Sesuai kesepakatan kita tiga hari yg lalu jika kamu tidak bisa menghubunginya, dengan berat hati kamu harus menerima perjodohan ini" ucap ayah


"apa gak di pikir-pikir lagi yah" ucap bunda


"Bunda apa yang harus dipikirkan lagi, kesempatan gak datang dua kali, keluarga mereka juga keluarga baik-baik. mereka juga keluarga sahabat ku lagian gak mungkin lah Rendro menjodohkan Ariena dengan laki-laki yang tidak baik untuknya" ucap ayah


"ya tapikan" ucap Bunda


"sudah bun keputusan ayah sudah bulat, ayah juga sudah memberi kesempatan pada Ariena agar pacarnya menghubungi ayah tapi apa. lelaki itu mala gak bisa di hubungi" ucap ayah


Ariena hanya diam pasrah tak tau apa yg harus ia katakan .


~√~√~√~


'Rumah Rendra'


"Nak hari ini kita ke rumah paman" ucap papa


"Ilan sibuk pah ada meeting" Ucapnya


"Urusan kantor kan bisa di kirim lewat email, jangan coba-coba membohongi papa. papa tadi telpon sekretaris kamu katanya beberapa hari ini kamu gak ada jadwal meeting," ucap papa


"Tapi pah, lebih baik kalian saja yang pergi Ilan banyak urusan" Ucapnya

__ADS_1


"Papa tak menerima alasan mu, papa ingin mengenakan mu pada seorang gadis yang ada di sana, papa akan melamarkan dia untuk mu" Ucap papa


'huk huk huk' Ilan tersedak roti yang dia makan, mendengar perkataan papanya


"Hati-hati dong nak makannya" ucap mama mengelus punggung Ilan


"Apa pa., Ilan gak salah dengar ini" Ucapnya


"Tidak nak, kamu tak salah dengar" ucap papa


"Papakan tau Ilan gak mau menikah, Ilan mau fokus dulu dalam karier Ilan" Ucapnya


"Nak mau sampai kapan kamu terus begini ayah tau karier hanya alasan yang sebenarnya adalah kamu masih terjebak dalam masa lalu, mama tau kamu belum bisa melupakan kejadian itu tapi lan mama mohon sama kamu tolong terima perjodohan ini, mama mau kamu yang dulu yang selalu ceria, tersenyum hangat, perhatian kepada semua orang, kami menyayangi mu Ilan kami ingin melihat mu bahagia" ucap mama


"Tidak ma, Ilan gak mau" Ucapnya


"Jika kamu masih menganggap mama sebagai ibu kamu,tolong lah nak sekali ini saja turutin permintaan mama" ucap mama


"Baiklah Ilan ikutin kata mama" ucap Ilan pasrah melihat wajah mama yang merasa sedih "tapi hanya perkenalan sajakan" ucap Ilan


"kamu tak mendengar papa bilang akan melamar dia untuk mu" ucap papa


"ha langsung lamaran pah, apa gak kecepatan pag. Ilan bahkan tak mengenalnya jangankan mengenalnya melihat wajahnya saja belum pernah pah" ucap Ilan


"jika belum juga mengenalnya, kamu masih bisa mengenalnya setelah menikah bahkan untuk selama-lamanya" timpal mama


~√~√~√


Mereka sudah sampai di rumah Rendro sekitar jam dua belas siang tadi dan mereka pun sudah mempersiapkan seserahan untuk nanti.


"Kamu udah bilang kan sama mereka kita akan datang ke sana sore?" Tanya Rendra


"Sudah mas" ucap Rendro


'krik krik krik' suara telpon Rendra berdering


"Siapa mas yang vc" tanya Ima


"Gk tau nomor baru ma" ucap Rendra menggeser layar ke atas


"Assalamualaikum pah" ucapnya di seberang sana

__ADS_1


"Waalaikumsalam nak, papa pikir siapa" Ucapnya


"Hayo papa pikir selingkuhan papa ya" ucapnya tertawa puas melihat ekspresi wajah terkejut papanya


"Hussss kamu ini ya ada saja, kamu jangan asal bicara bisa-bisa papa tidur di luar karena ucapan mu" ucap Rendra


"Hehehe, sorry pah Nandra cuman becanda" Ucapnya


"Kemana saja kamu baru ngasih kabar" ucap Ima mengambil handphone dari genggaman suaminya


"Eh ada macan ternyata" Ucapnya


"MACAN???" ucap mama


"mama cantik maksudnya ma" ucap Nandra


"Hm... Napa masih ingat kamu punya keluarga, atau masih butuh keluarga" ucap mama sinis


"Jangan marah-marah dong ma Nandra minta maaf hp Nandra jatuh terus rusak, Nandra gak sempat beli lagi soalnya Nandra harus ngerjain skripsi biar Nandra cepat pulang, Udah kangen banget soalnya sama mama tercinta" Ucapnya "udah dong ma ngambeknya nanti cantik ilang loh emang mama mau papa cari yang lain karena mama gak cantik lagi"😁


"emang ya kamu ini,ih ngidam apa aku pas hamil kamu Nan bisa punya anak gelok macam kamu" ucap mama


"Hehehe, mama lagi di mana ini kok rapi bener mau kemana?" Tanya Nandra


"Mama lagi ada di kampung paman Rendro ni mau ketemu calon mantu" Ucap mama tersenyum


"Ah mama anak mama ini belum selesai kuliah kok udah main jodoh-jodohin sih" candanya


"Gr kamu siapa yang bilang mama mau jodohkan kamu" ucap mama


"Bukan untuk ku berarti bang Ilan yang mau mama jodohkan? Apa dia mau ma? secara kitakan tau dia" Tanyanya


"Iye dia mau, kalau tidak mana mungkin mama mau temui calon mantu mama" jawab mama tersenyum


"jadi penasaran gimana kakak ipar ku itu sampai mama terlihat sebahagia ini" ucap Nandra


"nanti juga kamu tau setelah kamu pulang" ucap mama


"ya masih lama,ma nanti kirim potonya kakak ipar ya ma Nandra penasaran" ucapnya


"mama gak mau biar aja kamu penasaran" ucap mama tersenyum

__ADS_1


"mama sungguh kejam. udah dulu ya ma Nandra harus ke kampus nanti telat bahaya dosennya killer, dahh dada Mama assalamualaikum" ucapnya


"Waalaikumsalam" ucap mama tersenyum mematikan video call nya


__ADS_2