
Kira kira seperti ini lah dress batik yg di pakai Ariena.
Riena berjalan mendekati ranjang untuk mengambil handphonenya.
"Ya handphone ku mati lagi" Ucapnya
lalu mengecas handphonenya.
"Nak kamu sudah siap?" tanya bunda masuk ke kamar Ariena
"Sudah bun. tapi Ariena gak mau nikah Bun, Bunda tolong bilang sama ayah untuk batalkan perjodohan ini Bun, Ariena mohon Bun" rengeknya
"Riena kamu tau kan ayah mu itu orangnya bagaimana, jika ayah mu sudah memutuskan sesuatu kita tidak akan bisa mengubahnya sayang" ucap bunda menghapus air mata Ariena "sudah nak jangan menangis lagi, ayo bantu bunda di dapur".
sesampainya di dapur bunda dan Ariena menyiapkan makanan ringan untuk tamu. 'tok tok tok' suara pintu di ketuk.
"Fin sepertinya mereka sudah datang tolong bukankan pintunya" ucap ayah dari ruang tamu
Effin yang ada di meja makan berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Assalamualaikum" ucap Ima
"Waalaikumsalam, silakan masuk" Ucapnya ramah
Mereka semua berjalan menuju ruang tamu dan di sambut oleh ayah.
"Ayo silahkan duduk" ucap ayah ramah "nak tolong panggilkan bunda" Ucapnya pada Effin
Effin hanya mengangguk dan berjalan menuju dapur.
"siapa Fin" tanya bunda
__ADS_1
"paling juga tamu bunda yang kaya itu udah datang" Ucap Ariena
"Hussss kamu ini gak boleh bilang gitu nanti di dengar sama merekakan gak enak, jangan bicara seperti itu,itu gak sopan nak,bunda gak suka sikap kamu yang seperti ini" tegur bunda
"Maaf Bun Ariena salah, riena" Ucapnya terpotong
"Sudah jangan di lanjutkan, sekarang tolong bawa minum ini untuk mereka" ucap bunda
"Baik Bun" jawabnya menunduk
"dimana calon mantu, apa dia tidak ikut?" Tanya ayah
"Oh dia ikut kok,katanya dia mau naik motor sama Andro Sekalian cari udara segar, mungkin mereka lagi di jalan sebentar lagi juga sampai" ucap papa
Tak lama Ariena pun datang membawa nampan yang berisi minum dan makanan untuk tamu.
'tok tok tok' pintu di ketuk "permisi, assalamualaikum" ucap Andro
Ariena berjalan menuju pintu dan membukanya. "Waalaikumsalam" jawab Ariena
"Oh kamu Andro, ayo silahkan masuk" ucapnya
"Iya kak" ucap Andro
Mereka pun berjalan masuk dan bergabung dengan keluarga besarnya.
"Kenali ini anak saya, Ilan" ucap papa
Ilan menyalami bunda dan ayah "Ilan om,buk" Ucapnya
"Oh ini toh yang namanya Ilan" ucap ayah tersenyum
"Iya om" ucap Ilan
__ADS_1
"Gimana apa langsung kita mulai" ucap Rendro
mereka hanya mengangguk yang menandakan mereka setuju.
"Baiklah untuk mempersingkat waktu saya akan menyampaikan maksud dan tujuan kami datang. begini bang saya mewakili keluarga saya ingin memberi tau seperti yang sudah saya bilang kepada abang, bahwa keluarga kami ingin melamar putri abang yang bernama Ariena Asifa untuk menjadi istri dari putra kami yang bernama Ilan Mahendra, apa kah Abang sekeluarga mau menerima lamaran kami" ucap Rendro
"Saya sebagai orang tua Ariena. memberikan hak agar riena yang menjawab, karena yang akan menjalaninya hubungan ini adalah Putri saya Ariena" Ucapnya
"Hak apa? Aku menolak tapi ayah memaksa dan aku harus setuju, hak yang mana yang di maksud ayah" Ucapnya dalam hati kesal
"Gimana nak kamu setujukan?" Ucap ayah
"Ehh,emmm i,iya" ucapnya menganggukkan kepalanya
"Alhamdulillah kamu setuju nak" ucap mama, semua tersenyum kecuali Ilan dan Ariena
"selamat ya pak Erin sebentar lagi kita akan menjadi besan" ucap papa
selesai memasang cincin di jari Ariena,dan saat kedua keluarga sedang membahas masalah tanggal pernikahan mereka, Ilan permisi ingin keluar mencari udara segar.
"saya permisi mau keluar sebentar" ucap Ilan
"Mau kemana" tanya mama
"Mau cari udara segar" Ucapnya
"Ya sudah biar Ariena yang temani kamu nak Ilan" ucap ayah
"Kok Ariena sih yah" Ucap Ariena
"Tidak usah om saya bisa sendiri" Ucapnya
"Tidak usah sungkan nanti juga kamu akan jadi suaminya Ariena jadi tak papa. kami juga khawatir jika kamu pergi sendiri kamu akan tersesat, nak Ilan kan baru pertama kali datang ke kampung ini, dan sekalian kalian berkenalan mungkin ada yang ingin kalian baha" ucap ayah
__ADS_1
Sedangkan Ariena hanya terdiam ia malas mengeluarkan kata-kata karena percuma juga gak ada gunanya.