SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 49


__ADS_3

Ariena tak merespon ucapan papa membuat Ilan menyenggol kaki Ariena yang duduk di sampingnya.


Ariena yang merasa kakinya di senggol langsung melihat Ilan. "kenapa melamun, kamu di tanya papa tu" ucap Ilan agak berbisik


"kamu kenapa nak kok bengong" ucap papa


"eh enggak kok pah, tadi papah tanya apa ya.. Ariena gak denger hehehe" tawa Ariena kikuk


"kata Ilan adik kamu pindah sekolah di sini ya" ucap papa


"iya pa, Effin pindah sekolah di sini" ucap Ariena


"sekarang dia kemana kok jam segini belum pulang? papa juga gak ada liat dia pas tadi datang kemari" ucap papa


"tadi piginya pagi pa, terus tadi dia nelpon katanya dia lagi ngecek barang-barang yang ada di bengkel jadi dia pulangnya agak malam" ucap Ariena


"wah adik kamu sangat bekerja keras ya, dia menjalankan usahanya ini tidak setengah-setengah bahkan kalau papa liat dia sangat bersemangat dan tanggung jawab dalam menjalankan usahanya melebihi Ilan dulu, papa yakin dia pasti akan jadi orang yang sukses di masa depan" ucap papa


"jadi maksudnya Ilan dulu main-main dalam menjalankan usaha Ilan" ucap Ilan


"bukan gitu Lan, maksud papa kamu emang menjalankan usaha kamu dulu dengan baik bahkan sangat baik sama halnya dengan Effin dia juga sangat-sangat baik. kamu ini baperan banget" ucap papa


"tau tuh pa baperan banget udah punya istri juga, macem bocah" ucap Nandra tertawa


"lah apa hubungannya" ucap Ilan


"ada dong berarti Abang belum dewasa, iya kan Ar eh kakak ipar" ucap Nandra


Nandra memang anak yang pandai menutupi masalah apapun dengan keceriaan yang dia tunjukkan, walaupun perasaan sedang tidak baik-baik saja dia akan tetap menunjukkan bahwa dia tidak apa-apa dan hanya menampilkan wajah ceria bahagia miliknya.

__ADS_1


sedangkan Ariena yang merasa Nandra memanggil dirinya membuat dia jadi salting.


tak lama mereka selesai dengan makan malamnya, Ariena langsung mencuci piring. sedangkan mama membersihkan meja makan, papa,Nandra duduk di ruang tamu, sedangkan Ilan hanya mengikuti dan mengganggu Ariena yang sedang mencuci piring dengan menciptakan air dari keran ke wajah Ariena.


"ihhhh mas jangan gitu dong nanti aku basa" ucap Ariena


"nak sini biar mama bantu" ucap mama setelah membersihkan meja makan


"gak usah ma, sebentar lagi juga siap mama ke depan aja duduk bareng papa" ucap Ariena


"kamu Ilan jangan gangguin Ariena terus. kasihan basa mukanya" tegur mama


"hehehe Ilan kan cuma becanda ma" ucap Ilan senyum Pepsodent


"jangan lakukan itu, Ariena bilang sama mama kalau dia masih jahilin kamu. biar mama buang dia kelautan" ucap mama


"iya ma" senyum kemenangan Ariena


"biarin. ya udah kalau gitu mama ke depan dulu" ucap mama lalu meninggalkan Ariena bersama Ilan di dapur.


saat mama melewati meja makan tak sengaja berpapasan dengan Nandra. "kamu mau ke mana Nan?"


"mau ke dapur ma ambil minum tiba-tiba haus mau minum" ucap Nandra


mama hanya mengangguk lalu melanjutkan jalannya menuju ruang tamu.


saat Nandra ingin masuk ke dapur dia melihat Ariena mencuci dan ilan bersandar di dinding dekat Ariena mencuci piring sambil memandangi wajah Ariena.


"sini aku elap wajah kamu" ucap Ilan membersihkan wajah Ariena. mereka saling memandang.

__ADS_1


"mas kamu elap wajah ku dengan apa, kok tisunya kasar banget?" ucap Ariena


"dengan serbet" ucap Ilan santai


"apa serbet!!!" ucap Ariena melotot


"iya" ucapnya tersenyum jahil, Ilan langsung kabur


"Ilan Mahendra awas kamu ya" ucap Ariena dengan muka menahan amarahnya


setelah Ilan kabur Ariena kembali melanjutkan mencuci piring.


"bisa jelaskan apa sebenarnya yang terjadi ini" ucap Nandra saat sudah berdiri di samping Ariena.


Ariena yang terkejut langsung menjatuhkan sendok yang di cucinya.


Ariena langsung menunduk kan kepalanya, dia tau saat ini Nandra sedang marah bahkan tatapannya seperti singa kelaparan yang siap kapan saja menerkam.


"jawab pertanyaan ku Ariena, aku sedang bertanya pada mu" ucap Nandra menarik kuat tangan Ariena agar dia berhadapan dengannya, Ariena yang tanganya di tarik dengan paksa hanya bisa meringis kesakitan


"Ariana!!! apa perlu aku bilang sama bang Ilan bahwa kamu pacaranku" ancam Nandra


"ja'jangan jangan beri tau dia bang" ucap Ariena air matanya mulai jatuh


"makanya jelaskan apa maksud semua ini!!!, pantas saja kamu akhir-akhir ini berubah aku seperti tak bisa mengenali wanita yang ku cintai. aku susah buat nelpon kamu, kamu jarang mengangankat telpon ku bahkan balas chat ku aja payah, jadi ini alasannya" ucap Nandra mengangkat sebelah alisnya


"bukan begitu bang tapi" ucap Ariena menggantung


"tapi apa!! kenapa kamu tak pernah memberi tau ku kalau kamu sudah menikah. kenapa kamu menghianati ku Ariena, kenapa kamu berbohong pada ku kenapa kamu tak jujur Ariena kenapa" ucap Nandra menekankan kata terakhir dengan kemarahan

__ADS_1


"ma'af bang Ariena tak tau harus memberitahu Abang gimana, karena pernikahan ini juga bukan ke inginan ku, aku terpaksa menikah. Abang ingat tidak waktu itu Ariena sudah menghubungi Abang, tapi apa nomor Abang gak bisa di hubungi padahal ayah sudah memberikan ku kesempatan untuk membatalkan perjodoh itu karena aku sudah memberi tau ayah bahwa aku sudah memiliki pacar. awalnya ayah marah tapi ayah juga memberi ku kesempatan untuk menelpon kamu untuk datang kerumah tapi karena Abang lagi kuliah, jadi ayah hanya ingin berbicara di telepon dengan kamu ayah mau tau ke seriusan Abang kepada ku. tapi nasib tak berpihak kepada ku nomor handphone Abang gak bisa di hubungi sampai beberapa hari, dan di hari Abang menelpon ku dan itu semua sudah terlambat aku sudah selesai bertunangan" ucap Ariena


__ADS_2