
saat Effin sudah pergi ke sekolah dan Ilan yang pergi ke kantor. Ariena berjalan menuju kamar lalu duduk di kursi yang ada di balkon menikmati sinar matahari dah hembusan angin yang menerpanya.
sambil memikirkan masalah yang di hadapannya.
Apa yang harus ku lakukan dengan hubungan yang ku jalani dengan bang Nandra kenapa aku ragu untuk terus menjalankan hubungan dengannya. Bukankah aku mencintai Nandra dari dulu tapi kok sekarang aku seperti ragu dengan rasa yang ku miliki untuknya sekarang.
Kenapa aku gak berani bicara jujur pada mas Ilan, kenapa aku takut jika dia marah pada ku? aku juga merasa takut kalau dia akan meninggalkan ku.
Bukan nya akan bagus bila dia meninggalkan ku jadi aku tidak perlu mencari alasan untuk bercerai. ah tidak aku tidak mau
__ADS_1
Apa aku mulai suka padanya? Tapi bagaimana dengan bang Nandra aku gak mungkin melepaskannya. kami sudah banyak kenangan indah bersama aku tak bisa melepaskannya.
aku harus apa? kenapa hidup ku jadi seperti ini. aku harus memilih siapa? aku tidak bisa melepaskan keduanya.
Ya Allah apa aku boleh memilih dua-duanya. kenapa kau harus mempersulit diri ku ya Tuhan. Aku tak tau harus memilih siapa, aku mau keduanya. (ucapnya tanpa terasa air matanya mulai mengalir seperti sungai di pipinya)
{Ariena sungguh egois ya manteman. Dia mau dua-duanya padahal kan ya gak mungkin. Mana ada orang yang mau di duakan sama pasangannya ya kan? Emang Ariena sangat egois hanya memikirkan perasaannya sendiri. Padahal karena keegoisannya dia akan menyakiti dua lelaki baik yang mencintainya. Seharusnya dia tegas dengan perasaannya sendiri! iyakan teman?}
Ahgg! bisa-bisa aku gila karena masalah ini.
__ADS_1
Aku harus cepat mengambil keputusan sebelum semuanya diluar kendali. Tapi aku takut salah mengambil keputusan yang akan membuat semua orang tersakiti.
Ariena terus memikirkannya tanpa terasa pagi yang menyejukkan bergantian dengan panas.
"Jam berapa ini kenapa panas sekali" ucapnya melihat jam dinding yang ada di kamar mengarah ke balkon
Ariana terkejut melihat jam yang menunjukkan sudah jam dua belas siang. Dia sudah duduk di balkon sekitar enam jam.
"Ya ampun itu jamnya yang rusak atau aku yang kelamaan duduk di sini" ucapnya
__ADS_1
Ariena langsung bergegas menuju dapur untuk memasak makan siang yang akan dia bawa ke kantor ilan.