SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 24


__ADS_3

Tak terasa suapan terakhir pun telah masuk ke mulut Ilan. Ariena bergegas keluar membawa piring kotor, Ilan juga ikut keluar dari kamar duduk di ruang keluarga bareng ayah. Selesai mencuci piring Ariena menuju ruang keluarga bergabung dengan ayah,bunda,Deri dan Ilan yang sudah ikut bergabung.


"lagi ngapain sayangnya ibuk" ucap Ariena ikut duduk di karpet bersama Deri


"Maen motol-motolan" Ucapnya


"Sini main sama ibuk" ucap Ariena


"emok Deli mau maen cama om aja" ucap Deri mendekati Ilan


"Tumben Deri mau sama orang asing apa lagi ni orang batu es udah keras kepala dingin lagi. biasanya di pegang sama tetangga saja udah kaya di pukuli, lah ini mala dia yang datangi" batinnya


Ilan hanya tersenyum mengangankat Deri untuk duduk di pangkuannya.


"Ini kapa om" ucap Deri


"Deri ngomong apa om gak ngerti" Ucapnya bingung dengan perkataan Deri


"Ini kapa loh om" ucap Deri hampir menyentuh tangan Ilan yang sakit, dengan cepat Ilan menjauhkan tangannya.

__ADS_1


"Eh Deri jangan di pegang ya, gak boleh tangan omnya lagi sakit" ucap Ariena lembut, yang melihat Deri hampir saja menyentuh tangan Ilan.


"Ayo Deri sama kakek aja, omnya lagi sakit tanganya nanti kalau udah sembuh baru main sama om ya" ucap ayah tersenyum mengambil Deri dari pangkuan Ilan


"Kica au kemana kek" ucap Deri


"Jalan-jalan keliling kampung mau tidak" Ucapnya


"Au auuu Deli au" ucap Deri antusias


"Assalamualaikum" ucap Effin membuka pintu rumah


"Waalaikumsalam" ucap mereka bersamaan.


"Udah sana ganti baju mu dulu setelah itu makan" ucap Bunda


"Oke bunda, dada bro. om mau ganti baju dulu ya" Ucapnya mencium pipi deri


"Ayah pergi dulu ya, mau ngajak jalan-jalan Deri biar dia tidur" ucap ayah

__ADS_1


"Iya yah" ucap bunda


"Assalamualaikum" ucap ayah sambil menggendong cucunya itu


"Waalaikumsalam" jawab bersamaan


Keluarga Enri Syahputra sangat menyayangi cucunya itu walaupun Deri hadir sebelum ibunya menikah tapi itu tidak mengurangi kasih sayangnya terhadap cucunya itu, karena bagaimanapun dia tak salah jika dia tau dia ada sebelum pernikahan ibunya di langsungkan pasti anak itu juga tak mau ada dalam kandungan ibunya, walaupun Syahputra sangat kecewa terluka marah oleh anaknya itu yang sudah membuat keluarganya malu di mata masyarakat. Bahkan dia tak menganggap anaknya itu ada sejak kejadian yang membuat keluarganya malu terkecuali dengan cucunya karena di posisi ini cucunya hanyalah korban dari ***** gila ayah dan ibunya. Tapi karena masalah ini sudah cukup lama akhirnya Syahputra mulai memaafkan anaknya. bagaimana pun Eriem adalah anaknya bahkan bisa di bilang Eriem adalah anak yang paling di sayangan Syahputra.


"Bun saya ke kamar dulu mau istirahat" ucap Ilan bangun dari sofa yang di dudukinya


"Iya nak" ucap bunda


"Nak kamu sudah membereskan pakaian mu yang akan kamu bawa besok" tanya bunda setelah Ilan pergi meninggalkan mereka berdua


"Belum bunda" ucap Ariena


"Loh kenapa belum kamu bereskan jangan kebiasaan Ariena di situ mau pergi di situ lah kamu ribet" ucap bunda tau akan sifat anaknya itu


"Hehehe bunda tau aja, iya deh Bun nanti malam Ariena beresin barang-barang Ariena, kalok perlu semua barang ku aku bawa biar bunda puas" ucap Ariena

__ADS_1


"Ya gak gitu juga Ariena, kamu ya! bukan bunda mau ngusir tapi emang udah kewajiban seorang istri mengikuti suami kemanapun dia tinggal" ucap bunda


"Iyaaaaaaaaa bunda, Ariena tadi becanda. Aku sudah siapkan barang-barang yang akan ku bawa Bun" Ucapnya tersenyum menampilkan lesung pipinya


__ADS_2