SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 26


__ADS_3

Selesai shalat Maghrib mereka berkumpul untuk makan. Etsss jika kalian berpikir makan di meja makan kalian salah mereka memilih menggelar karpet dan makan di lesehan bersama-sama.


"Mau makan apa mas" tanya Ariena


"Tidak usah aku mau makan buah saja" ucap Ilan


"Loh nak kok gak makan nasi" tanya Bunda


"Nanti saja bun masih kenyang kebanyakan minum teh tadi" Ucapnya bohong. Ariena mengupas apel tanpa memperdulikan percakapan ayah dan menantu itu.


Setelah selesai makan malam Eriem dan Dino pamit pulang.


"Bun kami pulang ya besok kami mau pigi ke rumah Omanya Deri, maaf ya Ariena besok kakak gak bisa kesini padahal besok kamu pergi ke rumah suamimu" ucap Eriem


"Enggak papa kak yang penting pas resepsi Ariena kakak datang" ucap Ariena


"Iya Na kakak pasti datang" ucap Eriem


"Dada sayangnya ibuk" ucap Ariena mencium pipi kanan kiri berulang kali sampai pemiliknya marah


"Salam dulu sama nenek" ucap Dino pada anak nya dan membantu mengangkat tangan anaknya untuk mencium tangan bunda,ayah tak lupa pula Ariena dan Ilan.


"Tangan om sakit ayo kita tosan aja" ucap Ilan


"Yeah" ucap Deri antusias membalas tosan Ilan

__ADS_1


"Masak cuman om Ilan aja om Effin juga dong" ucap Effin


Deri pun tos an dengan Effin dan mencium pipi keponakannya.


"Yah Bun kami pulang, assalamualaikum" ucap Dino


"Waalaikumsalam" ucap mereka bersamaan


Setelah Eriem dan keluarga kecilnya berpamitan pulang mereka melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


Ariena langsung berjalan menuju dapur mengambil makanan dan membawanya ke kamar. Ariena membuka pintu kamar tak terlihat Ilan di mana pun.


"di mana dia" batin Ariena.


"Anda pasti lapar kan, ini aku bawakan makanan untuk anda" ucap Ariena mengambil piring di atas nakas dan ikut duduk di samping Ilan


"Enggak siapa yang lapar" ucap Ilan


"Udah jangan bohong aku tau anda lapar" ucap Ariena


"Siapa yang bohong, jangan sok tau kamu" ucap Ilan


"Terserah anda saja lah, jika gak mau ya sudah biar aku buang aja" ucap Ariena kesal saat ingin bangkit Ilan menahannya


"Tunggu karena kamu sudah membawanya sayang kalau di buang, jadi biar saya makan saja" ucap Ilan

__ADS_1


'yaelah dasar ego besar, udah tau lapar tapi sok gengsi yang di gedein' gumang Ariena


"Kamu bilang apa" ucap Ilan


"Enggak ada" ucap Ariena ngeles


"Tapi tadi aku kaya dengar kamu bilang sesuatu" selidik Ilan


"Kalau ku bilang enggak ya enggak, udahlah gak usah di perpanjang, mau makan atau tidak ini kalau tidak biar aku lanjutin ngemas barang-barang ku" ucap Ariena


"Siapa juga yang memperpanjang orang saya kan tanya" ucap Ilan


Tanpa kata-kata Ariena langsung menyuapi Ilan membuat yang punya mulut hanya terdiam menatap Ariena sebal dan menerima suapan dari Ariena, tak terasa Ariena sudah menyuapkan makanan terakhir ke dalam mulut Ilan.


"Terimakasih" ucap Ariena membuyarkan lamunan Ilan


"Eh kok cepat banget habisnya" Ucapnya Bingung


"perasaan baru beberapa suap kok udah habis ya cepat bener" batinnya


"Apa mau ku ambilkan lagi untuk anda" Tanya Ariena


"Eh gak usah saya udah kenyang dan terimakasih sudah mau mengurus saya" ucap Ilan


"Iya sama-sama itu udah kewajibanku sebagai istri" ucap Ariana

__ADS_1


__ADS_2