
√-√-√-
Di sekolah
banyak siswa/siswi berkumpul di taman belakang sekolah dengan suara keributan dari para siswa. melihat seorang laki-laki berlutut dengan memegang boneka bear besar di hadapan seorang wanita.
'terima, terima, terima' begitu lah kira-kira suara sorakan mereka
"ih apa an sih. berdiri gak!" ucap Inyera
"tapi kamu terima kan cinta aku" ucap Ion
"aku terima Lo! mimpi kali. eh jangan deh bahkan mimpi pun aku gak sudi nerima Lo. asal Lo tau ya Lo itu udah beda kasta bahkan jauh banget. jangan pernah berharap gue mau nerima Lo" ucap Inyera senyum menyepelekan meninggalkan Ion yang masih berlutut dengan wajah menunduk meremas boneka yang di pegangnya
"itu ada apa ya kok rame-rame" ucap Lani
"itu adek kelas songong baru di tembak" ucap Danil
"ah di tembak. gimana keadaannya? tapi bodoh amat lah orang kaya dia gak perlu di kasihan ni" ucap Lani terkejut
"bukan di tembak pakai piston blo'on maksudnya mengungkapkan cinta" ucap Danil
"Selo lah gak usah ngegas kali udah tau remnya gak macet" ucap Lani
"emang lagi balapan? kalian ini ya ada-ada aja" ucap Effin geleng-geleng kepala melihat teman bar-bar nya
"hehehe, terus gimana di terima gak" ucap Lani penasaran
"boro-boro di terima yang ada dia mala di permalukan. satu sekolah kan udah pada tau sifat anak itu gimana. yang bodoh itu sih cowoknya masih aja nekat deketin orang belagu kaya gitu. emang sih dia cantik kaya tapi sayang akhlaknya gak ada" ucap Danil
"udah-udah jangan di bahas lagi gak penting. mending kita masuk ke kelas Sebentar lagi jam pelajaran di mulai" ucap Effin pada teman barunya sejak masuk sekolah
√-√-√-
Di rumah
Ilan sudah sampai di halaman rumah dengan menggunakan mobil sport black milik nya. setelah memarkirkan mobilnya di garasi Ilan langsung masuk ke rumah.
"assalamualaikum" ucap Ilan
"waalaikumsalam mas" ucap Ariena berjalan menuruni tangga dengan menggunakan rok tutu midi plisket abu-abu di bawah lutut dan di padupadankan dengan sweater crop polos lavender
__ADS_1
"udah siap" ucap Ilan mengambil air minum di lemari pendingin
"udah. emang kita mau kemana sih mas?" ucap Ariena penasaran
"kan udah mas bilang rahasia jadi kamu ikutin saja. di jamin kamu pasti suka" ucap Ilan
hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit mereka akhirnya sampai di hotel mewah dengan menggunakan motor sport kesayangan Ilan.
"bukanya ini hotel" gumangnya
"Na ayo kok mala diam aja di situ kayak patung" ucap Ilan menggandeng tangan Ariena
"eh iya mas" ucap Ariena mengikuti langkah suaminya
sesampainya di pintu masuk hotel mereka di sambut dengan beberapa pegawai hotel.
"selamat sore pak Ilan buk Ilan" sapa pegawai hotel
pegawai hotel menunjukkan ruangan yang sudah di atur Ilan untuk memake up Ariena .
"ini istri saya tolong di make up secantik mungkin" ucap Ilan pada salah satu pegawai salon terkenal yang sengaja iya sewa khusus untuk memake up istrinya.
"loh mas untuk apa ini semua? apa ada acara nanti malam" ucap Ariena bertanya tanya
"dengan siapa" tanyanya
"nanti juga kamu tau. ya udah aku pergi dulu ada pekerjaan yang aku lupakan" ucap Ilan
Ariena hanya mengangguk, Ilan mencium keningnya tanpa memperdulikan pekerjaan yang menatap mereka berdua.
setelah Ilan pergi tak lama Ariena juga pergi.
"loh mbak mau kemana" ucap perias
"saya ada urusan sebentar. saya akan segera kembali" ucap Ariena membawa tas yang di taruh nya tadi meja dengan tergesa-gesa
"tap" belum selesai bicara Ariena sudah pergi
√-√-√-
Di Mall area permainan
__ADS_1
Ariena dengan masker kaca mata dan topi sudah duduk di bangku panjang melihat beberapa orang beriman sambil menunggu Nandra datang.
"hai Na" sapa Nandra dengan menggunakan sweater putih topi putih masker dan kacamata hitam.
"udah lama ya nunggunya. maaf ya tadi Abang ada sedikit kerjaan yang gak bisa di tinggal"
"gak papa kok bang Ariena juga baru datang" ucap Ariena
"kamu tumben ngajak bertemu mendadak gini. ada apa? apa karena kamu kangen aku ya" goda Nandra
"hmm gimana ya bang. sebenernya ada yang mau aku bicarakan sama Abang" ucap Ariena
"ada apa Na? sepertinya serius sekali" ucap Nandra
"gimana ya bang aku bingung harus bicara dari mana, tapi sebelum aku bicara ini aku minta maaf kalau aku menyakiti hati mu" ucapnya ragu
"belum hari raya sayang. tapi gak papa lah aku akan coba maafkan kamu" ucap Nandra tersenyum sedangkan hatinya sangat sedih seperti sudah tau apa yang ingin di bicarakan Ariena
"sebenernya ini sangat sulit untuk ku tapi aku harus memperjelas hubungan kita. aku akui aku sangat mencintaimu kita sudah melewati banyak kenangan manis bersama. Abang yang selalu membantu ku di saat aku sedang tertekan selalu ada di kala sedih dan bahagia. kalau saja aku tidak di jodohkan dengan mas Ilan pasti aku sudah menjadi istri mu" ucap Ariena mengeluarkan unek-uneknya "tapi itu dulu bang saat aku belum mengenal mas Ilan. sekarang aku merasa aku tidak bisa jauh darinya sebentar saja. bahkan jika dia melihat wanita sebentar saja aku gak terima aku merasa dia hanya milikku tidak ada yang boleh dia lihat selain aku. aku merasa hati ku bukan untuk mu lagi aku benar-benar minta maaf mungkin kita sudah di takdir hanya menjalani hubungan sebagai adik dan kakak ipar" ucap Ariena menunduk sambil menangis karena harus menyakiti hati lelaki baik yang pernah sangat dia cintai
Nandra hanya bisa diam mendengarkan penjelasan Ariena. jujur saja hatinya begitu sakit saat Ariena mengatakan jika dia sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi dengannya. tapi sebisa mungkin dia menahan mencoba untuk tegar di hadapan gadis yang masih sangat dia cintai. karena bagaimanapun Nandra berpikir kalau cinta tidak harus memiliki jika dia bahagia dengan yang sekarang kita harus mendukungnya dan ikut bahagia.
"tidak papa Na. aku gak papa yang penting kamu bahagia aku juga akan bahagia" ucap Nandra membuka masker mencoba tersenyum di hadapan Ariena
"aku beneran minta maaf aku sudah menyakiti mu. aku melanggar ucapan ku yang bilang akan mencintai mu dan hidup bersama mu selama" ucap Ariena semangkin menangis
"iya udah gak papa Na. jangan menangis lagi nanti aku di gebukin sama pengunjung di sini lagi putus cinta babak belur kan jadi dobel sakitnya kan gak lucu ya. mana lupa bawa pintu kemana aja lagi kan bahaya" ucap Nandra tertawa
"di kira Doraemon kali ya bawa pintu kemana aja" ucap Ariena tersenyum
"nah gitu kan enak di liatnya. ini baru namanya Ariena Asifa kesayangan dua bersaudara" ucap Nandra
"udah jangan nangis-nangis lagi ya kakak ipar sayang" ucap Nandra
"ih apa an sih geli aku dengarnya" ucap Ariena
"hehehe ya udah ayo kita pulang biar aku antar pulang" ucap Nandra
"ayo tapi jangan antara ke rumah. tapi ke hotel*******" ucap Ariena
"tumben mau di antara biasanya juga nolak" ucap Nandra
__ADS_1
"kan lumayan kapan lagi coba dapat tumpangan gratis dari adik ipar. ikhlas gak sih nawarinya" ucap Ariena
"hehehe ikhlas lah kak, untuk kakak ipar apa pun akan ku lakukan" ucap Nandra tertawa