SUAMI PERJODOHAN

SUAMI PERJODOHAN
Eps 62


__ADS_3

"Na aku boleh tanya" ucap Nandra saat mereka berada di moge menyusuri jalan


"mau tanya apa" ucap Ariena


"kapan kamu beritau semuanya pada bang Ilan?" ucapnya


"belum tau bang.aku masih mencari waktu yang tepat aku masih takut kalau mas Ilan tidak bisa menerimanya dan meninggal kan ku" ucap Ariena


"Abang yakin bang Ilan pasti bisa kok nerima ini semua kamu jangan khawatir ya Na. jika kamu membutuhkan bantuan ku. aku dengan senang hati akan membantu mu. bila perlu biar aku yang menjelaskan semuanya kepadanya" ucap Nandra yang masih fokus pada pada jalan


"terimakasih atas bantuannya bang. tapi tidak usah biar aku sendiri saja yang menjelaskannya" tolak Ariena dengan sopan


tak lama mereka sampai di hotel. Ariena turun dari moge.


"terimakasih ya bang atas tumpangan gratisan nya" ucap Ariena tersenyum meperlihat kan lesung pipinya


"iya Na" ucap Nandra tersenyum


"mungkin ini terakhir kalinya aku menggonceng mu Na. karena aku harus pergi mengurus perusahaan papa di luar negeri" batinya


setelah kepergian Nandra Ariena langsung masuk ke hotel menuju ruang yang tadi dia tinggalkan begitu saja.


"nona akhirnya ada kembali" ucap perias dengan wajah bahagia


"iya mbak. mbak kenapa kok mukanya tegang gitu" ucap Ariena


"saya takut pak Ilan marah mengetahui nona pergi dan belum kembali kami harus bicara apa jika pak Ilan menanyakan nona pada kami" ucap perias


"oh gitu, tapikan saya sudah kembali jadi mbak tak perlu takut lagi" ucap Ariena


sekitar delapan malam Ariena sudah selesai di make up. Ariena begitu sangat cantik dengan rambut di kucir atas dengan polesan make up sederhana dengan menggunakan gaun di atas lutut bewarna hitam dengan hairs sekitar tujuh senti bewarna gold .


kira kira seperti ini berpakaian Ariena



"wah nona sangat cantik saya sendiri yang make up nona sampai terkejut melihatnya. pak Ilan pasti akan terpesona melihat anda nona" ucapnya

__ADS_1


Ariena hanya tersenyum malu mendengar perkataan perias itu.


"ah mbak bisa aja memuji make up sendiri" ucap Ariena


'tok tok tok' suara pintu di ketuk. pegawai hotel peria membuka pintu menatap Ariena sambil melamun.


"ada apa ya?" ucap Ariena menyadarkannya


"maaf bu apa anda sudah selesai?. saya dapat perintah dari pak Ilan setelah anda selesai di make up saya harus mengantar anda ke ruang yang sudah di persiapkan" ucap seorang pegawai hotel


"ya saya sudah selesai" ucap Ariena bangkit dari duduknya


Ariena berjalan mengikuti pegawai itu. banya orang yang melihat Ariena kagum, memuji kecantikannya dalam hati saat berpapasan dengannya. hal itu membuat Ariena salting dia tak tau ada apa atau apa yang salah dengannya.


"silahkan Bu ini ruangannya" ucap pegawai membuka pintu kamar VVIP yang di persiapkan Ilan. lalu memberikan kartu untuk membuka pintunya kepada Ariena


"terimakasih" ucap Ariena mengambil kunci kamarnya


"jika anda membutuhkan sesuatu silahkan hubungi kami" ucapnya


"kok gelap banget" ucapnya sendiri saat memasuki kamar. Ariena mencari saklar untuk menyalakan lampu. setelah menemukannya dia langsung menyalakannya


betapa terkejutnya Ariena saat semua lampu menyala dia melihat bunga kesukaannya sudah tersusun rapi di sudut sudut ruangan, kelopak kelopak bunga yang memperindah lantai dan meja.juga ada sebuah tulisan di dinding dengan lampu bertuliskan 'happy birthday my heart ARIENA ASIFA' membuat Ariena menangis terharu dia sangat bahagia rasanya masih seperti mimpi baginya. bahkan dia sendiri pun lupa kalau malam ini dia ulang tahun


"ini beneran mas Ilan yang nyiapin ini semua" ucap Ariena duduk di ujung ranjang dengan memegang buket mawar ungu kesukaannya yang berada di ranjang.


"tapi di mana dia. kenapa belum kembali apa masih ada kejutan yang dia persiapkan. ah aku tak sabar ingin berterimakasih sudah menyiapkan semua ini" ucapnya salting sendiri


pukul sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Ariena masih setia menunggu Ilan yang belum juga kembali.


'ckrek ckrek ckrek' kira kira seperti itu lah suaranya saat Ariena beberapa kali selvi dengan buket yang di pegang nya dan memperlihatkan tulisan di dinding.


"sampai kapan aku harus menunggu. mana aku lapar dari tadi aku belum makan apapun" gumangnya


terdengar suara ketukan pintu membuat dia tersenyum bahagia dan segera berlari membuka pintu. senyuman itu pudar saat yang dia harapkan bukanlah orang yang dia inginkan.


"selamat malam bu saya ingin mengantar ini" ucap koki itu membawa kur ultah khusus untuk Ariena. Ilan sengaja meminta koki nya langsung yang membawa agar tak ada kerusakan sedikit pun yang akan membuat istrinya kecewa

__ADS_1


Ariena hanya tersenyum, setelah koki itu pergi Ariena langsung menelpon Ilan tapi sayang sekali handphone nya tak aktif.


"apa aku telpon saja resepsionis di sini, apa yang sebenarnya terjadi mengapa hanya memberikan kejutan tapi sang perencana tak datang menemui ku" ucap Ariena


"tidak biar aku bertanya langsung saja" ucap Ariena berjalan menuju resepsionis


"malam mbak" ucap Ariena saat sudah sampai di meja resepsionis


"malam bu ada yang bisa kami bantu"


"saya ingin tanya apa semua yang ada di kamar VVIP dan kue ultah itu dari pak Ilan?" tanya Ariena


"iya bu benar semua itu pak Ilan yang mempersiapkannya"


"apa tadi sekitar dua jam terakhir pak Ilan ada menelpon?" ucap Ariena


"tidak bu kami belum menerima telepon dari pak Ilan"


"jika pak Ilan tidak menelepon bagaimana kalian langsung mengirim kue ultah ke kamar saya" ucap Ariena menyelidik


"maaf bu kami tak bisa memberi tau anda"


"saya mohon beritahu saya jika tidak saya akan melaporkan mbak ke atasan untuk memecat mbak Sekar juga. jika tidak mau berurusan dengan istri Ilan Mahendra beritahu saya sekarang" ucapnya


"maaf kan aku mas memanfaatkan nama mu. aku sungguh penasaraan karena kamu hilang mendadak" batinnya lirih


"baik bu saya akan beritau. kami sudah di berikan tau dari kemarin apa saja yang harus di lakukan hari ini untuk membuat suprise untuk anda dan serta jamnya juga sudah tertera jadi kami tinggal menjalankannya saja"


"terimakasih untuk semua informasinya" ucap Ariena tersenyum berjalan menuju kamarnya


"jadi apa ini bagian dari rencana dia. oh mungkin dia mau memberi suprise lagi makanya dia belum menemui ku. aku harus sabar pasti mas Ilan lagi mempersiapkan sesuatu" gumangnya duduk kursi


"dia benar benar membuat ku bahagia. kue ini sangat indah dia tau aku suka Bangtan dan dia membuatkan ku kue Bangtan" ucap Ariena


ia memandangi kue ultah yang ada di hadapannya. kue ultah bewarna ungu liris putih dengan gambar Bangtan tertancap di atas kue dan di kue tertulis my heart dengan gambar smile


tanpa terasa kantuk pun datang membuatnya tertidur dengan posisi duduk kepala di atas meja

__ADS_1


__ADS_2