
Ariena saat ini hanya diam tak tau harus apa dia masih syok dengan ciuman yang di berikan Ilan padanya.
"apa yang baru saja dia lakukan? mengapa aku senang di mengambil first Kiss ku, ya ampun perasaan apa ini? kenapa membuat ku bingung" gumangnya. saat handphonenya berbunyi membuat Ariena tersadar dari lamunannya.
'💙'
"hallo sayang" ucap Nandra
"iya" ucap Ariena
"kamu di mana, aku kangen banget sama kamu. kapan kita jumpa" ucap Nandra
__ADS_1
"aku ada di kantor mas Ilan. nanti ya kalau aku lagi di luar sendirian nanti aku kabarin" ucap Ariena
"ya baiklah" ucap Nandra
"bang udah dulu ya aku masih di kantor. takut nanti ada yang mendengar pembicaraan kita. nanti aku hubungi lagi" ucap Ariena mematikan telponnya
karena bosan menunggu Ilan yang lagi meeting, Ariena memutuskan untuk keluar berjalan menelusuri kantor suaminya itu. saat berjalan banyak yang memberi hormat kepada dia dan juga ada yang berbisik-bisik tentunya masih terdengar di telinganya.
"iya Lin. kamu benar juga biasanya kan jika orang berpendidikan pasti akan mencari yang berpendidikan juga biar bisa seimbang" ucap rekan kerja
"pak Ilan itu cocoknya sama aku, kami sama-sama berpendidikan berasal dari lingkungan yang sama dan kalau di liat dari body istrinya yang rata itu. body ku lebih seksi menggoda dari pada dia. aku yakin pak Ilan pasti gak puas dengan tubuhnya yang gak seberapa itu" ucap Linda sengaja mengeraskan suaranya agar Ariena mendengarnya
__ADS_1
mendengar ucapan Linda yang membicarakannya membuat Ariena yang berjalan menuju ruang Ilan. berputar arah mendatangi Linda yang sedang bergosip.
"apa maksud ucapan mu itu. tak sepantasnya kamu membicarakan hal pribadi kami apa lagi suami ku adalah atasan mu, saya tak pernah membuat gara-gara dengan mu. jangan menggosipkan diri ku yang tidak-tidak" ucap Ariena
"aku tidak menggosip, semua yang aku bicara kan itu fakta. Lo pikir aja mana ada seorang yang sangat kaya, pendidikan tinggi, tinggal di lingkungan elit mau dengan orang kampung yang tak berpendidikan seperti Lo, asal Lo tau ya dia itu hanya pantas menjadi milik ku" ucap Linda
"jaga ucapan mu. saya ini istri sah direktur kamu, kamu di sini di gaji untuk bekerja bukan untuk bergosip apa lagi jadi pelakor" ucap Ariena tegas
"apa lagi yang kalian liat ayo kembali bekerja jangan sampai pak Ilan tau kejadian ini, kalau tidak kalian pasti akan kena masalah" ancam Ariena menyadari bahwa dirinya dan Linda sedang jadi pusat perhatian
setelah para karyawan berhamburan kembali bekerja. Ariena mempercepat langkahnya menuju ruang kerja Ilan. air matanya mulai tak bisa di bendung sampai di ruang Ilan. Ariena menangis sejadi-jadinya jantung berdetak kencang tangan bergetar. sebenernya baru kali ini selama hidupnya Ariena melabrak seseorang. karena perkataan itu bukan sekali dia dengar hampir beberapa hari ini dia mendengar sindiran dan perkataan Linda yang blak-blakan. awalnya Ariena menganggap hanya angin lalu. tapi namanya juga manusia punya batas kesabaran.
__ADS_1
"apa aku serenda itu. karena aku dari desa dan hanya lulus SMA. aku tau dia itu lebih cantik lebih seksi dari ku. sedangkan aku cuma kertas kusam yang tak berharga. apa aku tak sepantas itu bersanding dengan Ilan?" ucap Ariena menangis