Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Janji


__ADS_3

...WARNING : INI HANYALAH CERITA FIKSI DAN HANYA UNTUK HIBURAN SEMATA...


...***...


Maria



Dev Richardo



Kisah SMA


Bel pulang sekolah berbunyi, dengan serempak seluruh siswa bergegas pulang. Sama halnya dengan Maria sedari tadi menelusuri koridor yang nampak tak biasa seperti biasanya karena terlihat sepi.


Ting


Suara notifikasi pesan masuk pada ponsel Maria berbunyi, membuat gadis itu dengan sigap membuka layar ponselnya untuk memeriksa chat masuk.


Di ruang musik - Dev


"Di ruang musik?" gumam Maria tak mengerti membaca isi chat masuk tersebut.


***


Begitu sampai diruang musik...


"Kak Dev." panggil Maria dari ambang pintu


Dev pun menoleh lalu mendekat ke arah Maria dengan seulas senyumnya.


"Kakak kenapa memintaku kesini?"


"Maria, aku sangat menyukaimu."


Deg

__ADS_1


"Maaf, selama ini sikapku cuek. Tapi sebenarnya aku sangat senang saat berada di dekatmu." Dev menggenggam kedua tangan Maria sebelum kembali melanjutkan ucapannya "Apa kamu mau jadi pacarku?"


"Aku, sebenarnya.. juga menyukai kakak sedari lama. Kakak sangat mengagumkan." jawab Maria berterus terang


"Jadi?" tanya Dev seraya mendekatkan wajahnya ke hadapan Maria


"Iya, aku mau." Maria tersenyum malu


Dev tersenyum lega lantas mengecup kedua tangan Maria. "Terima kasih banyak, Maria."


Saat itu benar-benar terasa sangat membahagiakan. Selama di perjalanan keluar sekolah, Maria tak hentinya menebar senyum sambil menggenggam tangan Dev yang terus menatapnya penuh arti.


***


Satu minggu kemudian..


"Maria, nanti malam ada festival kembang api. Kita kesana ya?"


"Iya, aku mau.


Pada malam harinya, Dev datang menjemput Maria ke rumahnya. Dia mengajak Maria ke festival kembang api karena malam itu adalah malam tahun baru. Dev membonceng Maria dengan motor gede. Penampilannya begitu modis dengan jaket kulit warna hitam, membuatnya semakin cool dan tampan.


"Maaf."


Maria terdiam dengan semburat merah menghiasi pipinya.


"Apa kamu keberatan kalau aku menyentuhmu?"


"Tidak."


Dev tersenyum. Perlahan dia mendekatkan wajahnya, refleks Maria memejamkan mata. Bibir mereka menyatu seiring dengan meledaknya kembang api di langit. Beberapa detik kemudian, Dev melepas pagutannya.


"Maria, apa kamu pernah berciuman?"


Maria menggeleng.


"Jadi, aku orang pertama yang menciummu?"

__ADS_1


Maria mengangguk sambil tersenyum.


"Apa kamu marah?"


"Mengapa aku marah? Kamu berhak melakukannya."


Sejenak, Dev menatap Maria dalam, kemudian memeluknya dengan erat.


"Dev, ada apa denganmu? Ini di tempat umum, jangan memelukku seperti ini."


"Bukankah baru saja kita berciuman. Tapi kamu tidak melarang. Lagipula semua orang sedang fokus melihat kembang api. Tolong biarkan aku seperti ini, aku ingin memelukmu untuk sesaat."


"Sebenarnya kamu kenapa Dev?"


"Maria, aku pasti akan sangat merindukanmu. Setelah lulus, aku harus kuliah di luar negeri."


"Tapi bukankah kita sudah berjanji akan kuliah di universitas yang sama."


"Ini keinginan ayahku. Aku tidak bisa menolak."


Maria terdiam menahan kekecewaannya.


"Maria, maukah kamu menungguku sampai aku kembali?"


"Aku tidak tahu."


"Kenapa?"


"Mungkin kamu akan melupakanku. Apalagi disana kamu akan bertemu dengan orang baru."


"Tidak Maria, aku tidak akan pernah melupakanmu. Karena aku sangat menyayangimu."


Deg - Deg


"Maria, apa kamu mau menungguku sampai aku kembali?"


"Iya, aku akan menunggumu. Tapi berjanjilah, kamu tidak akan mencari perempuan lain disana."

__ADS_1


"Iya, aku berjanji. Hanya kamu yang ada di hatiku."


Bersambung


__ADS_2