Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Isi Hati


__ADS_3

"Aku sudah meminta orang untuk mengantar baju ganti. Ini, pakailah. Jangan sampai kau jatuh sakit." pinta Ramon sambil menyerahkan pakaian ganti kepada Jo


"Terima kasih." Jo menerimanya


Sudah cukup lama Maria didalam ruang ICU, setelah kondisinya dipastikan baik-baik saja, perawat memindahkan Maria ke ruang VVIP.


"Dokter, bagaimana keadaan istriku? Janinnya tidak kenapa-napa kan?" tanya Jo cemas


"Syukurlah, ketiganya selamat." jawab dokter yang membuat Jo tercengang


"Maksud anda, ketiganya selamat?"


"Selamat tuan, istri anda tengah mengandung bayi kembar." jawab dokter lagi dengan tersenyum


Jo yang semula merasa cemas, kini raut wajahnya berubah tersenyum.


"Apa saya boleh melihat istri saya sekarang dokter?"


"Silahkan tuan. Tapi saya sarankan, istri anda jangan sampai kelelahan dan jangan sampai stres. Karena kandungannya lemah dan rentan mengalami keguguran." saran dokter


"Iya dokter. Terima kasih atas sarannya."


Setelah mendengar penjelasan dokter, Jo segera keluar dari ruangan dokter untuk melihat keadaan istrinya. Maria tengah terbaring lemah dengan mata terpejam. Jo melangkah mendekat ke ranjang Maria. Hatinya terasa pilu melihat istrinya yang lemah tak berdaya.


Jo mendudukkan dirinya di kursi yang ada di samping tempat tidur. Dia menggenggam tangan Maria dengan lembut, dan mulai menitikkan airmata.


"Maria, maafkan aku. Gara-gara aku kamu jadi begini. Maaf, aku sudah mengecewakanmu lagi." Jo semakin terisak "Aku merasa bingung dengan sikapmu belakangan ini. Kenapa kamu bersikap baik padaku. Bukannya selama ini kamu membenciku? Di saat aku siap untuk melepaskanmu, kamu membuat aku bimbang dengan perhatian yang kamu berikan. Aku takut aku akan semakin menginginkanmu. Aku takut aku tidak akan bisa melepaskanmu. Bukannya selama ini kamu ingin berpisah dariku?"

__ADS_1


Jo terus bergumam dan terisak. Lalu perlahan kedua mata Maria terbuka. Pandangannya tepat ke arah suaminya yang tengah menangis.


"Jo." panggilnya lirih


"Maria, kamu sudah sadar?" Jo mengusap kepala Maria dengan lembut


"Aku dimana?" tanya Maria sambil menatap ruangan


"Kamu di rumah sakit. Tadi kamu pingsan di jalan pada saat hujan deras." jawab Jo sambil mengusap rambut Maria


"Hah? Anakku. Anakku tidak kenapa-napa kan? Jo, tadi aku lihat darah." Maria mulai panik


"Maria, tenanglah." Jo berusaha menenangkan Maria dengan memeluknya


"Anak kita selamat."


Jo mengangguk dengan tersenyum sembari memeluk Maria yang akhirnya tersenyum dengan menitikkan airmata.


"Ada kabar baik lagi, kata dokter anak kita kembar."


"Benarkah?" Maria tersenyum dan menangis


"Iya. Mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati, jangan sampai kelelahan dan juga jangan banyak pikiran. Aku takut kalian kenapa-napa."


Bagaimana aku tidak banyak pikiran Jo? Sementara, kamu sendiri yang membuat aku terus kepikiran.


"Sebenarnya apa yang membuatmu terbebani Maria? Katakan padaku."

__ADS_1


"Tidak ada."


"Maria, tolong katakan."


"Apa kamu ada hubungan dengan Agnez?"


"Agnez? kenapa kamu bisa berpikir begitu?"


"Kemarin Agnez datang ke rumah. Dia bilang kalau kalian ada hubungan. Dan.." Maria tak sanggup meneruskan, dia kembali terisak.


"Aku dan Agnez tidak ada hubungan spesial. Kami berteman waktu SMP. Aku memang sudah beberapa kali bertemu dengannya, tapi kami hanya makan siang dan mengobrol itu saja."


"Sungguh? Lalu semalam kamu kemana? Aku mencium bau alkohol dan parfum wanita dari tubuhmu." Maria semakin terisak


"Jadi kamu semalam.." Jo memejamkan mata sejenak "Aku pergi ke bar, meminum alkohol untuk menenangkan pikiranku, tapi aku tidak bermain dengan para wanita disana. Memang sempat ada yang mendekatiku tapi aku tidak tertarik. Sikapmu yang belakangan ini membuat aku frustasi Maria. Bukannya kamu membenciku? Tapi kenapa kamu bersikap baik padaku?" Jo menempelkan keningnya pada kening Maria


Mendengar pertanyaan darinya, membuat Maria sedikit gelagapan.


"Jo, aku.."


"Hmm?"


"Tidak, tidak apa-apa."


Jo, seandainya kamu tahu perasaanku padamu. Aku ingin sekali mengatakannya. Tapi aku sadar, aku tidak pantas untukmu.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like & komen ya😍


__ADS_2