Suami Yang Dibenci

Suami Yang Dibenci
Berbeda


__ADS_3

Hari demi hari kehidupan rumah tangga Jonathan dan Maria semakin harmonis. Setelah kehadiran bayi kembar mereka yang lucu, Jo semakin banyak mencurahkan kasih sayangnya kepada istri dan buah hatinya. Dia selalu mencium istri dan kedua bayinya sebelum berangkat ke kantor. Siapapun yang melihat kebahagiaan mereka pasti akan ikut merasa bahagia.


"Da da Daddy.." ucap Maria dengan menggendong Rachel dan Syeina yang di gendong oleh baby sitter, memandang sang suami yang baru berangkat ke kantor.


Dalam perjalanan..


"Aku ikut senang melihatmu bahagia. Akhirnya kau menjadi seorang ayah." ucap Ramon dengan senyum riang


"Iya Ramon. Dulu hampir saja kami berpisah. Jika ingat masa lalu aku merasa.." Jo menghela nafas "Aku tidak bisa membayangkan jika aku berpisah dari mereka."


Ramon hanya tersenyum dan suasana kembali hening dalam perjalanan.


***


Malam Hari..


Tampak, Maria mengalami kesulitan untuk menenangkan putrinya yang menangis.


"Sayang.." Maria yang tidak berhasil menenangkan putri keduanya pun akhirnya memanggil suaminya


Tak butuh waktu lama, Syeina dalam gendongan ayahnya dengan di timang-timang akhirnya berhenti menangis.


"Sepertinya dia sangat manja padamu." ujar Maria


Jo tersenyum.

__ADS_1


"Sepertinya dia tidak bisa jauh dariku. Kalau sewaktu-waktu dia rewel saat tidak ada aku dirumah, putar saja rekaman suaraku. Siapa tahu dia berhenti menangis." saran Jo


"Idemu bagus juga." sahut Maria


***


Tiga tahun kemudian..


Dev dan Sarah akhirnya menikah. Tepat di usia Dev yang ke 25 tahun selisih satu tahun dengan Sarah yang berumur 24 tahun. Jo dan Maria juga hadir di acara pesta pernikahan mereka dengan dua putri kecil mereka yang sudah berumur tiga tahun.


"Semoga cepat punya momongan ya." kata Maria kepada Sarah


"Terima kasih Maria." jawab Sarah


***


Tahun demi tahun terlewati. Dua putri kecil Jo dan Maria kini sudah berumur lima tahun. Mereka begitu manis dan memiliki karakter yang berbeda. Rachel begitu tekun dalam mempelajari sesuatu, sikapnya tenang, kalem dan lebih dewasa. Sedangkan Syeina, sangat ceria, aktif dan manja kepada ayahnya.


Rachel dan Syeina tidur di kamar terpisah ketika sudah berusia lima tahun. Itu di karenakan mereka memiliki sifat dan kesukaan yang berbeda. Rachel anak yang sangat feminim dan anggun. Dia tidur didalam kamar bernuansa merah muda, dan punya beberapa koleksi boneka.


Sedangkan Syeina, dia tidur didalam kamar bernuansa warna biru. Dia menyukai koleksi mainan seperti mainan anak laki-laki. Seperti robot-robotan, dan mobil-mobilan. Hal itu membuat Jo dan Maria memperlakukan mereka berbeda pula. Bukan bearti mereka pilih kasih. Namun mereka memperlakukan kedua putri mereka sesuai dengan karakter mereka.


"Daddy!!!!!" Syeina berlari menyambut kepulangan Jo lalu di gendong di pundaknya


"Putri Daddy, sudah mandi belum?"

__ADS_1


"Emmm, belum. Hahaha!."


"Pantas baunya sampai dari kantor Daddy."


Syeina begitu suka di gendong oleh ayahnya. Sambil berkeliling didalam rumah dan tertawa dengan riang. Namun Syeina cukup bandel jika diberi nasehat, berbeda dengan kakaknya.


"Syeina.. mandi dulu!" teriak Maria dari dalam rumah


Jo pun menurunkan putrinya dari pundaknya.


"Syeina, mandi dulu ya." Jo menyamakan posisinya berjongkok dihadapan putrinya


"Tapi janji ya Daddy, nanti kita main lagi."


"Iya sayang."


Jo mengecup pipi putrinya sebelum akhirnya di ajak oleh Maria ke kamar mandi.


Jo dan putrinya ketika masih berumur 10 bulan



Bersambung


Jangan lupa tinggalkan like & komen ya😘

__ADS_1


__ADS_2