
9 bulan kemudian...
Akhirnya saat itu pun tiba. Saat yang di tunggu-tunggu oleh Jonathan dan Maria, beserta seluruh anggota keluarga. Mereka semua berkumpul di rumah sakit menyambut kehadiran dua malaikat kecil di dunia. Maria telah berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan mereka. Dengan Jo disampingnya yang terus menggenggam tangannya dengan erat. Tak henti-hentinya dia berdoa untuk keselamatan istrinya dan dua buah hati mereka. Saat tangisan bayi mereka terdengar, airmata pun lolos dari keduanya.
Jo sangat terharu karena kini dirinya telah menjadi seorang ayah, begitupula Maria. Kini dirinya menjadi seorang ibu. Maria menyusui kedua bayinya bergantian. Dengan Jo yang menimang salah satu bayi mereka dalam gendongannya, selama Maria masih menyusui salah satu dari buah hati mereka.
"Mereka sangat cantik sepertimu sayang." Jo berujar dengan menatap kedua bayinya yang sudah terlelap
"Iya. Akhirnya mereka datang ke dunia." Maria merasa terharu, Jo lantas mengecup kening Maria sekilas. Sebelum akhirnya semua orang memasuki ruang rawat.
"Cucu-cucu oma yang sangat cantik." ujar ibu Maria
Semua orang terlihat bahagia dan senyuman tak lepas dari wajah mereka. Hingga kemudian datang dua orang memasuki ruangan ikut menyambut kelahiran dua putri kecil Jo dan Maria.
"Dev, Sarah." Maria terkejut atas kedatangan mereka
"Bayi kalian perempuan?" tanya Dev tercengang melihat bayi kembar Jo dan Maria
"Iya Dev. Bukankah mereka sangat mirip dengan ibunya?" tanya Jo menimpali
"Iya benar. Mereka cantik seperti ibunya. Dan aku bersyukur, mereka tidak mirip ayahnya." Dev bergurau yang langsung mengundang tawa semua orang.
"Sepertinya kau masih ada dendam padaku ya." gumam Jo dalam hati
__ADS_1
"Ya Tuhan.. mereka lucu sekali. Apa aku boleh menggendongnya?" tanya Sarah pada Maria
"Silahkan." Maria menyerahkan dengan hati-hati salah satu putrinya ke gendongan Sarah
"Cantiknya.."
Melihat perhatian Sarah pada salah satu bayi Jo dan Maria, mengundang reaksi Dev berbisik di telinganya. "Apa kamu ingin seperti mereka?"
"Apa maksudmu Dev?"
"Kalau kamu ingin, aku siap menikahimu."
Jantung Sarah seketika berdetak kencang. Kemudian segera menyerahkan kembali bayi dalam gendongannya kepada Maria.
Pertanyaan Sarah membuat Maria beralih menatap Jo di sampingnya.
"Putri pertama kami aku beri nama, Rachelia Jonathan. Dan putri kedua kami aku beri nama, Syeina Jonathan." jawabnya mantap
"Lalu, yang aku gendong tadi?" tanya Sarah lagi
"Itu adalah putri pertama kami." Maria menjawab dan kemudian di susul oleh Dev yang juga ingin menggendong bayi dalam gendongan Jo.
"Cantiknya.. kalau sudah besar jangan nakal seperti ayahmu ya." Dev bergumam lalu mengecup kening putri kedua Jo dan Maria, yang tak lain adalah Syeina.
__ADS_1
"Hei, jangan cuci otak putriku." Jo menggerutu
Semua orang pun kembali tertawa mendengar lelucon mereka berdua.
***
Tiga hari setelah melahirkan, Maria dan kedua buah hatinya diizinkan pulang. Ibu Maria menginap selama dua hari. Di rumah, sudah ada dua baby sitter yang menjaga bayi kembarnya. Kedua putri Jo dan Maria sudah terlihat berbeda sejak lahir. Syeina, putri kedua mereka mudah rewel, berbeda dengan Rachel putri pertama mereka.
Malam hari menjelang tidur, Maria sedang berusaha menenangkan putri keduanya namun tak kunjung berhenti menangis. Jo yang tidak tega melihat istrinya kelelahan, dia pun meminta Syeina dari gendongan Maria.
"Sini sayang, biar aku yang gendong."
Jo menimang-nimang Syeina dalam gendongannya, tak lama kemudian Syeina pun terlelap. Jo lantas menidurkan bayinya dengan hati-hati di tempat tidur khusus. Lalu dia berjalan mendekat ke tepi ranjang dan mendudukkan dirinya disamping Maria.
"Sayang, terima kasih banyak atas kebahagiaan yang telah kamu berikan dalam hidupku. Aku sangat mencintaimu, istriku."
Lengkaplah sudah kebahagiaan mereka. Bersama Maria dan dua putri mereka, hidup Jo sempurna. Jo berjanji, dia tidak akan membiarkan sesuatu memisahkan mereka lagi dan menghancurkan kebahagiaan mereka.
"Aku juga sangat mencintaimu, suamiku."
Bersambung
__ADS_1