
Jo bangkit dari lantai menatap Maria kesal. Sedangkan Maria menahan tawa melihatnya terjatuh di lantai.
Setelah perdebatan pagi itu, Jo meninggalkan Maria ke kamar mandi. Setelah selesai, giliran Maria masuk ke kamar mandi.
Maria keluar dari ruang ganti sudah rapi dengan setelan dressnya. Dia duduk di meja rias menyisir rambutnya, di lanjutkan memakai make up. Dari pintu yang terbuka, Jo masuk kedalam dan memperhatikannya.
Maria : "Aku mau pindah ke kamar lain."
Jo : "Apa! Tidak boleh."
Maria : "Kenapa? Bukankah lebih baik aku tidur di kamar lain."
Jo : "Apa yang di pikirkan ayah nanti kalau kita tidur terpisah?"
Maria diam sejenak. Dia berpikir apa yang di katakan suaminya ada benarnya.
Jo : "Tetaplah disini. Mulai nanti malam kamu akan tidur di sampingku."
Maria : "Hah!!"
Jo : "Jangan besar kepala dulu, aku minta kamu tidur bersamaku bukan karena aku menginginkannya. Tapi karena memang sudah tugasmu."
Maria menggenggam kedua tangannya erat merasa gelisah.
"Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhmu. Kamu bukan type ku tahu."
Huuufftt dasar menyebalkan! Setiap dia bicara pasti kata-katanya penuh penghinaan.
"Ayo kita ke meja makan. Pasti ayah sudah menunggu kita."
***
"Selamat pagi ayah." sapa Jo dan Maria bersamaan
__ADS_1
"Pagi juga." sahut ayah Jo
Maria duduk disamping sang suami, mengambilkan sarapan untuknya. Ayah Jo tersenyum bahagia melihat mereka yang begitu harmonis.
"Jo, bagaimana tidurmu semalam?"
Deg
"Ayah tanya apa sih?" jawab Jo malu-malu
"Semalam ayah mengambil obat dari laci kamarmu, ayah pikir sudah saatnya kau berhenti mengkonsumsi obat."
Jo dan Maria saling berpandangan sejenak.
"Maaf, ayah membuat suasana jadi canggung. Mulai hari ini, ayah akan meninggalkan rumah ini dan tinggal bersama ibumu."
"Ayah mau tinggal bersama dia?"
"Jo, panggil dia ibu."
"Oh iya Maria, ayah lupa cerita padamu. Ayah punya istri kedua, namanya Bianca. Ibu kandung Jo sudah tiada sejak Jo berumur 13 tahun. Tapi kami tidak tinggal serumah karena Jo belum bisa menerimanya. Makanya waktu pernikahan kalian ayah tidak mengajaknya."
"Iya ayah." balas Maria singkat
Selesai sarapan, ayah Jo pergi mengemasi pakaiannya. Ada kalanya dia tinggal bersama istrinya, lalu tinggal bersama putranya. Tapi karena sekarang sudah ada Maria, dia akan tinggal menetap bersama istrinya.
"Jo, ingat. Kau harus bersikap baik kepada istrimu, mengerti?"
"Iya." sahut Jo malas
Kemudian ayah Jo berlalu, sekarang tinggal dua orang di meja makan.
"Aku mau berangkat ke kantor, terserah kamu mau apa di rumah, kalau kamu mau pergi silahkan. Asal jangan sampai identitasmu sebagai istriku ketahuan di luar sana. Kamu mengerti?" tegas Jo
__ADS_1
"Iya." balas Maria sambil mengangguk
Maria mengantar suaminya ke depan pintu, langkah mereka terhenti saat melihat ada seorang pria sedang duduk di ruang tamu. Laki-laki itu pun segera berdiri.
"Selamat pagi bos." dia menunduk hormat.
"Jangan bersikap formal, bersikaplah seperti biasa."
"Ok."
"Perkenalkan, dia istriku."
"Selamat pagi nona. Perkenalkan, nama saya Ramon, sekretaris suami anda."
"Saya Maria, salam kenal."
Mereka saling menundukkan kepala.
"Kalau begitu ayo kita berangkat." ajak Jo pada sekretarisnya
Sebelum masuk ke mobil, Ramon sempat melirik Maria dan tersenyum. Maria memandang kepergian mereka sampai mobil yang membawa mereka menghilang dari gerbang.
"Ternyata itu istrimu? Cantik juga." tanya Ramon dalam perjalanan
"Cantik apanya?"
Ramon tersenyum.
"Kau adalah temanku satu-satunya yang tahu rahasiaku. Kalau sampai yang lain tahu aku sudah menikah.."
"Kalau kau tidak mau, berikan saja dia padaku. Dengan senang hati aku akan menerimanya." goda Ramon lalu tertawa pelan
__ADS_1
"Kau mau memacari istri orang? Enak saja."
Bersambung