
"Lalu kamu sendiri, apa yang membuatmu jatuh cinta padaku? Bukannya dulu kamu sangat jengkel denganku. Di sekolah, kamu selalu menghindar saat aku mencari Dev." tanya Maria tanpa memandang suaminya
"Iya, dulu aku memang tidak suka padamu. Tapi setelah kita menikah, perlahan-lahan aku mulai menyukaimu. Maria, apa kita tidak bisa memulai dari awal lagi?" Jo menatap Maria sendu
Pertanyaan itu membuat Maria terkejut lalu kembali menatap suaminya. Hatinya berdesir, melihat wajah suaminya yang seakan memohon agar mau menerimanya.
Astaga.. Wajahnya dekat sekali. Sepertinya aku akan pingsan.
"Aku.. aku.."
Ting Tong
Mendadak raut muka Jo berubah lalu mendengus sebal.
"Siapa sih? mengganggu saja." Jo bergumam kesal dalam hati sambil menengok ke arah pintu kamar
"Maria, aku keluar dulu ya." Jo beranjak dari ranjang
Saat berjalan menuruni tangga pun, raut kesal masih terlihat dari wajahnya. Dan ketika membuka pintu ..
"Kak Alvin?" Jo terkejut akan kedatangan Alvin bersama kekasihnya
"Kami datang untuk menjenguk istrimu. Aku juga mengajak Luna, biar mereka bisa mengobrol dan mengenal lebih dekat."
Jika saja tidak ada Luna, Jo pasti sudah uring-uringan pada Alvin. Dia baru menyesali kesalahannya sekarang, kenapa semalam dia harus curhat dan minta solusi padanya. Tanpa ia duga, Alvin sendirilah yang mengacaukan rencananya.
__ADS_1
"Jadi istrimu sudah pulang kan?" tanya Alvin yang masih berdiri di depan pintu
"Sudah, sekarang dia istirahat di kamar. Mari, silahkan masuk." Jo mengantar mereka ke kamarnya
***
"Selamat sore Maria." sapa Alvin dan Luna bersamaan
"Sore juga kak Alvin, kak Luna. Aku tidak menyangka kalian akan datang menjengukku." sahut Maria
"Bagaimana keadaanmu Maria? Apa sudah enakan?" tanya Luna yang sudah duduk di tepi ranjang di samping Maria
"Sudah kak. Cuma badanku masih demam karena semalam kehujanan."
Di tengah obrolan itu, Jo terlihat sangat kesal. Dia menatap ke arah Alvin dan mengajaknya bicara di luar kamar.
"Baikan apanya? Aku saja baru menyatakan perasaanku padanya."
"Apa?"
"Maria belum sempat menjawab, lalu tiba-tiba kakak menekan bel."
Alvin terkekeh pelan.
"Maaf- maaf. Aku tidak tahu kalau aku datang di waktu yang tidak tepat. Ya sudah, aku akan mengajak Luna pulang dan silahkan kau lanjutkan yang tadi."
__ADS_1
"Mudah sekali kakak bicara begitu. Rasanya konyol kalau aku melanjutkannya. Aku harus cari waktu lagi yang tepat untuk meminta jawaban darinya." Jo berdecak kesal
"Iya iya. Sekali lagi aku minta maaf." Alvin meminta maaf dengan sedikit menahan tawa
Setelah cukup lama, Alvin dan Luna pun pulang. Jo kembali kedalam kamar setelah mengantar mereka sampai didepan pintu.
"Kamu istirahatlah Maria. Aku mau ke ruang kerja. Kalau kamu butuh sesuatu, panggil saja aku."
Maria hanya mengangguk, suasana terasa canggung setelah momen mereka yang tertunda beberapa saat yang lalu. Maria menghela nafas kuat setelah suaminya keluar dan menutup pintu.
"Ya Tuhan, untung saja ada kak Alvin. Aku tidak tahu bagaimana tadi kalau tidak ada mereka. Aku benar-benar bingung harus menjawab apa." Maria bergumam sendiri, seakan otaknya berhenti bekerja mengingat ketika suaminya bertanya dengan wajahnya yang begitu dekat.
***
Malam Harinya..
Jo merebahkan tubuhnya di sofa yang ada disamping tempat tidur. Namun sebelumnya dia melirik istrinya yang sudah terlelap.
Sekitar 15 menit, Jo akhirnya terlelap. Maria membuka matanya kemudian bangun mendekat ke sofa. Dia menatap suaminya lekat, tangannya terulur mengusap surai legam suaminya.
"Kasihan sekali kamu Jo. Kamu menyangga bebanmu sendirian." Maria mulai terisak "Disaat kamu membutuhkan tempat bersandar, aku justru pergi meninggalkanmu dan bersama laki-laki lain. Dan hari ini, kamu memintaku untuk kembali. Aku merasa hina bila harus kembali bersamamu. Kamu terlalu sempurna untuk wanita rendahan sepertiku. Andai saja aku tidak mengandung anakmu, aku pasti sudah pergi jauh-jauh dari hidupmu. Agar kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku." Maria menghentikan ucapannya sejenak
"Selamat tidur, suamiku. Semoga mimpi indah." Maria mengecup pucuk kepala suaminya lalu kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang. Tanpa ia sadari, suaminya masih terjaga dan mendengar semua ucapannya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like & komen ya😄