
Setelah bergumul entah berapa jam kini sepasang suami istri itu tengah terbaring dalam satu selimut. Sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh siang. Maria mengernyitkan keningnya saat terik matahari menyilaukan netranya yang masih terpejam. Matanya mulai terbuka perlahan, dan menemukan suaminya yang masih terlelap disampingnya dengan nyenyak. Maria melirik ke arah jam dinding, bersyukur waktu untuk menjemput putrinya masih lama.
"Sayang.." panggil Maria lirih
"Hmm.." gumam Jo dengan mata terpejam
"Aku bangun duluan."
"Selamat pagi." ucap Jo dengan suara seraknya
"Hah.. pagi? ini sudah siang. Apa kamu lupa kita baru saja melakukannya tadi pagi?"
Bukannya menjawab, Jo hanya membalas ucapan istrinya dengan tertawa kecil. Maria meregangkan tubuhnya, dan mulutnya bergumam ketika rasa nyeri itu kembali menyerang. Jo melakukannya dengan sangat liar. Tidak bisa dipungkiri, bahwa suaminya itu memang ganas. Sangat bertolak belakang dengan sikapnya yang terlihat lembut dari luar dengan dirinya saat berada diatas ranjang.
Maria sudah selesai membersihkan tubuhnya dan kini sedang duduk di meja rias memoleskan make up tipis di wajahnya. Jo yang baru membersihkan tubuhnya dan sudah rapi kini melangkah mendekat ke arah istrinya yang sedang asyik menatap pantulan dirinya di depan cermin. Memakai kemeja putih kebesaran miliknya, tanpa pakaian lain kecuali celana dalam dan bra, juga rambut yang digelung secara asal adalah pemacu libido paling berbahaya baginya.
__ADS_1
"Jo..." protes Maria saat jemari Jo menyusup kedalam kemeja. Mengelus perut buncitnya dan perlahan naik ke atas p*yudaranya. Maria mendengus, mengalihkan desahannya. "Jo.."
"Kamu begitu menggairahkan sekalipun hanya dengan kemejaku sayang."
Maria mengulum bibirnya, menahan senyum malu. Dirinya sudah terbiasa membiasakan diri dengan gaya berbicara suaminya yang terkadang ekstrim. "Jadi karena penampilanku? Bukankah ini yang wanita lakukan setelah sex? Memakai pakaian pasangannya dan berkeliaran didalam rumah." guraunya membuat Jo turut mendengus geli
"Tapi aku lebih suka jika kamu tidak mengenakan apapun setelah melakukan sex denganku."
"Ah dasar." Maria memukul main-main lengan Jo. Kemudian menghentikannya saat Jo memeluknya dari belakang dan sesekali mengecup bahu dan leher jenjangnya.
Jo hanya tersenyum seraya memandang pantulan dirinya bersama istrinya didepan cermin. "Aku masih ingin berlama-lama denganmu sayang." pintanya dengan manja
Jo sering seperti ini terlebih saat Maria sedang hamil. Bawaannya ingin selalu didekat istrinya dan ingin dimanja.
"Ayo kita kebawah. Aku haus." ajak Maria
__ADS_1
Mereka pun turun ke lantai satu, dan selama berjalan menuruni tangga, Jo terus merangkul Maria. Selagi Maria duduk di sofa, Jo membuatkan jus buah naga merah untuknya. Meskipun dia bisa saja menyuruh pelayan, tapi dia suka melakukannya sendiri jika itu untuk istrinya.
"Silahkan diminum sayang." Jo menyodorkan segelas jus buah naga itu kepada Maria
"Terima kasih sayang." Maria menerimanya dan meneguknya setengah lalu ia letakkan ke atas meja
"Hmm.." Jo menyandarkan kepalanya di atas pangkuan Maria tanpa bertanya lebih dulu. Maria hanya tersenyum sambil membelai lembut surai suaminya yang tampak nyaman tidur di pangkuannya. Sementara Jo terdiam menikmati sentuhan lembut istrinya kemudian bibirnya tersenyum karena mengingat seseorang di kejauhan yang kini pasti sangat sibuk dan pusing berkutat dengan pekerjaannya.
"Enak ya jadi Bos. Apa-apa tinggal suruh dan duduk manis. Sekarang dia pasti sedang bersenang-senang dengan istrinya." gumam Ramon kesal dengan tumpukan berkas dihadapannya
...Jonathan...
Bersambung
__ADS_1